Tim gabungan ini tengan menyelidiki motif di balik insiden penikaman yang menewaskan Awes. Brigpol Fredi ditemukan meninggal dunia di kawasan Kompleks Jalan Pertanian Halabok Paradiso Belakang, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Senin (20/7
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta berinisial YPR. Korban dilaporkan kritis setelah dibacok oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Perintis, Kelurahan
Kapolres menyampaikan, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) di lokasi penambangan Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Kapolres Wisnu Perdana menjelaskan, kejadian b
Puluhan motor yang dibakar itu sedang diparkir di tempat parkir khusus Pelabuhan Kondap Kelama Lima Merauke. Dari 17 unit motor berbagai merek dan jenis tersebut, 13 unit diantaranya tinggal kerangka besi. Sementara 4 unit lainnya, meski na
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras. Sebelum kejadian, Faris diketahui baru saja menyelesaikan aktivitas malamnya dan sempat singgah di rumah seorang rekan untuk meminjam
Insiden ini memicu respons cepat dari aparat Polsek Kuala Kencana setelah menerima laporan darurat mengenai aksi premanisme brutal dan pemalakan di objek wisata tidak resmi di depan kawasan Cafe Wanal Ban, sebuah lokasi
Tim medis kemudian melakukan tindakan lanjutan, termasuk operasi, guna menstabilkan kondisi korban. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif dan belum dapat dimintai keterangan. Sementara itu, Satgas Operas
Belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait kronologis kejadian ini. Informasi justru beredar dari beberapa platform media sosial. Dan dampak dari kejadian ini aparat akhirnya kini masih berjaga-jaga. Dari informa
Berdasar kesaksian Palti, kiriman misterius itu baru dicek oleh keluarganya sekitar pukul 7 pagi. Mereka kaget karena ada bangkai kepala anjing. Sebelumnya, dia mengaku dikirimi 2 paket dengan mekanisme pembayaran COD. P
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan di kawasan tambang yang selama ini dikenal memiliki pengamanan berlapis serta berstatus sebagai objek vital nasional tersebut.
VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp pada Rabu malam menyampaikan bahwa keluarga besar PTFI sangat berduka atas kehilangan satu orang rekan karyawan tersebut. Adapun
Korban mengenali salah satu pelaku secara fisik karena yang bersangkutan kerap membeli pinang di tempatnya. Namun, tanpa diduga, kedekatan sebagai pelanggan itu justru berubah menjadi aksi kekerasan. Tanpa banyak bicara,
Menurut keterangan saksi, Luter Matuan (40), Kepala Desa Kurima, kedua pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang dua unit ambulans yang masing-masing berjenis Triton warna putih dan Arena APV putih bernomor
Seorang warga sipil bernama Andika Harudin (41) menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Distrik Ilu, Kamis (12/2) sekitar pukul 15.55 WIT. Rentetan kasus kekerasan bersenjata ini seperti sulit diprediks
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Kolonel Infanteri Honi Havana menyampaikan bahwa informasi awal berkaitan dengan peristiwa penembakan pesawat tersebut sudah diperoleh.
Rentetan kekerasan itu memuncak pada Senin (2/2), ketika Daniel Datti, SE (41), seorang pekerja mebel di SMP YPK Yakpesmi Dekai, tewas setelah diserang orang tak dikenal (OTK) di lingkungan sekolah. Korban kemudian dieva
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIT di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai, tepatnya di lingkungan SMP YPK Yakpesmi Dekai. Korban yang saat kejadian sedang bekerja membuat perlengkapan meja dan kurs
Pengungkapan berawal dari kecurigaan seorang kru maskapai Asian One berinisial MAAP terhadap sebuah paket titipan yang dikemas dalam karton coklat berlakban putih.
Paket tersebut sebelumnya dititipkan oleh seorang agen
Bagaimana tidak, dalam keadaan mabuk ia menggunakan pisau berupaya menikam seorang pemuda berinisial DP yang ketika itu hendak membeli parfum. Ia terus menyerang dan mengejar hingga akhirnya pemuda yang belum diketahui i
Menurutnya, kondisi keamanan di rumah dinas pejabat maupun di lingkungan Kantor DPRK Mimika sudah sangat memprihatinkan. Karena itu, kata Primus perlu adanya evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pengamanan
"Korban bernama Ramli S (51) ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian perkara dengan luka bacok pada bagian leher. Korban diduga dianiaya oleh lima orang pelaku tidak dikenal yang menggunakan senjata tajam," ujar Bri
Mirisnya dari penganiayaan secara brutal ini salah satu sopir dinyatakan meninggal dunia sedangkan satunya lagi harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius. Hingga kini polisi masih menyelidiki identitas
Saat itu, korban bernama Sulton Fatahrau (15) sedang mengendarai sepeda motornya dan mengantar adiknya ke sekolah. Sepulang dari sekolah sang adik, ia dibuntuti oleh dua orang tak dikenal yang saat itu menggunakan sepeda
Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, masing-masing Sugianto (43) dan Hardiyanto (39). Sementara itu, satu korban lainnya, Nur Asyah istri almarhum Sugianto bersama seorang kerabat, berhasil menyelama
Menurut saksi mata di lokasi, suasana sempat mencekam ketika pelaku mengamuk sambil menodongkan senjata tajam. Salah satu tokoh masyarakat yang juga kepala suku setempat berusaha menghentikan aksi pelaku dengan berteriak
Seorang pedagang sayur bernama Bahar akhirnya meregang nyawa usai dianiaya oleh orang tak dikenal (OTK). Mirisnya kejadian ini terjadi di pintu masuk gereja di Km 4. Bahar baru saja mengantar sayur mayur dan ubi sesuai p
Setelah menjalani proses evakuasi dan pemeriksaan medis di RS Bhayangkara Jayapura, jenazah almarhumah Melani Wamea (31), guru yang menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal di Kampung Holuwon, Distrik Holuwon, K
Lokasinya di area perbukitan atau sekitar 30 menit berjalan kaki dari sekolah. Setibanya di lokasi, salah seorang murid melihat dua orang tak dikenal membawa parang dan panah di bawah bukit yang diduga hendak memalang ja
Adapun penemuan jasad korban ini berawal pada Sabtu pukul 13.16 WIT tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar camp. Dua regu dibentuk untuk memperluas area pencarian. Sekitar pukul 15.30 WIT korban akhirnya ditemukan
Pada Kamis, tanggal 18 September 2025 sekira pukul 06.15 WIT, Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana menerima informasi terkait adanya satu unit Ekskavator yang dibakar oleh OTK. Ekskavator tersebut menurut informasi d
Proses evakuasi dilakukan sejak pukul 07.30 WIT. Tim tiba di lokasi kejadian pukul 08.30 WIT dan berhasil membawa jenazah ke RSUD Mulia pada pukul 09.30 WIT," jelas Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ra
Ipda Yusak menyebut, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIT. Saat itu korban tengah duduk di depan kios, tak lama kemudian seorang pria menghampirinya dan langsung melakukan penikaman. “Pelaku datang langsung tida
Dikatakan, peristiwa pencurian dengan kekerasan itu terjadi pada Minggu, 10 Agustus 2025 sekira pukul 01.00 WIT di Jalan Pertamina dekat gudang Bulog, Kabupaten Merauke. Korban SS (22) diserang oleh pelaku yang belum ter
Kapolres mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima pihak kepolisian bahwa saat melakukan aksinya, pelaku berjumlah tiga orang. P olisi pun kemudian melakukan pendalaman terkait hal tersebut.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa Polri melalui satgas yang dia pimpin bersama Polres Yahukimo akan mengusut tuntas kasus tersebut. Dia menegaskan, tidak mentolerir tindaka
Akibat serangan tersebut, Aris mengalami luka parah di beberapa bagian tubuh dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Paniai. Korban sebelumnya sempat dirawat di RSUD Waghete II sebelum akhirnya dir
Serka Rudolf merupakan korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) hingga meregang nyawa di Pasar Bhintuka, SP 13, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu, 13 Juli 2025. Kasus pem
Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di pelipis mata kiri yang menembus hingga ke bagian belakang kepala. Berdasarkan informasi awal, sekitar pukul 19.05 WIT, korban tengah menikmati kopi di dalam rumahnya ketika du
“Mereka mencatut nama penyidik Kejati Papua lalu menghubungi dan mengancam beberapa Kepala OPD di lingkup Pemprov Papua, maupun Kabupaten Jayapura. Kemudian meminta sejumlah uang dengan menjanjikan sesuatu, yang menghamb
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, (28/6), sekitar pukul 18.45 WIT, di area kompleks Kios Palopo, Distrik Sugapa. Berdasarkan laporan yang terima kejadian itu bermula saat Bripda Ricardo tengah menuntup Kios. Ia sempat me
AKP Djemi Reinhard mengaku, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait aksi penikaman tersebut. Dia menyebutkan, saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika dan telah mend
Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan menyampaikan bahwa bahwa peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 00.15 WIT, ketika petugas jaga Polres Puncak Jaya menerima laporan dari Pos Jaga Kantor Bupati mengenai kebakaran d
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Jan Makatita, mengungkapkan bahwa kejadian memilukan ini diduga kuat dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK). “Personel Polres Mamberamo Tengah tengah menangai kasus tersebut, diduga d
Kejadian yang kemudian terekam Closed Circuit Television (CCTV/Televisi Sirkuit Tertutup) itu terjadi pada Sabtu 7 Juni 2025 sekitar pukul 01.00 WIT. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mengenakan celana pendek berw
Hingga kini, pelaku penembakan belum terungkap. Baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kejadian bermula saat Bripka Marsidon tengah mengantar korban kecelakaan lalu lintas ke IGD. Saat hendak kembali ke Mapolres menggunakan mobil dinas, terdengar tembakan dari arah luar pagar rumah sakit. Salah satu peluru
YKKMP menilai penembakan terhadap anggota Polres Jayawijaya itu melanggar hukum humaniter internasional. Menurut Theo setiap wilayah perang di tempat-tempat umum tidak boleh diganggu. Ia pun sangat perihatin terhadap pen
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa rujukan dilakukan karena korban memerlukan perawatan lebih lanjut.
"Sebelumnya, korban telah dirawat di RS Bhayangkara Jayapura dan da
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali terjadi di rumah milik Linus Wonda yang diduga dibakar oleh sekelompok orang dalam kondisi mabuk. "M
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa insiden terjadi tak lama setelah Bripka Marsidon bersama rekannya, Aipda Bakri Sidikun, mengantar korban kecelakaan lalu lintas dari Jalan JB
“Benar, telah terjadi penembakan terhadap anggota kami, Bripka Marsidon Debataraja, di depan IGD RSUD Wamena sekira pukul 19.00 WIT. Saat ini korban sudah mendapat perawatan dan dalam keadaan sadar,” ujar Kombes Jan Maka
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan, saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika dua pelaku mendatangi pangkalan ojek di Kampung Mulia Ambut, tepatnya di dalam Kota
Kapolres Dogiyai, Kompol Y. Mince Mayor, mengungkapkan bahwa korban yang merupakan staf honorer dan ia juga bekerja menjaga rumah dokter seorang dokter. Ia diduga menjadi korban kekerasan dari kelompok tak dikenal (OTK) yang sebelumnya menyerang aparat keamanan.
"Serda Tomas sempat melakukan perlawanan dengan menangkis serangan, namun tetap mengalami luka bacok pada bagian pinggang kiri dan lengan kanan," ujar Kapendam dalam keterangannya tertulisnya Rabu (7/5).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, korban sedang berbelanja di pasar. Namun tiba-tiba seorang yang tidak
"Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan luka bacok di tubuhnya. Tidak ditemukan luka tembak. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam," ungkap AKBP Zet Saalino
Korban yang merupakan mantan Kapolsek Mulia itu mengalami luka tembak di pipi kanan yang menembus hingga ke leher bagian belakang sebelah kiri. Nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak tersebut. Kejadian seperti ini s
Dari informasi yang diterima Cenderawasih Pos, diketahui kejadian ini terjadi pada pukul 18.55 WIT dimana saat itu korban baru saja selesai menutup kiosnya. Lalu beberapa menit kemudian diketahui ada 5 mendatangi kios
Wakaops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol Adarma Sinaga, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan aksi penembakan tersebut awalnya menargetkan dua anggota Polres Intan Jaya yang sedang melintas menggunakan kendaraan roda dua (KR2). Namun, upaya penyerangan itu gagal karena tembakan yang dilepaskan oleh pelaku tidak mengenai sasaran.
Kapala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIT saat dua orang tak dikenal datang ke kios milik korban dengan berpura-pura hendak berbelanja. Ketika korban menanyakan apa yang ingin dibeli, salah satu pelaku tiba-tiba menodongkan senjata yang diduga rakitan dan melepaskan tembakan.
Berdasarkan data yang dihim pun Cenderawasih Pos te rungkap, sebelum terjadi penembakan saksi berinisial ST melihat ada dua orang yang mencurigakan, seorang di antaranya mengeluarkan senjata dari balik baju dan menembak melalui celah papan di kios dan mengenai korban.
Pencuri, kata Joseph masuk ke dalam aula Kelurahan Mandala dengan cara mencungkil jendela. Karena menurutnya, seluruh jendela Aula Kelurahan Mandala telah ditutup mati dalam arti dipaku. Apalagi jendela tidak dipasangi teralis besi. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian membuka pintu samping dengan cara paksa.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan Aiptu Hidayat, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Bhayangkara setelah kritis karena mengalami luka bacok di bagian kepalanya. “Rencana jenazah Aiptu Hidayat akan disemayamkan ke Kampung Halamannya yakni di Kabupaten Magetan, Jawa Timur,” ucap Kabid Humas dalam press rilisnya.
Brigpol Tri Yudha setelah sebelumnya dilaporkan kritis karena mengalami luka bacok di bagian kepala depan hingga hidung yang membuat korban langsung dilarikan ke RSUD Tiom dan berakhir RSUD Wamena. Sementara itu Korban Aiptu Hidayat telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk dilakukan perawatan intensif.
Tak hanya itu, ada juga seorang warga sipil yang ikut jadi korban. Ia tertembak. Kejadian ini terjadi di Jalan Nogi-Wamena, Kampung Yakobak, Distrik Nogi, Kabupaten Lanny Jaya Rabu (11/12) sekira pukul 12.35 WIT dimana berdasarkan informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, terdapat dua anggota Polres Lanny Jaya yang tertembak.
Direktur Samapta Polda Papua, Kombes Pol. Sondang R.D. Siagian, mengatakan saat ini korban sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura, setelah mengalami luka akibat insiden tersebut. Dalam kunjungannya Kombes Sondang, menyampaikan dukungan moril kepada Bripda Choisu dan keluarganya. Ia menegaskan bahwa Polda Papua akan memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan korban.
Aske Mabel sendiri merupakan anggota Polri dari Polres Yalimo yang melarikan diri dan bergabung dengan kelompok berseberangan. Dari beberapa senjata yang dikuasai ia kemudian membentuk tim kecil yang mulai menunjukkan eksistensinya. Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samonsabra saat dihubungi Cenderawasih Pos menduga pelaku penembakan sopir truk hingga tewas itu merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wilayah Yalimo Aske Mabel.
AKBP Heru mengatakan berdasarkan keterangan saksi kejadian itu terjadi sekira pukul 21.00 WIT. Saat korban bersama teman-temannya usai nongkrong disalah satu kedai dan hendak mau pulang kerumahnya tiba-tiba empat OTK membawa senjata tajam dengan kendaraan bermotor lalu mengejar korban dan temannya.
Dijelaskan bahwa kejadian tewasnya dua tukang ojek ini terjadi Kamis (21/11) sekira pukul 16.30 WIT di Kampung Weni, Distrik Mage'abume, Kabupaten Puncak. Terungkap setelah ada warga mendatangi Polsek Sinak dan melapor jika dirinya mendapati informasi dari tetangganya yang berteriak setelah mengetahui ada dua sosok tukang ojek yang diduga dari Mulia tergeletak tak bernyawa.
Ancaman dari kelompok KKB masih terus terjadi. Terbaru pada Sabtu (2/11) dua orang warga sipil diserang KKB, satu diantaranya meningal dunia dan satunya lagi berhasil menyelamatkan diri. Menangapi hal tersebut Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Brigjen Pol. Faizal Rahmadani yang juga menjabat sebagai Kepala Operasi Damai Cartenz (ODC) mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut.
"Pukul 13.12 WIT, bertempat di Distrik ilu, Kab.Puncak jaya, telah terjadi Tindak Pidana Penganiayaan Berat (pembacokan) yang dilakukan oleh OTK terhadap Personil Polsek Ilu Polres Puncak Jaya atas nama Bripka Arif Hidayat,” ucap Kabid Humas melalui press rilis yang di terima cenderawasih pos, Minggu (27/10).
Dan jika sebelumnya disebut OTK, setelah dilakukan olah TKP dan penyelidikan, Polisi akhirnya memastikan jika pelaku penembakan warga sipil ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kelompok Lery Mayu yang dipimpin oleh Lekagak Telenggen.
Polres Puncak Jaya telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui terjadinya penembakan tersebut guna mengidentifikasi pelaku dan motif kekerasan menggunakan senjata api yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, saat dikonfirmasi telah membenarkan peristiwa penembakan tersebut.
Kabid Humas itu mengatakan kronologi kejadian yang mengakibatkan gugurnya satu anggota polisi, Briptu Kiki Supriyadi, penyerangan terjadi saat personel Polsek Ilu sebanyak 4 orang kembali dari Kota Mulia yang saat itu melintasi Kali Pagargom Distrik Kalome Kabupaten Puncak Jaya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo membenarkan kejadian tersebut. Benny mengatakan kejadian terjadi pada, Minggu (1/9) sekira pukul 16.05 WIT di jalan Trans Nabire Enatorali KM 192. Saat itu truk yang dikemudikan oleh Junaidi dan 2 penumpang Edwin dan Omar melintasi jalan tersebut.
Kabupaten Yahukimo kembali tegang. Setelah cukup lama tenang, pada Rabu (31/6) terjadi kasus pembacokan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) yang mengakibatkan korban tewas. Korban bernama Abdul Muzakir tewas usai mengalami sejumlah luka bacok.
Kapolres Jayawijaya Melalui Wakapolres Jayawijaya Kompol Muh. Nurbakti membenarkan adanya kasus tindak pidana Penganiayaan oleh orang tak dikenal yang menyebabkan korban mengalami luka bacok pada bagian kepala sebelah kiri dan belakang atas nama Dani Alias Pertambo.
Kepala Bagian Operasi Polresta Manokwari Komisaris Polisi Wisnu Prasetyo mengatakan, kepolisian terus mengumpulkan bukti guna mengungkap identitas pelaku sekaligus motif penembakan terhadap advokat senior tersebut,
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara menyampaikan informasi ini langsung. Ia menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang kebetulan melewati Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melihat korban sudah dalam keadaan lemas dan bersimbah darah.
Ini setelah satu warga sipil bernama Jainul tewas terkapar dan bersimbah darah. Korban tewas dengan luka tembak yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK). Hingga kini polisi masih menelusuri kasus penembakan ini dengan mencari saksi-saksi.
Sebisa mungkin ketika itu menghafal apa yang menjadi ciri – ciri atau identitas dari orang tak dikenal tersebut. Ini untuk membantu jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan semisal terjadi bentuk kekerasan fisik yang kemudian pelakunya melarikan diri.
Kronologi kejadiannya, ungkap Kapolres I Komang Budhiarta berawal saat korban dalam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor di Jalan Trans Papua antara Kampung Autriop dan Tinggam, Distrik Mindiptana kemudian ada orang yang tak dikenalnya yang merupakan pelaku yang dalam keadaan mabuk menyalib dan memberhentikan korban.
Kronologi kejadiannya, ungkap Kapolres berawal saat korban berangkat menggunakan sepeda motor dari rumahnya dengan tujuan kampus tempat korban kuliah. Pada saat Korban melintas di area Kuburan Umum Yobar, tiba-tiba dihadang oleh terlapor yang pada saat itu membawa sebilah parang.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Adi menyampaikan bahwa pembakaran camp ini terjadi pada Selasa (6/7) yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK). Benny menjelaskan bahwa kronologi kejadian dimulai saat terdengar tembakan sebanyak 4 kali disekitar lokasi Camp 81 Wilkum Pospol 99 Ndeotadi, Polres Paniai.
Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suarnaya, SH, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK didampingi KBO Reskrim Ipda Sewang ditemui membenarkan laporan pemerkosaan yang dialami korban tersebut.
“Korban pengemudi mobil starwagon warna putih menabrak sepeda motor Vixion yang dikendarai dua orang pemuda sehingga mengakibatkan mobil menabrak pagar rumah dan sepeda motor masuk ke parit dengan roda depan patah.”ungkapnya di Wamena.
Tayangan televisi Korea Selatan menunjukkan Lee yang mengenakan setelan jas hitam dan dalaman kemeja putih formal sedang melakukan sesi tanya jawab dengan sejumlah wartawan usai kunjungannya tersebut.
Kapolsek Wamena Kota AKP Najamuddin, S.Sos, SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan tersebut dan mengatakan bahwa korban Rahmatul IFA (28) saat ini masih dirawat di RSUD Wamena dengan luka tusuk di bagian dada dan punggung sebelah kiri.
Pelaku yang hingga kini masih disebut sebagai orang tak dikenal (OTK) masih dalam menyelidikan. Polisi menduga jika pelaku adalah sosok pria berambut gimbal yang menggunakan kaos dan celana hitam sesuai dengan keterangan saksi – saksi.
Dari aksi penikaman itu korban sempat dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapat perawatan medis usai pisau tersebut berhasil dicabut korban sendiri namun nyawanya tak bisa terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
"Menurut informasi yang beredar, kejadiannya hari Sabtu tanggal 2 September 2023 di Bompay Kali Lapar. Hari itu juga saya bersama Kapolsek Waris dan Danramil melakukan patroli sekaligus cek ke lokasi kejadian hasilnya nihil. Untuk itu saya pastikan informasi itu hoaks," tegasnya.
Belum disampaikan siapa saja pelaku penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya warga tersebut . Namun dari video terlihat salah satu warga dinyatakan perlu segera dievakuasi akibat luka di lehernya.
“Jadi laporan penembakan tersebut dilakukan OTK pada saat pesawat hendak mendarat di lapter Distrik Homeyo. Saksi menyebut bahwa mereka mendengar 10 kali bunyi tembakan,” kata Kombes Benny.
Kepala satu anggota satgas bocor dan mengeluarkan darah. Kabarnya, para OTK ini juga hendak melakukan perampasan senjata sehingga aparat terpaksa melepaskan tembakan dan ada salah satu warga yang terkena tembakan kemudian tewas.
“Tindak tegas secara hukum seluruh pelaku kriminalitas yang telah mengganggu ketertiban di Tanah Papua terlebih hingga menghilangkan nyawa seseorang,” tegas Kapolda, Kamis (4/5).
Kepolisian Resor Intan Jaya tengah mendalami kasus pembacokan yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap korban atas nama Hajar Ramadhan (33), Jumat (3/1). Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo saat ditemui di Media Center Bid Humas Polda Papua membenarkan pembacokan tersebut.