MERAUKE- Ketua Adat Erambu, Distrik Sota-Kabupaten Merauke, Benediktus Kosnan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Merauke atas perhatian terhadap wilayah adat mereka. Ia mengatakan, masyarakat adat Erambu mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi.
“Kami dari masyarakat adat Erambu memberikan kepada negara wilayah kami seluas kurang lebih 300 ribu hektare untuk mendukung program pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujar Benediktus dihadapan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze belum lama ini. Diketahui, wilayah Adat Erambu masuk dalam Kawasan Taman Nasional Wasur.
Atas dasar dukungan tersebut, Benediktus menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Bupati dan Ketua DPRD. Aspirasi pertama, masyarakat meminta pembangunan satu unit Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Erambu sebagai kelanjutan dari pendidikan tingkat SMP yang sudah tersedia di kampung tersebut.
“Kami minta dengan hormat kepada Bapak Bupati dan Bapak Ketua DPR, agar dibangun satu SMA Negeri di Erambu,” pintanya.
Aspirasi kedua berkaitan dengan kebutuhan listrik. Menurut Benediktus, masyarakat hingga kini masih mengalami keterbatasan penerangan. Padahal, terdapat bantuan peralatan seperti televisi dari pihak luar yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan listrik.
“Kami juga minta listrik, karena di sini kami mendapat bantuan dari Belgia berupa televisi dan peralatan lainnya. Namun, tidak bisa kami gunakan secara maksimal karena listrik kami hanya menyala sampai pukul 19.00 WIT,” katanya.
MERAUKE- Ketua Adat Erambu, Distrik Sota-Kabupaten Merauke, Benediktus Kosnan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Merauke atas perhatian terhadap wilayah adat mereka. Ia mengatakan, masyarakat adat Erambu mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi.
“Kami dari masyarakat adat Erambu memberikan kepada negara wilayah kami seluas kurang lebih 300 ribu hektare untuk mendukung program pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujar Benediktus dihadapan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze belum lama ini. Diketahui, wilayah Adat Erambu masuk dalam Kawasan Taman Nasional Wasur.
Atas dasar dukungan tersebut, Benediktus menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Bupati dan Ketua DPRD. Aspirasi pertama, masyarakat meminta pembangunan satu unit Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Erambu sebagai kelanjutan dari pendidikan tingkat SMP yang sudah tersedia di kampung tersebut.
“Kami minta dengan hormat kepada Bapak Bupati dan Bapak Ketua DPR, agar dibangun satu SMA Negeri di Erambu,” pintanya.
Aspirasi kedua berkaitan dengan kebutuhan listrik. Menurut Benediktus, masyarakat hingga kini masih mengalami keterbatasan penerangan. Padahal, terdapat bantuan peralatan seperti televisi dari pihak luar yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan listrik.
“Kami juga minta listrik, karena di sini kami mendapat bantuan dari Belgia berupa televisi dan peralatan lainnya. Namun, tidak bisa kami gunakan secara maksimal karena listrik kami hanya menyala sampai pukul 19.00 WIT,” katanya.