Mencermati Angka Putus Sekolah dari Kalangan Anak Papua di Kota Jayapura
Di tengah pesatnya pembangunan dan wajah Kota Jayapura yang terus berubah, masih ada kenyataan yang luput dari perhatian. Ratusan bahkan ribuan anak di Papua terpaksa menghentikan pendidikan mereka karena berbagai persoalan.
Laporan: Karolus Daot_Jayapura
Biasanya, ruang kerja Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dipenuhi tamu-tamu penting. Para pejabat datang dengan pakaian rapi, jas, dasi, dan agenda pemerintahan. Namun suasana berbeda terlihat pada Rabu (29/7).
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng anak-anak mereka yang telah lama meninggalkan bangku sekolah. Mereka punya harapan lewat MRP, anak-anak putus sekolah memiliki kesempatan kedua.
Diantara mama mama papua ini, dua remaja laki-laki berdiri canggung sambil menggendong tas lusuh. Rambut mereka terurai sederhana, wajahnya menyimpan rasa malu sekaligus harapan.
Ketua MRP, Nerlince Wamuar, yang sejak pagi menunggu kedatangan mereka, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Sesekali matanya berkaca-kaca ketika satu per satu mama dan anak-anak itu memasuki ruangan. Tak ada sekat antara pejabat dan rakyat.
“Hari ini saya mengundang orang tua dan anak-anak yang putus sekolah karena sekarang sudah memasuki tahun ajaran baru. Saya ingin memastikan mereka tidak kehilangan kesempatan untuk kembali belajar,” katanya.
Mencermati Angka Putus Sekolah dari Kalangan Anak Papua di Kota Jayapura
Di tengah pesatnya pembangunan dan wajah Kota Jayapura yang terus berubah, masih ada kenyataan yang luput dari perhatian. Ratusan bahkan ribuan anak di Papua terpaksa menghentikan pendidikan mereka karena berbagai persoalan.
Laporan: Karolus Daot_Jayapura
Biasanya, ruang kerja Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dipenuhi tamu-tamu penting. Para pejabat datang dengan pakaian rapi, jas, dasi, dan agenda pemerintahan. Namun suasana berbeda terlihat pada Rabu (29/7).
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng anak-anak mereka yang telah lama meninggalkan bangku sekolah. Mereka punya harapan lewat MRP, anak-anak putus sekolah memiliki kesempatan kedua.
Diantara mama mama papua ini, dua remaja laki-laki berdiri canggung sambil menggendong tas lusuh. Rambut mereka terurai sederhana, wajahnya menyimpan rasa malu sekaligus harapan.
Ketua MRP, Nerlince Wamuar, yang sejak pagi menunggu kedatangan mereka, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Sesekali matanya berkaca-kaca ketika satu per satu mama dan anak-anak itu memasuki ruangan. Tak ada sekat antara pejabat dan rakyat.
“Hari ini saya mengundang orang tua dan anak-anak yang putus sekolah karena sekarang sudah memasuki tahun ajaran baru. Saya ingin memastikan mereka tidak kehilangan kesempatan untuk kembali belajar,” katanya.