Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat apabila ada hujan yang turun mungkin bisa ditampung untuk persediaan air ke beberapa waktu ke depan, karena musim kemarau ini masih akan berlangsung cukup panjang hingga akhir agustus atau awal september,”jelas Ahmad Armanda.

Panjangnya musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan saat ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah Kota Wamena, sebab banyak sumur bor milik warga yang debit airnya sedikit bahkan ada yang sudah mulai mengering, khususnya di perumahan-perumahan yang ada di dataran tinggi hingga menengah.

Salah satu warga kota Wamena Obbok Silak mengaku jika sudah 2 minggu sumur yang biasanya menjadi salah satu penyediaan air bersih di rumahnya di jalan irian atas debit airnya sudah kecil bahkan harus menunggu beberapa waktu lagi untuk bisa mengeluarkan air, bahkan ada beberapa sumur juga yang sudah kering.

Baca Juga :  89 Warga Binaan Lapas Wamena Dapat Remisi, Satu Bebas

“Kebanyakan di Wamena kami masyarakat hanya mengandalkan air dari sumur bor sebab tidak ada penyediaan air bersih dari PDAM, pada pertengahan musim kemarau ini kami mulai merasakan kekurangan pasokan air bersih,”bebernya.

Obbok juga mengaku jika, apabila situasi kemarau ini lebih panjang maka diharapkan pemerintah bisa mengambil langkah untuk penyediaan air bersih, sebab air menjadi sumber kehidupan baik bagi manusia, ternak maupun tumbuhan, apalagi di wilayah Papua Pegunungan kebanyakan kehidupan masyarakat tergantung dari hasil pertanian yang memang sangat membutuhkan air.(jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat apabila ada hujan yang turun mungkin bisa ditampung untuk persediaan air ke beberapa waktu ke depan, karena musim kemarau ini masih akan berlangsung cukup panjang hingga akhir agustus atau awal september,”jelas Ahmad Armanda.

Panjangnya musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan saat ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah Kota Wamena, sebab banyak sumur bor milik warga yang debit airnya sedikit bahkan ada yang sudah mulai mengering, khususnya di perumahan-perumahan yang ada di dataran tinggi hingga menengah.

Salah satu warga kota Wamena Obbok Silak mengaku jika sudah 2 minggu sumur yang biasanya menjadi salah satu penyediaan air bersih di rumahnya di jalan irian atas debit airnya sudah kecil bahkan harus menunggu beberapa waktu lagi untuk bisa mengeluarkan air, bahkan ada beberapa sumur juga yang sudah kering.

Baca Juga :  Aktivitas Perekonomian, Pendidikan dan Kesehatan Harus Tetap Jalan

“Kebanyakan di Wamena kami masyarakat hanya mengandalkan air dari sumur bor sebab tidak ada penyediaan air bersih dari PDAM, pada pertengahan musim kemarau ini kami mulai merasakan kekurangan pasokan air bersih,”bebernya.

Obbok juga mengaku jika, apabila situasi kemarau ini lebih panjang maka diharapkan pemerintah bisa mengambil langkah untuk penyediaan air bersih, sebab air menjadi sumber kehidupan baik bagi manusia, ternak maupun tumbuhan, apalagi di wilayah Papua Pegunungan kebanyakan kehidupan masyarakat tergantung dari hasil pertanian yang memang sangat membutuhkan air.(jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya