Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM 

JAYAPURA–Ditreskrimum Polda Papua bersama Polresta Jayapura Kota masih terus melakukan pendalaman terkait insiden ditemukannya botol berisi bahan bakar di area Kantor Komnas HAM Papua.

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor), botol tersebut terkonfirmasi mengandung senyawa hidrokarbon yang biasa ditemukan pada bahan bakar minyak jenis bensin atau minyak tanah.

   Meski demikian, dari hasil olah TKP, botol tersebut diketahui belum terpasang sumbu. Polisi masih mendalami apakah peristiwa ini merupakan aksi pelemparan sengaja atau ketidaksengajaan.

  “Dari hasil olah TKP, botol tersebut belum dipasangi sumbu. Kami masih mendalami apakah peristiwanya merupakan dugaan pelemparan atau ada unsur ketidaksengajaan meletakkan botol tersebut di lokasi terjatuh, yaitu di bawah kipas blower AC,” ujar Kombes Pol Parasian H. Gultom , Selasa (15/9)

Baca Juga :  Permudah Pelayanan, Diminta RS Ramela Tempatkan Petugas BPJS

   Dalam proses penyelidikan awal, tim penyidik telah mengamankan dan memeriksa sejumlah rekaman CCTV yang mengarah ke lokasi kejadian maupun jalur di sekitarnya. Namun, analisis awal pada rekaman CCTV saat terdengar bunyi jatuhnya botol belum menunjukkan adanya pergerakan atau aktivitas mencurigakan di depan kantor.

JAYAPURA–Ditreskrimum Polda Papua bersama Polresta Jayapura Kota masih terus melakukan pendalaman terkait insiden ditemukannya botol berisi bahan bakar di area Kantor Komnas HAM Papua.

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor), botol tersebut terkonfirmasi mengandung senyawa hidrokarbon yang biasa ditemukan pada bahan bakar minyak jenis bensin atau minyak tanah.

   Meski demikian, dari hasil olah TKP, botol tersebut diketahui belum terpasang sumbu. Polisi masih mendalami apakah peristiwa ini merupakan aksi pelemparan sengaja atau ketidaksengajaan.

  “Dari hasil olah TKP, botol tersebut belum dipasangi sumbu. Kami masih mendalami apakah peristiwanya merupakan dugaan pelemparan atau ada unsur ketidaksengajaan meletakkan botol tersebut di lokasi terjatuh, yaitu di bawah kipas blower AC,” ujar Kombes Pol Parasian H. Gultom , Selasa (15/9)

Baca Juga :  BNI Edukasi Anak Hadapi Perkembangan Teknologi

   Dalam proses penyelidikan awal, tim penyidik telah mengamankan dan memeriksa sejumlah rekaman CCTV yang mengarah ke lokasi kejadian maupun jalur di sekitarnya. Namun, analisis awal pada rekaman CCTV saat terdengar bunyi jatuhnya botol belum menunjukkan adanya pergerakan atau aktivitas mencurigakan di depan kantor.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya