Bangun Pendidikan di Papeg YPPH Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Berpola Asrama di Distrik Bpiri

Menurutnya, persiapan guru dan strategi pengajaran tengah dilakukan, Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai Agustus 2026. Model sekolah ini berpola asrama akan diterapkan untuk TK dan SD di 11 daerah binaan, sementara asrama SMP dan SMA dipusatkan di Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Persiapan guru dan strategi pengajaran tengah dilakukan. Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai Agustus 2026,” ujarnya.

Di tempat yang sama Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak menyebut masyarakat Walak memiliki prinsip hidup dan budaya yang kuat untuk menjaga sekolah. Mereka punya prinsip. Satu orang bicara, semua dengar. Kalau di tempat lain sekolah sering berhenti, ada palang, ada masalah, tapi di wilayah Walak tidak. Mereka bertanggung jawab,

Baca Juga :  Simulasi CAT IPDN Jadi Role Model Pembinaan Generasi Muda Papua

“Sekolah ini berada di bawah Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) dan Sekolah Lentera Harapan (SLH), dengan dukungan Pelita Harapan Foundation (PHF) sehingga memang sangat bermanfaat selain pendidikan dari sisi ilmu juga ada pembinaan mental kerohanian,” jelasnya

Menurut Kobak, masyarakat Walak sudah terbiasa hidup teratur, dari berkebun hingga membangun honai, sehingga sekolah akan dijaga dengan baik, oleh karena itu, pembangunan sekolah dari YPPH ini sangat tepat jika ditempatkan di wilayah ini.

“Ini sekolah kalian. Jalur pendidikan dari sini bisa langsung sampai universitas, bahkan kedokteran di Universitas Pelita Harapan, sehingga perlu untuk dimanfaatkan secara baik untuk menajuan masyarakat kedepan,”tegas Presiden GiDI

Menurutnya, persiapan guru dan strategi pengajaran tengah dilakukan, Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai Agustus 2026. Model sekolah ini berpola asrama akan diterapkan untuk TK dan SD di 11 daerah binaan, sementara asrama SMP dan SMA dipusatkan di Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Persiapan guru dan strategi pengajaran tengah dilakukan. Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai Agustus 2026,” ujarnya.

Di tempat yang sama Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak menyebut masyarakat Walak memiliki prinsip hidup dan budaya yang kuat untuk menjaga sekolah. Mereka punya prinsip. Satu orang bicara, semua dengar. Kalau di tempat lain sekolah sering berhenti, ada palang, ada masalah, tapi di wilayah Walak tidak. Mereka bertanggung jawab,

Baca Juga :  Jhon Tabo Minta Pembangunan KIPP Papua Pegunungan Digeser

“Sekolah ini berada di bawah Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) dan Sekolah Lentera Harapan (SLH), dengan dukungan Pelita Harapan Foundation (PHF) sehingga memang sangat bermanfaat selain pendidikan dari sisi ilmu juga ada pembinaan mental kerohanian,” jelasnya

Menurut Kobak, masyarakat Walak sudah terbiasa hidup teratur, dari berkebun hingga membangun honai, sehingga sekolah akan dijaga dengan baik, oleh karena itu, pembangunan sekolah dari YPPH ini sangat tepat jika ditempatkan di wilayah ini.

“Ini sekolah kalian. Jalur pendidikan dari sini bisa langsung sampai universitas, bahkan kedokteran di Universitas Pelita Harapan, sehingga perlu untuk dimanfaatkan secara baik untuk menajuan masyarakat kedepan,”tegas Presiden GiDI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya