Pisau yang Tembus di Leher ASN Berhasil Dikeluarkan

JAYAPURA–Setelah tiga hari tertancap di lehernya, sangkur yang melukai MM, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Puncak, akhirnya berhasil dicabut tim medis RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada Selasa (3/11). Korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di Ilaga itu kini sudah sadar.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa usai kejadian pada Minggu (1/11), korban langsung dilarikan ke RSUD Ilaga. Karena keterbatasan peralatan, korban dirujuk ke RSUD Mimika pada Senin (2/11). Rumah sakit tersebut juga belum dapat menangani luka korban, sehingga ia diterbangkan ke Makassar. Di diruang ICU RS Wahidin, sangkur yang menancap di leher korban akhirnya dapat dicabut.

Baca Juga :  Terbitkan Inpres Percepatan Pembangunan Papua

“Korban sudah dioperasi di Makassar dan kondisinya stabil,” ujar Yusuf, Rabu (4/11).

Pascakejadian, aparat meningkatkan pengawasan dan kesiagaan di wilayah tersebut. “Langkah kami lakukan peningkatan pengawasan dan siaga,” katanya.

Yusuf mengakui pola gerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat ini lebih dominan menggunakan senjata tajam, berbeda dengan sebelumnya yang cenderung memakai senjata api. Meski demikian, ia menegaskan strategi pengamanan Operasi Damai Cartenz tidak berubah.

“Pola kejahatannya sama saja, yang berbeda hanya senjatanya. Jadi pengamanan kami tidak ada perubahan, untuk menjamin masyarakat tetap tenang,” tegasnya.

JAYAPURA–Setelah tiga hari tertancap di lehernya, sangkur yang melukai MM, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Puncak, akhirnya berhasil dicabut tim medis RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada Selasa (3/11). Korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di Ilaga itu kini sudah sadar.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa usai kejadian pada Minggu (1/11), korban langsung dilarikan ke RSUD Ilaga. Karena keterbatasan peralatan, korban dirujuk ke RSUD Mimika pada Senin (2/11). Rumah sakit tersebut juga belum dapat menangani luka korban, sehingga ia diterbangkan ke Makassar. Di diruang ICU RS Wahidin, sangkur yang menancap di leher korban akhirnya dapat dicabut.

Baca Juga :  Pj Gubernur Lantik Pj Wali Kota Jayapura dan Pj Bupati Sarmi

“Korban sudah dioperasi di Makassar dan kondisinya stabil,” ujar Yusuf, Rabu (4/11).

Pascakejadian, aparat meningkatkan pengawasan dan kesiagaan di wilayah tersebut. “Langkah kami lakukan peningkatan pengawasan dan siaga,” katanya.

Yusuf mengakui pola gerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat ini lebih dominan menggunakan senjata tajam, berbeda dengan sebelumnya yang cenderung memakai senjata api. Meski demikian, ia menegaskan strategi pengamanan Operasi Damai Cartenz tidak berubah.

“Pola kejahatannya sama saja, yang berbeda hanya senjatanya. Jadi pengamanan kami tidak ada perubahan, untuk menjamin masyarakat tetap tenang,” tegasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya