‘’Kita ke Merauke untuk melihat bagaimana harga beras. Kami disini bersama dengan tim Satgas Pengendalian Harga Pangan. Kami bersama Bareskrim Polri dan dari Badan Ketahanan Pangan Nasional,’’ kata Ketua Tim Abd. Haris B
“Melalui pasar murah ini, kami ingin sedikit meringankan beban masyarakat. Memang jumlah barang yang kami sediakan tidak banyak, tetapi kami berharap bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Elvis di Sentani.
Hamparan pohon sagu di Kabupaten Jayapura, Distrik Sentani Barat, Kampung Maribu masih bisa kita jumpai dipinggir jalan raya, bagaikan pohon kelapa yang rimbun, meski tak lagi sepadat 10 bahkan 20 tahun lalu. Aktivitas s
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Provinsi Papua Lunanka Daimboa, di Jayapura, Sabtu, mengatakan pengembangan pangan lokal berbasis sumber daya alam menjadi langkah strategis unt
Gerakan Pangan Murah ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob. Pantauan media ini, sejak pukul 08.30 WIT masyarakat sudah mulai berdatangan dan memadati setiap stan-stan distributor meski kegi
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Merauke dan seluruh stakeholder yang ada tetap fokus melaksanakan program dan kegiatan yang berkaitan dengan bagaimana membangun ketahanan pangan bagi
Mantan Kepala Bapperinda Kabupaten Jayawijaya mengaku pemerintah tak berharap ada lonjakan-lonjakan harga barang karena akan memberatkan masyarakat, oleh karena itu, TPID Kabupaten Jayawijaya bersama semua pihak bisa mel
Dandim 1712/Sarmi Letkol Inf Patria Setia Bakti, S.Sos, menjelaskan bahwa pembentukan Kompi Produksi merupakan hasil dari revisi struktur organisasi TNI AD, di mana setiap Kodim kini tidak hanya membawahi Koramil, tetapi
Wakapolres Jayawijaya Kompol I Wayan Laba, S.H., M.H. Menyatakan kegiatan yang berlangsung tersebut digelar secara serentak di seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia melalui sambungan zoom meeting bersama Mabes Po
Apalagi dengan arah kebijakan pemerintahan era Presiden Prabowo saat ini yang lebih banyak fokus pada sektor ketahanan pangan. Banyak lahan yang membutuhkan sentuhan teknologi dan sumber daya manusia yang paham soal meng
Adapun proyek-proyek yang menjadi sasaran pemantauan meliputi rehabilitasi Daerah Irigasi Rawa Kurik sepanjang 23,7 kilometer dan 21,7 kilometer, rehabilitasi tambahan Irigasi Rawa Kurik, serta pembangunan sumur bor untu
Danlanud JA Dimara Merauke Kolonel Pnb Deny Apriyanto mengungkapkan, pemanfaatkan lahan tidur ini untuk ditanami tanaman yang bermanfaat merupakan komitmen Lanud JA Dimara Merauke dalam mendukung ketahanan pangan.
Pantauan media ini di lokasi, acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah, Bupati Timika, Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua Tengah, DPRK, Forkopimda, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Ke
Luna juga mengatakan bahwa dengan peningkatan produksi pertanian yang dilakukan petani, maka bisa meningkatkan atau menaikkan nilai tukar petani. Sehingga bisa mencapai kesejahteraan petani.
Sebanyak 165 kepala keluarga (KK) menerima manfaat dari kegiatan ini. Adapun rincian penjualan sebagai berikut: Polsek Sota menjual 400 kg (sisa stok 110 kg), Polsek Kurik menjual 500 kg (sisa stok 500 kg), Polsek Elikob
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan, S.E.,M.M. mengungkapkan bahwa kegiatan GPM tersebut digelar sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Pasar murah ini mengh
Kepala Bidang Perikanan Tolikara, Yonatan Yikwa, menegaskan bahwa konsumsi ikan menjadi salah satu kunci penting dalam memperbaiki gizi keluarga, terutama untuk mendukung program penanggulangan stunting di Papua Pegunung
Program GPM tidak hanya dimaknai sebagai distribusi pangan, tetapi juga sebagai wujud nyata kehadiran TNI di tengah rakyat. Melalui kegiatan ini, TNI berupaya mendukung stabilitas harga, memperluas akses masyarakat terha
Meskipun dilaksanakan di tengah cuaca yang tidak menentu, antusiasme peserta tetap tinggi, menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
Sebanyak 400 karung beras SPHP dengan kemasan 5 Kg dijual dengan harga Rp65.000 per Kg. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuh
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga konsumen (IHK) Papua secara month to month pada Agustus 2025 mengalami deflasi minus 0,93 persen. Sedangkan secara year on year, Papua mengalami inflasi sebesar
Puluhan warga tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan sejak pagi hari. Mereka berbondong-bondong membeli beras SPHP dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasaran, sebagai bentuk upaya Polres Jayapura membant
Penjabat Gubernur Papua Agus Fatoni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian agar kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau.
“Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dengan mengusung dua misi utama, yaitu pengelolaan usaha tani secara terstruktur dengan dukungan infrastruktur modern serta mendorong agribisnis berbasis gen
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menerangkan gerakan pangan murah yang dilakukan serentak seluruh indonesia saat ini digagas oleh 4 kementrian, saat ini juga dilakukan oleh pemkab Jayawijaya bersama deng
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua Kombes Pol. I Gusti Gede Era Adhinata, mengatakan inspeksi tersebut dilakukan setelah pihaknya menemukan masih ada pedagang yang menjual beras di atas harga re
Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, terutama pada sektor pangan rumah tangga. Karena itu, PKK Kabupaten Jayapura berkomitmen membantu pelaku UMKM meningkatkan keterampilan
Dengan kegigihan dan usaha kerasnya, Juliawati bisa menciptakan makanan ekslusif snack sehat (Amae) dengan bahan dasar pangan lokal sagu Papua. Hasil racikan tangan dinginnya ini teryata berhasil, anaknya berkurang kejan
“Lumbung pangan ini disiapkan sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya kelaparan di Tolikara, yang merupakan salah satu wilayah pegunungan rawan pangan,” ujar Yohanes Palumpun saat penyaluran bantuan.
Kegiatan tersebut berlangsung di lahan milik Polsek Pantai Timur dan menjadi bentuk sinergi antara TNI-Polri dengan masyarakat dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sarmi, khususnya Distrik Pantai
Dikatakan, Program ini berbeda dengan pertanian skala besar. Pihaknya fokus pada pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat. Jadi skalanya rumah tangga, bukan hektaran.
Program ini dilaksanakan di sejumlah kampung, khususny
Bantuan pangan tersebut diserahkan langsung oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat dengan total penyaluran beras bantuan pangan sebesar 175 ton, 360kg. Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengatakan bantuan beras
Hal ini dikarenakan ketersediaan lahan yang masih luas. Untuk menjamin benih yang didatangkan tersebut aman dan bebas dari hama-penyakit, Balai Karantina Hewan Ikan dan tumbuhan Papua Selatan turut serta melakukan pengaw
Kepala Bidang Ketersediaan Stabilisasi dan Kerawanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke Agapitus Peperangono disela-sela Pasar Murah tersebut mengungkapkan, bahwa pasar murah i
Plt Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Lukas Kosay, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan kini tel
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke Martha Bayu Wijaya mengungkapkan, keenam titik rawan pangan tersebut adalah Distrik Waan, Kimaam, Ilwayab, Kontuar, Padua, dan Merauke. ‘’Un
Saat menyerahkan secara simbolis dan launching penyaluran beras cadangan pemerintah tersebut, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengingatkan agar penyaluran bantuan beras pemerintah ini tepat jumlah dan tepat sasaran.
Polsek Kemtuk Gresi, AIPTU Solekan Hidayat menjelaskan dalam pelaksanaan kegiatan ini, para petani bersama jajaran kepolisian melakukan penggemburan lahan sebagai langkah awal meningkatkan kualitas unsur hara tanah.
Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Mukhson, S.E., M.M., menjelaskan seluruh budidaya kelompok pertanian tersebut, dikelola oleh para petani penggarap yang dibina Lanud SPR dan telah dibekali pelatihan pertanian terpa
Indikasi Geografis adalah bentuk perlindungan hukum terhadap produk yang memiliki ciri khas dan kualitas yang terikat dengan wilayah geografis asalnya. Di Papua sendiri, baru dua komoditas lokal yang telah memiliki serti
Bupati Yoseph Bladib Gebze menilai forum yang dilaksanakan tersebut sangat penting. Pasalnya menurut dia, 10-15 tahun lalu, pemerintah Kabupaten Merauke mati-matian untuk bagaimana mengelola apa yang menjadi keunggulan k
Sehingga pemerintah pusat telah mendorong setiap pemerintah kampung untuk memiliki usaha yang bisa menghasilkan pendapatan asli kampung maupun manfaatnya untuk masyarakat kampung dalam hal ketahanan pangan, salah satunya
Hal ini dibuktikan dengan pembangunan beberapa jaringan kelistrikan yang dilakukan di sekitar lokasi seiring dengan pembangunan proyek yang terus berjalan. Meninjau langsung lokasi tersebut, General Manager PT PLN (Perse
Pemkot Jayapura kata Abisai, mengembangkan beberapa program ketahanan pangan yang melibatkan budidaya ayam petelur untuk memperkuat kemandirian pangan desa/kampung dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari menyampaikan penyaluran bantuan pangan dari pusat akan disaluran pada awal Juli mendatang. Hal ini terkonfirmasi setelah dilakukannya zoom meeting membahas terkait rencana
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K menjelaskan untuk program tanam jagung yang dilakukan di Kampung Ibub, Distrik Kemtuk Gresik Kabupaten Jayapura, telah dilakukan tanam kedua.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari mengatakan, penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan itu masih menunggu regulasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Salah satu penjual komoditi pertanian di Pasar Sentral Hamadi, Sulastri menerangkan sejumlah komoditi pertanian yang harganya mengalami perubahan seperti cabai kecil lokal Rp60 ribu/kg. Harganya naik dari sebelumnya Rp50
Saat tiba di Merauke, ketiga Menteri tersebut disambut gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan bupati Merauke Yoseph B. Gebze dan Forkopimda Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke. Setelah istirahat sejenak, keti
‘’Tapi saat itu, kami langsung mengajukan pengujian sampel lagi bersama Balai Veteriner Jayapura dan itu sudah tidak ditemukan atau bebas. Tapi, kami terus monitor terhadap peternak-peternak yang ada di Merauke, khususny
Penyerahan Alsintan ini bertujuan untuk percepatan olah tanah dalam mendukung kegiatan Optimalisasi Lahan ()opla) seluas 45.000 Ha di beberapa distrik diantaranya Semangga, Tanah Miring, Kurik, Malind, Jagebob, Muting, U
Dalam rangkaian kegiatan Turkam, Walikota melakukan penanaman bibit cabai dan bantuan ribuan ikan di Kampung Skouw Mabo. Pada dasarnya, kegiatan ini dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat kampu
‘’Kita perlu ketersediaan pangan yang cukup di 5 titik itu. Pada saat dibutuhkan, kita tidak perlu sibuk-sibuk untuk mengumpulkan dan memobilisasi, karena di sana kita sudah ada stok. Di bulan Desember setiap tahunnya i
Pengamat ekonomi dan kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Freesca Syafitri menilai, program cetak satu juta hektare sawah di Papua Selatan sebagai proyek nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu telah membuka
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo didampingi Plt Sekda, Ketua PKK Kota, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita dan sejumlah pimpinan Forkopimda melakukan penanaman ratusan bibit cabai secara simbolis
Bupati Sarmi, Dominggus Catue, dalam keterangannya menyampaikan bahwa meski semangat dan dukungan dari berbagai pihak sudah sangat kuat, masih ada hambatan serius dalam penyediaan lahan pertanian yang memadai.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sarmi, Maria, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pengembangan komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, dan hortikultura.
Wakil Bupati Sarmi, Hj. Jumriati, menyambut kabar tersebut dengan penuh antusias. Ia menyebut bahwa kegiatan ini adalah bentuk optimisme bersama bahwa Sarmi mampu menjadi daerah swasembada pangan di Papua.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo menjelaskan bahwa organisasi kaum hawa itu memiliki peran penting dalam mendorong isu lingkungan. Hal ini menjadi salah satu program yang akan digalakan ketu
Dimana salah satu dari 14 Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) dan Rancangan Peraturan Khusus (Raperdasus) yang dimasukkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2025 adalah Raperdasi
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan bahwa dirinya sebagai anak kampung yang sudah lahir besar dengan sagu. Sebagai salah satu makanan pokok tradisional, Abisai Rollo berkomitmen akan membudidayakan tanah sag
Peralatan yang dibutuhkan adalah kampak untuk menebang pohon sagu, tomako batu yang diikatkan pada sebuah kayu untuk dijadikan sebagai alat tokok, tapisan yang secara tradisional dari serabut kelapa diambil dari pelepa
Kegiatan panen raya berlangsung di lahan perkebunan jagung milik kelompok tani setempat. Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Kaureh IPTU Gunadi, Waka Polsek IPDA Amos Latonglo, S.H., Ketua Bhayangkari Ranting Kaure
“Soal penerapan tarif impor dan bea masuk, belum ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait apa yang harus dilakukan. Namun sesuai arahan Presiden Braobowo, bagaimana kita meningkatkan swasembada pangan,” kata Ramses ke
Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH menyatakan, program dari pemerintah pusat ini membutuhan bahan baku yang begitu banyak, seperti Ikan, Ayam, telur, sayur -saturan , umbi -umban yang jumlahnya sangat fantastis, co
Kepala Dinas DPMK Kota Jayapura, Makzi Lazarus Atanay menjelaskan, sesuai peraturan Menteri Desa Nomor 2 tahun 2024 tentang fokus penggunaan Dana Desa akan dialokasikan minimal 20% untuk ketahanan pangan dalam mendukung program MBG. Untuk memperkuat Permendes itu, dikeluarkan juga keputusan Menteri Desa Nomor 3 tahun 2025 tentang pengelolaan DD tersebut.
Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Johny Nofriady, melalui Danramil 1707-04/Kimaam Lettu Inf Abdullah Latupono, menyampaikan, banjir rob di wilayah Kampung Sabon terjadi atau sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan, namun masyarakat setempat tetap tinggal di Kampung Sabon karena mayoritas rumahnya model panggung sehingga air tidak masuk kedalam rumah.
Dari pantauan di lapangan saat ini, harga telur lokal di Biak berkisar antara 65 ribu hingga 75 ribu rupiah, tergantung pada pilihan telur dan ukuran yang disajikan. Harga yang bervariasi ini mencerminkan ketersediaan telur yang cukup di pasar lokal, dan juga berdasarkan sortiran telur berdasarkan kualitas dan ukurannya.
"GPM memberikan harga murah dibanding harga di pasar atau ritel modern, saya harap kegiatan seperti ini dilakukan tidak hanya saat jelang Hari Raya keagamaan, namun diselenggarakan setiap saat," kata Yanti.
Bibit cabe yang dibagikan tersebut adalah cabe rawit. Saat ini, harga Cabe di Pasar Wamanggu Merauke Rp 100.000 perkilo, Cabe besar Rp 120 .000 perkilo, Cabe keriting 100.000 perkilo. Dan diperkirakan saat hari raya Idul Fitri nanti harga tersebut masih berpotensi naik. "Kemungkinan besar harga Cabe yang ada sekarang masih naik. Kalau persediaan terbatas sementara permintaan tinggi, sudah dipastikan naik lagi, " jelasnya.
Pj Bupati Mimika, Yonathan Demme Tangdilintin mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, untuk ketersediaan cadangan beras di Perum Bulog KC Timika saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat Mimika hingga 4 sampai 5 bulan ke depan.
Dikatakan, pasar murah salah satu cara untuk menekan inflasi di Papua sekaligus pengendalian harga menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN). Yang mana biasanya, harga kerap mengalami lonjakan.
Krisis pangan ini, lanjut Viktor Mawen diperparah dengan kondisi geografi dan transportasi ke Distrik Waan. Selain karena sarana transportasi yang terbatas ke Distrik Waan dan kampung-kampung yang ada di Waan dan sebaliknya, juga karena pada waktu-waktu tertentu cuaca cukup ekstrim untuk sampai ke Waan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertanian Kabupaten Merauke Josefa Rumaseuw menjelaskan bantuan alsintan yang diberikan pemerintah pusat bagi setiap Brigade Pertanian di 6 distrik di Merauke dalam rangka mendukung ketahanan pangan yang telah diprogramkan pemerintah, dimana Merauke akan menjadi salah satu lumbung pangan nasional kedepan. Josefa Rumaseuwe menyebut, panen yang dilakukan saat ini merupakan panen yang terbaik.
Seperti yang diungkapkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, Suliyono bahwa tahun ini pihaknya lakukan beberapa penyesuaian kegiatan akibat dampak dari recofusing.
Dikatakan, nama itu diinisiasi atas dasar pemanfaatan pangan lokal yang dihasilkan mahasiswa untuk menghasilkan produk produk makanan olahan mereka. Dimana bahan baku tersebut semuanya didapatkan dari pengusaha lokal asli Papua.
‘’Pemerintah pusat sungguhh-sungguh ingin mensukseskan program yang sudah dicanangkan oleh bapak Presiden. Kementrian Ppertanian sungguh uar biasa dan dimana-mana cetak sawah baru dan optimalisasi lahan di Merauke menjadi judul yang selalu kami bicaraka di senayan,’’ kata Politisi Partai Nasdem
Kapolres Biak Numfor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan program tersebut, mulai dari pemberian lahan hingga pelaksanaan panen. Ia berharap, kegiatan ini mampu memotivasi masyarakat untuk terus giat dalam menjalankan program ketahanan pangan, dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan yang belum aktif.
‘’Setiap tahun masyarakat Distrik Waan mengalami kekurangan pangan akibat umbi-umbian yang menjadi bahan pokok masyarakat rusak atau busuk akibat banjir Rob yang terjadi antara bulan Desember sampai Maret,’’ kata Biktor Mawen
Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan itu secara ekonomi masyarakat memiliki pendapatan tetap. Dari situ pula mereka tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga tentunya yang bergizi.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengecekan, harga bahan pokok masih dalam kondisi stabil dan stok mencukupi.
Menurut Ramses, guna menjaga stabilitas komoditas pihaknya juga akan melakukan operasi pasar serta menggelar pasar murah. "Operasi pasar dan Gerakan Pasar Murah bakal kami lakukan karena ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga stabilitas harga khususnya pada hari besar keagamaan seperti ini," ujarnya.
“Kalau bisa yang paling diperbanyak adalah telur karena merupakan kebutuhan pokok yang paling utama toh, bisa meningkatkan gizi anak-anak, sekalipun ada pendukung-pendukung macam beras harus ada,” ujar Jacob.
Seperti diketahui, Kios Pangan Keliling merupakan program dari Dinas Ketahanan Pangan untuk memberdayakan para petani lokal binaan guna memasarkan hasil taninya kepada masyarakat dengan anggaran yang dikelola. Namun, akibat refocusing ini, anggaran yang tadinya dialokasikan untuk pelaksanaan program Kios Pangan Keliling harus dipangkas.
“Tidak dipungkiri bahwa ada hambatan dalam menjalankan program ini, saat kita membuka lahan tidak asal membukanya begitu saja. Namun ada masalah hak ulayat dan sebagainya, dengan kondisi ini sulit untuk mengintensifkan pertanian yang sudah ada,” terang Gubernur Ramses.
Tak hanya itu, Kakanwil juga menyoroti pentingnya langkah antisipasi terhadap potensi pelarian di UPT Pemasyarakatan di Papua. Para kepala UPT diminta untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di dalam lapas dengan mitigasi risiko serta memperkuat kepemimpinan sebagai panutan bagi seluruh jajaran guna menciptakan lingkungan yang lebih aman.
‘’Pembentukan Provinsi Papua Selatan dan adanya gerakan pembukaan lahan seluas 2 juta hektar untuk swasembada Pangan di Merauke mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua Selatan khususnya Kabupaten Merauke,’’ kata Kepala Badan Statistik Kabupaten Merauke Cendana Murti saat ditemui di ruang kerjanya,
Menurutnya, swasembada pangan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar setiap daerah memperkuat ketahanan pangan dari skala lokal hingga nasional. Bahkan, Gubernur Ramses mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus berperan aktif dalam gerakan ini.
Makanan lokal yang disediakan yakni papeda dan ulat sagu. Disela-sela peluncuran, Rudy menjelaskan pentingnya mengonsumsi ulat sagu. Ulat sagu diketahui memiliki kandungan protein sebesar 13-17 persen, lemak 30-60 persen dan karbohidrat 5-10 persen.
Beberapa dinas dilibatkan dalam mensukseskan program ini, mulai dari DPMK, Kesehatan, pendidikan , Pertanian dan bidang-bidang yang lainnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Jean Rollo menyatakan ketersediaan pangan di Kota Jayapura masih aman, dipastikan kondisi tersebut akan bisa memenuhi kebutuhan program MBG.
“Yang menjadi kendala kami saat ini adalah harga program MBG bagi anak-anak di Provinsi Papua. Menurut pemerintah kabupaten setempat tidak cukup. Oleh sebab itu, perlu ada inovasi dan kerja sama tim,” kata Penjabat Gubernur Papua Ramses Limbong.
"Khsusunya untuk mendorong ketahanan pangan, dalam hal ini pangan lokal, sehingga kami mewajibkan setiap kampung harus berusaha meningkatkan ketahanan pangannya sesuai dengan kondisi dan potensi kampungnya masing-masing, " katanya kepada Cenderawasih Pos
Pantauan Cenderawasih Pos di Pasar Sentral Timika, Selasa (28/1), cabai rawit kini Rp 70 ribu per kilogram dari harga sebelumnya, Rp 60 ribu per kilogram. Kemudian, tomat dijual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram.
"Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pola konsumsi kita sudah berubah, jika dulu adalah konsumsi pangan lokal, sekarang sudah ketergantungan sama beras, jadi diharapkan kalau bisa ada konsumsi pangan lokal sehingga ketersediaan pangan lokal kita dapat terserap dengan baik," terangnya.
"Program MBG dipastikan dapat membantu perekonomian petani di Kampung kita karena mereka bisa memasok bahan pangan lokal untuk program tersebut. Sekarang yang menjadi catatan pentingnya adalah bagaimana upaya kita dalam mengelola atau memanfaatkan pangan lokal yang ada agar," tuturnya.
Selain itu, Ibu-ibu Bhayangkari juga menanam singkong pada lahan 2 yang tidak dibuatkan pagar lahan. Juga penanaman kacang tanah sebanyak 15 kg di lahan 1 kebun ketahanan pangan Polsek Bonggo seluas 45x30 meter atau 1350m².
Kepala Dinas DPMK Kota Jayapura, Makzi Lazarus Atanay menjelaskan, sesuai peraturan Menteri Desa Nomor 2 tahun 2024 tentang fokus penggunaan Dana Desa akan dialokasikan minimal 20% untuk ketahanan pangan dalam mendukung program MBG. Untuk menguatkan Permendes itu, dikeluarkan juga keputusan Menteri Desa Nomor 3 tahun 2025 tentang pengelolaan DD tersebut.
Ia berharap program itu tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berdampak positif terhadap pengurangan tingkat pengangguran dan kriminalitas di Kota Jayapura. "Kami berencana mengundang lebih banyak kelompok tani dan pemuda asli Kota Jayapura untuk terlibat. Harapannya, program ini dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dan menciptakan kesejahteraan yang lebih baik," tuturnya.
"Oleh karena itu kita berharap bahwa dukungan pemerintah dapat membantu dalam hal penyediaan sarana produksi yang dibutuhkan oleh petani, karena petani kita terbatas misalnya mungkin dari pupuk nanti dari pemerintah pusat, pemerintah daerah mungkin datangkan beni," jelasnya.