Cegah Paparan Pestisida Pangan Segar Pada MBG

Dinas Pangan Bakal Lakukan Uji dengan Rapid Test

JAYAPURA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pangan setempat bakal melakukan pengujian pangan segar guna mencegah paparan pestisida, sekaligus untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional makan bergizi gratis (MBG) pada 2026 berjalan lancar. Pelaksana Tugas Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami, mengatakan upaya tersebut difokuskan pada pemeriksaan sayur dan buah yang menjadi komponen utama penyusunan menu bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di berbagai wilayah.

“Pengawasan nantinya dilakukan mulai dari tingkat pasar, kebun, hingga dapur penyedia MBG. Selain itu kami juga melakukan pengambilan sampel langsung di dapur-dapur SPPG untuk memastikan bahan pangan yang digunakan aman dikonsumsi,” katanya di Jayapura, Selasa (28/4).

Baca Juga :  Tangani 31 ODGJ, Di Luar yang Masih Berkeliaran

Menurut Utami, pengujian dilakukan menggunakan rapid test untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin maupun residu pestisida pada pangan segar.

“Apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi bahan berbahaya, maka sumber bahan pangan tersebut akan segera ditelusuri dan direkomendasikan untuk tidak digunakan sementara waktu, guna mencegah dampak kesehatan bagi penerima manfaat,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya bakal memperkuat koordinasi dengan pihak penyelenggara MBG di sejumlah daerah.

“Kami baru melakukan koordinasi pada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Keerom, Kota dan Kabupaten Jayapura dan ke depan pengawasan akan diperluas ke beberapa wilayah lain seperti Sarmi dan Biak Numfor, menyesuaikan kondisi di lapangan,” katanya lagi.

Baca Juga :  Impor Papua April Alami Kenaikan 409,36 Persen

Dinas Pangan Bakal Lakukan Uji dengan Rapid Test

JAYAPURA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pangan setempat bakal melakukan pengujian pangan segar guna mencegah paparan pestisida, sekaligus untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional makan bergizi gratis (MBG) pada 2026 berjalan lancar. Pelaksana Tugas Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami, mengatakan upaya tersebut difokuskan pada pemeriksaan sayur dan buah yang menjadi komponen utama penyusunan menu bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di berbagai wilayah.

“Pengawasan nantinya dilakukan mulai dari tingkat pasar, kebun, hingga dapur penyedia MBG. Selain itu kami juga melakukan pengambilan sampel langsung di dapur-dapur SPPG untuk memastikan bahan pangan yang digunakan aman dikonsumsi,” katanya di Jayapura, Selasa (28/4).

Baca Juga :  Aspirasi 4 Kampung Ditindaklanjuti Sesuai Prioritas

Menurut Utami, pengujian dilakukan menggunakan rapid test untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin maupun residu pestisida pada pangan segar.

“Apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi bahan berbahaya, maka sumber bahan pangan tersebut akan segera ditelusuri dan direkomendasikan untuk tidak digunakan sementara waktu, guna mencegah dampak kesehatan bagi penerima manfaat,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya bakal memperkuat koordinasi dengan pihak penyelenggara MBG di sejumlah daerah.

“Kami baru melakukan koordinasi pada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Keerom, Kota dan Kabupaten Jayapura dan ke depan pengawasan akan diperluas ke beberapa wilayah lain seperti Sarmi dan Biak Numfor, menyesuaikan kondisi di lapangan,” katanya lagi.

Baca Juga :  Lakamaut di Tanjakan Belakang Otonom Diselesaikan Kekeluargaan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya