Wednesday, February 25, 2026
26.7 C
Jayapura

28 WNA Dievakuasi Pasca Penyerangan Pos

Aktifitas Perusahaan Sementara Dihentikan, Personel Gabungan Disiagakan

JAKARTA– Sebanyak 198 orang yang terdiri dari pendulang dan karyawan PT Kristalin, termasuk 28 WNA asal China, telah dievakuasi dari lokasi penambangan emas di Kali Musairo, Legari, Nabire, Papua Tengah. Ihwal adanya hal ini dikatakan Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu. Samuel menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali penyerangan yang dilakukan KKB.

Sebelumnya, Sabtu (21/2), KKB pimpinan Aibon Kogoya telah melakukan penyerangan terhadap pos pengaman PT Kristalin hingga menyebabkan dua orang tewas. Terkait evakuasi, kata AKBP Samuel Tatiratu, karyawan PT Kristalin yang berkebangsaan China setelah dievakuasi; terlebih dahulu didata di Polsek Makimi dan langsung ditampung di mes perusahaan yang ada di Sriwini, Nabire.

Baca Juga :  TNI-Polri Harus Bersinergi Bangun Tanah Papua

“Evakuasi berlangsung aman, namun personel TNI-Polri tetap siaga dan waspada,” kata Kapolres Nabire AKBP Tatiratu.Menurut dia, penyisiran untuk mengevakuasi pendulang yang diperkirakan masih berada di sekitar Kilometer 40 hingga Kilometer 50 akan dilaksanakan pada Senin (23/2) oleh Satgas Operasi Damai Cartenz.

Penyisiran itu dilakukan untuk menemukan dan mengevakuasi para pendulang agar terhindar dari gangguan yang dilakukan KKB. “Mudah-mudahan mereka dalam keadaan aman terutama dari gangguan KKB,” katanya.

Aktifitas Perusahaan Sementara Dihentikan, Personel Gabungan Disiagakan

JAKARTA– Sebanyak 198 orang yang terdiri dari pendulang dan karyawan PT Kristalin, termasuk 28 WNA asal China, telah dievakuasi dari lokasi penambangan emas di Kali Musairo, Legari, Nabire, Papua Tengah. Ihwal adanya hal ini dikatakan Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu. Samuel menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali penyerangan yang dilakukan KKB.

Sebelumnya, Sabtu (21/2), KKB pimpinan Aibon Kogoya telah melakukan penyerangan terhadap pos pengaman PT Kristalin hingga menyebabkan dua orang tewas. Terkait evakuasi, kata AKBP Samuel Tatiratu, karyawan PT Kristalin yang berkebangsaan China setelah dievakuasi; terlebih dahulu didata di Polsek Makimi dan langsung ditampung di mes perusahaan yang ada di Sriwini, Nabire.

Baca Juga :  Kedatangan Dewan HAM PBB tak Ada Hubungannya Dengan Politik Papua Merdeka

“Evakuasi berlangsung aman, namun personel TNI-Polri tetap siaga dan waspada,” kata Kapolres Nabire AKBP Tatiratu.Menurut dia, penyisiran untuk mengevakuasi pendulang yang diperkirakan masih berada di sekitar Kilometer 40 hingga Kilometer 50 akan dilaksanakan pada Senin (23/2) oleh Satgas Operasi Damai Cartenz.

Penyisiran itu dilakukan untuk menemukan dan mengevakuasi para pendulang agar terhindar dari gangguan yang dilakukan KKB. “Mudah-mudahan mereka dalam keadaan aman terutama dari gangguan KKB,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya