WAMENA – Penanganan masalah pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Jayawijaya tentunya menjadi ancaman bagi pemukiman dan juga kelancaran transportasi usaha karena banyaknya asap yang mengganggu operasional dari pesawat, namun dalam penanganannya Damkar juga terkendala dengan keterbatasan sarana dan fasilitas yang digunakan.
Kabid Damkar Pemkab Jayawijaya Karman mengakui selama penangan karhutla pada musim kemarau ini, damkar Jayawijaya selau di kedepankan meskipun fasilitas yang digunakan kurang memadai namun tetap diupayakan agar dampak dari karhutla ini tidak terlalu mempengaruhi kehidupan masyarakat
“Jadi kebakaran yang kami tangani ini yang bisa kita jangkau, tapi kalau yang macam ditempat yang kita tidak bisa jangkau masuk, mau apa adanya tidak bisa kami sampai sedangkan peralatan kami sekarang terutama selang sudah banyak yang bocor,”ungkapnya Sabtu (12/9) di Wamena.
Menurutnya, banyak selang yang bocor membuat tim Damkar Pemkab Jayawijaya tidak bisa menyiram lahan yang terbakar itu lebih 100 meter dari mobil yang digunakan itupun sudah selang kami akali kebocoran itu dengan cara ikat dengan karet ban dalam, tapi kalau memang yang tidak bisa di jangkau tentunya tidak bisa berbuat apa-apa.
“Keterbatasan fasilitas ini membuat kami sedikit mengalami kesulita apabila ada kebakaran lahan di gunung karena kami tidak bisa jangkau dan juga kendaraan yang digunakan susah untuk masuk,”jelasnya.
WAMENA – Penanganan masalah pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Jayawijaya tentunya menjadi ancaman bagi pemukiman dan juga kelancaran transportasi usaha karena banyaknya asap yang mengganggu operasional dari pesawat, namun dalam penanganannya Damkar juga terkendala dengan keterbatasan sarana dan fasilitas yang digunakan.
Kabid Damkar Pemkab Jayawijaya Karman mengakui selama penangan karhutla pada musim kemarau ini, damkar Jayawijaya selau di kedepankan meskipun fasilitas yang digunakan kurang memadai namun tetap diupayakan agar dampak dari karhutla ini tidak terlalu mempengaruhi kehidupan masyarakat
“Jadi kebakaran yang kami tangani ini yang bisa kita jangkau, tapi kalau yang macam ditempat yang kita tidak bisa jangkau masuk, mau apa adanya tidak bisa kami sampai sedangkan peralatan kami sekarang terutama selang sudah banyak yang bocor,”ungkapnya Sabtu (12/9) di Wamena.
Menurutnya, banyak selang yang bocor membuat tim Damkar Pemkab Jayawijaya tidak bisa menyiram lahan yang terbakar itu lebih 100 meter dari mobil yang digunakan itupun sudah selang kami akali kebocoran itu dengan cara ikat dengan karet ban dalam, tapi kalau memang yang tidak bisa di jangkau tentunya tidak bisa berbuat apa-apa.
“Keterbatasan fasilitas ini membuat kami sedikit mengalami kesulita apabila ada kebakaran lahan di gunung karena kami tidak bisa jangkau dan juga kendaraan yang digunakan susah untuk masuk,”jelasnya.