Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

JAYAPURA- Jika selama ini yang sering adalah kabut asap dari Indonesia tertiup hingga masuk ke wilayah negara tetangga seperti Singapura maupun Malaysia, namun kini justru kabut asap dari negara tetangga yang masuk ke wilayah Indonesia dan mulai menimbulkan keresahan.

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga PNG. Ya, asap ini tertiup hingga masuk ke wilayah Keerom. Yang paling terdampak adalah warga di wilayah perbatasan. Plt Kepala BPBD Papua, B. Wisnu Raditya, mengatakan gejala awal kabut mulai terlihat sejak Minggu (23/8) sore.

Sehari kemudian, kondisi kabut semakin terpantau dan hingga Kamis (27/8) masih menyelimuti sejumlah wilayah.“Gejala awal itu sudah terlihat sejak Minggu (23/8) sore. Kemudian Senin (24/8) sudah mulai mengalami semacam kabut dan Kamis (27/8) masih terdapat kabut,” kata Wisnu, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos kemarin.

Baca Juga :  Perempuan Papua Pertama yang Jadi Dokter Bedah Saraf

Sementara berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Papua, sekira pukul 12:35 WIT, terlihat adanya sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah PNG. Kondisi di kawasan tersebut bahkan terpantau cukup pekat. BPBD kemudian mencermati arah pergerakan angin untuk memastikan kemungkinan sumber kabut yang menyelimuti Jayapura dan Keerom.

JAYAPURA- Jika selama ini yang sering adalah kabut asap dari Indonesia tertiup hingga masuk ke wilayah negara tetangga seperti Singapura maupun Malaysia, namun kini justru kabut asap dari negara tetangga yang masuk ke wilayah Indonesia dan mulai menimbulkan keresahan.

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga PNG. Ya, asap ini tertiup hingga masuk ke wilayah Keerom. Yang paling terdampak adalah warga di wilayah perbatasan. Plt Kepala BPBD Papua, B. Wisnu Raditya, mengatakan gejala awal kabut mulai terlihat sejak Minggu (23/8) sore.

Sehari kemudian, kondisi kabut semakin terpantau dan hingga Kamis (27/8) masih menyelimuti sejumlah wilayah.“Gejala awal itu sudah terlihat sejak Minggu (23/8) sore. Kemudian Senin (24/8) sudah mulai mengalami semacam kabut dan Kamis (27/8) masih terdapat kabut,” kata Wisnu, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos kemarin.

Baca Juga :  Bangun Mamteng, Masyarakat Diminta Bersatu dan Bergandeng Tangan

Sementara berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Papua, sekira pukul 12:35 WIT, terlihat adanya sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah PNG. Kondisi di kawasan tersebut bahkan terpantau cukup pekat. BPBD kemudian mencermati arah pergerakan angin untuk memastikan kemungkinan sumber kabut yang menyelimuti Jayapura dan Keerom.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya