JAYAPURA – Musim hujan yang diiringi tingginya intensitas curah hujan kerap menjadi momen menegangkan bagi sebagian warga Kota Jayapura. Permasalahan banjir yang berulang dan melumpuhkan aktivitas ekonomi serta pemukiman warga kini menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura.
Wakil Ketua DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, S.E., menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan titik-titik rawan banjir agar masuk dalam skala prioritas pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jayapura Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, menguraikan keluhan masyarakat yang kian meningkat menjadi dorongan utama bagi legislatif untuk bertindak tegas. Ia menyebut kawasan Entrop di Distrik Jayapura Selatan menjadi salah satu titik fokus utama penanganan karena sering kali menjadi langganan genangan air parah setiap kali hujan deras mengguyur wilayah ibu kota Provinsi Papua tersebut.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan analisis pemetaan masalah di lapangan, penyumbatan drastis pada saluran air dan drainase utama menjadi pemicu mendasar meluapnya air ke permukaan jalan hingga perumahan.
Menurutnya, luapan air tersebut dipicu oleh penumpukan material sedimen berupa batu, lumpur, pasir, hingga timbunan sampah yang terbawa arus dari kawasan yang lebih tinggi.
”Masalah ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan solusi parsial atau sekadar penanganan darurat sementara. Pembenahan harus dilakukan secara mendasar dan berkelanjutan,” tegas Max ungkap Max dalam pers rilisnya.
Menanggapi berbagai aspirasi kritis dari warga, Max memastikan bahwa seluruh masukan masyarakat tidak akan berhenti sebagai catatan semata.
“DPR Kota Jayapura siap menghimpun dan mengawal ketat seluruh usulan tersebut melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Dewan, yang nantinya disalurkan secara resmi ke pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme perencanaan pembangunan yang berlaku,” kata max.
JAYAPURA – Musim hujan yang diiringi tingginya intensitas curah hujan kerap menjadi momen menegangkan bagi sebagian warga Kota Jayapura. Permasalahan banjir yang berulang dan melumpuhkan aktivitas ekonomi serta pemukiman warga kini menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura.
Wakil Ketua DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, S.E., menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan titik-titik rawan banjir agar masuk dalam skala prioritas pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jayapura Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, menguraikan keluhan masyarakat yang kian meningkat menjadi dorongan utama bagi legislatif untuk bertindak tegas. Ia menyebut kawasan Entrop di Distrik Jayapura Selatan menjadi salah satu titik fokus utama penanganan karena sering kali menjadi langganan genangan air parah setiap kali hujan deras mengguyur wilayah ibu kota Provinsi Papua tersebut.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan analisis pemetaan masalah di lapangan, penyumbatan drastis pada saluran air dan drainase utama menjadi pemicu mendasar meluapnya air ke permukaan jalan hingga perumahan.
Menurutnya, luapan air tersebut dipicu oleh penumpukan material sedimen berupa batu, lumpur, pasir, hingga timbunan sampah yang terbawa arus dari kawasan yang lebih tinggi.
”Masalah ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan solusi parsial atau sekadar penanganan darurat sementara. Pembenahan harus dilakukan secara mendasar dan berkelanjutan,” tegas Max ungkap Max dalam pers rilisnya.
Menanggapi berbagai aspirasi kritis dari warga, Max memastikan bahwa seluruh masukan masyarakat tidak akan berhenti sebagai catatan semata.
“DPR Kota Jayapura siap menghimpun dan mengawal ketat seluruh usulan tersebut melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Dewan, yang nantinya disalurkan secara resmi ke pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme perencanaan pembangunan yang berlaku,” kata max.