JAYAPURA -Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, DPRK, dunia usaha hingga BUMN dan BUMD. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., di lokasi kebakaran, Rabu (2/9).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRK Kota Jayapura, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua, serta perwakilan dunia usaha, BUMN dan BUMD.
Sejumlah agenda menjadi pembahasan dalam rapat tersebut, mulai dari pendataan warga terdampak, penyaluran bantuan, pengamanan lokasi, hingga penanganan pengungsi selama masa tanggap darurat.
Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa pendataan menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascakebakaran. Data yang akurat diperlukan agar seluruh warga terdampak dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan dan tidak ada korban yang terlewat.
Ia meminta Dinas Sosial bersama pemerintah kelurahan serta perangkat RT dan RW memastikan seluruh data korban benar-benar lengkap dan valid. Berdasarkan data sementara, kebakaran di kawasan Dok V Mandala berdampak pada dua wilayah RT, yakni RT 02 dan RT 07.
Sebanyak 272 rumah terdampak, dengan jumlah 494 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.392 jiwa. “Pemerintah kota bertanggung jawab penuh, tetapi kami harapkan bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” ujar Abisai.
JAYAPURA -Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, DPRK, dunia usaha hingga BUMN dan BUMD. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., di lokasi kebakaran, Rabu (2/9).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRK Kota Jayapura, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua, serta perwakilan dunia usaha, BUMN dan BUMD.
Sejumlah agenda menjadi pembahasan dalam rapat tersebut, mulai dari pendataan warga terdampak, penyaluran bantuan, pengamanan lokasi, hingga penanganan pengungsi selama masa tanggap darurat.
Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa pendataan menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascakebakaran. Data yang akurat diperlukan agar seluruh warga terdampak dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan dan tidak ada korban yang terlewat.
Ia meminta Dinas Sosial bersama pemerintah kelurahan serta perangkat RT dan RW memastikan seluruh data korban benar-benar lengkap dan valid. Berdasarkan data sementara, kebakaran di kawasan Dok V Mandala berdampak pada dua wilayah RT, yakni RT 02 dan RT 07.
Sebanyak 272 rumah terdampak, dengan jumlah 494 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.392 jiwa. “Pemerintah kota bertanggung jawab penuh, tetapi kami harapkan bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” ujar Abisai.