Ia mengatakan, api membakar lahan gambut yang ditumbuhi rumput kering dengan luas sekitar dua hektare, tetapi berhasil dicegah agar tidak merambat ke permukiman warga.
Kondisi lahan yang kering dan hembusan angin cukup kencang diduga mempercepat penyebaran api. Kebakaran juga diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali.
Penanganan tersebut dilakukan melalui koordinasi antarpihak untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran lahan meluas ke kawasan permukiman.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara tidak terkendali, terutama dalam kondisi lahan kering dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ia mengatakan, api membakar lahan gambut yang ditumbuhi rumput kering dengan luas sekitar dua hektare, tetapi berhasil dicegah agar tidak merambat ke permukiman warga.
Kondisi lahan yang kering dan hembusan angin cukup kencang diduga mempercepat penyebaran api. Kebakaran juga diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali.
Penanganan tersebut dilakukan melalui koordinasi antarpihak untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran lahan meluas ke kawasan permukiman.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara tidak terkendali, terutama dalam kondisi lahan kering dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q