Pelajar dan Mahasiswa Rentan Jadi Sasaran Peredaran Narkotika

JAYAPURA–Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua meningkatkan langkah antisipasi terhadap peredaran narkotika jenis sabu yang dilaporkan mulai marak di sejumlah wilayah Papua. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sosialisasi kepada generasi muda serta peningkatan pengawasan di jalur masuk dan daerah-daerah yang rawan peredaran narkoba.

   Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol Alfian mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai informasi terkait meningkatnya peredaran sabu di sejumlah daerah. Selain penegakan hukum, langkah pencegahan juga menjadi prioritas dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

  “Kami akan menindaklanjuti setiap informasi yang masuk dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah serta lembaga terkait, untuk memberikan sosialisasi kepada anak-anak muda dan pelajar agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” kata Alfian, Rabu (26/8)

Baca Juga :  Pemkab Sarmi, KPU dan Bawaslu Tandatangani NPHD Pilkada Serentak

   Menurutnya, pelajar SMA hingga mahasiswa menjadi kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkotika. Karena itu, edukasi dan pencegahan sejak dini perlu diperkuat guna memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

  Selain sosialisasi, Ditresnarkoba Polda Papua juga akan meningkatkan kegiatan penyelidikan dan penindakan di sejumlah wilayah yang diinformasikan menjadi jalur peredaran sabu, seperti Wamena, Merauke, dan beberapa daerah lainnya.

   Alfian menjelaskan bahwa pengawasan di Bandara Sentani selama ini telah berjalan cukup baik berkat dukungan sarana pendeteksi dan kerja sama lintas instansi. Namun, kondisi berbeda masih ditemukan di sejumlah bandara perintis di daerah pedalaman yang belum memiliki peralatan pendeteksi narkotika yang memadai.

Baca Juga :  Polda Papua Bersama Doctor Share Berikan Pelayanan Medis

JAYAPURA–Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua meningkatkan langkah antisipasi terhadap peredaran narkotika jenis sabu yang dilaporkan mulai marak di sejumlah wilayah Papua. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sosialisasi kepada generasi muda serta peningkatan pengawasan di jalur masuk dan daerah-daerah yang rawan peredaran narkoba.

   Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol Alfian mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai informasi terkait meningkatnya peredaran sabu di sejumlah daerah. Selain penegakan hukum, langkah pencegahan juga menjadi prioritas dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

  “Kami akan menindaklanjuti setiap informasi yang masuk dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah serta lembaga terkait, untuk memberikan sosialisasi kepada anak-anak muda dan pelajar agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” kata Alfian, Rabu (26/8)

Baca Juga :  Gaji Besar DPR Ternyata Tak Disertai dengan Kualitas Kinerja

   Menurutnya, pelajar SMA hingga mahasiswa menjadi kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkotika. Karena itu, edukasi dan pencegahan sejak dini perlu diperkuat guna memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

  Selain sosialisasi, Ditresnarkoba Polda Papua juga akan meningkatkan kegiatan penyelidikan dan penindakan di sejumlah wilayah yang diinformasikan menjadi jalur peredaran sabu, seperti Wamena, Merauke, dan beberapa daerah lainnya.

   Alfian menjelaskan bahwa pengawasan di Bandara Sentani selama ini telah berjalan cukup baik berkat dukungan sarana pendeteksi dan kerja sama lintas instansi. Namun, kondisi berbeda masih ditemukan di sejumlah bandara perintis di daerah pedalaman yang belum memiliki peralatan pendeteksi narkotika yang memadai.

Baca Juga :  Resmikan Berbagai Kantor Bukti Pemprov Papua Tidak Pernah Diam

Berita Terbaru

Artikel Lainnya