Tak Hanya Kesiapan Armada dan Perlengkapan, Akses Jalan Juga Perlu Dievaluasi

Catatan Wali Kota  dari Dua Kebakaran Beruntun di Kota Jayapura

Rentetan musibah kebakaran yang terjadi di Kota Jayapura dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jayapura. Kebakaran besar di kawasan Dok V dan disusul kebakaran di Dok IX, Distrik Jayapura Utara, dengan jarak waktu yang relatif berdekatan, dinilai menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah.

Laporan: Mustakim Ali-Jayapura

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., mengatakan dari dua musibah tersebut terdapat sejumlah catatan yang harus segera menjadi perhatian pemerintah, terutama berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran.

   Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan penambahan armada dan fasilitas pemadam kebakaran. Menurut Abisai, kondisi geografis Kota Jayapura yang memiliki kawasan pesisir dan permukiman yang berada di wilayah padat membutuhkan dukungan peralatan pemadam yang lebih memadai.

Baca Juga :  Ada Budaya Injak Piring, Ironisnya Piring Didatangkan dari Luar

   Tidak hanya armada pemadam yang beroperasi melalui jalur darat, pemerintah juga melihat pentingnya memiliki fasilitas pemadam kebakaran dari sektor perairan. Hal ini dinilai relevan mengingat dua musibah kebakaran besar yang terjadi di wilayah Jayapura Utara berada di kawasan pesisir.

   “Perlu ada penambahan unit pemadam kebakaran. Salah satunya kita juga perlu memikirkan alat pemadam dari sektor perairan,” kata Abisai kepada Cenderawasih Pos,  Sabtu (12/9).

   Menurutnya, keberadaan fasilitas pemadam dari sektor perairan akan sangat membantu apabila kebakaran terjadi di kawasan pesisir yang sulit dijangkau kendaraan pemadam melalui jalur darat.

   Selain persoalan fasilitas pemadam, Abisai menyoroti kondisi permukiman warga yang semakin padat di sejumlah kawasan Kota Jayapura. Kepadatan permukiman dinilai menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan dan evakuasi ketika terjadi bencana. Kondisi tersebut juga dapat menyulitkan petugas pemadam untuk menjangkau titik lokasi kebakaran.

Baca Juga :  Ingin Buat Nduga Jadi Sesuatu yang Tak Terduga di Indonesia

Catatan Wali Kota  dari Dua Kebakaran Beruntun di Kota Jayapura

Rentetan musibah kebakaran yang terjadi di Kota Jayapura dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jayapura. Kebakaran besar di kawasan Dok V dan disusul kebakaran di Dok IX, Distrik Jayapura Utara, dengan jarak waktu yang relatif berdekatan, dinilai menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah.

Laporan: Mustakim Ali-Jayapura

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., mengatakan dari dua musibah tersebut terdapat sejumlah catatan yang harus segera menjadi perhatian pemerintah, terutama berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran.

   Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan penambahan armada dan fasilitas pemadam kebakaran. Menurut Abisai, kondisi geografis Kota Jayapura yang memiliki kawasan pesisir dan permukiman yang berada di wilayah padat membutuhkan dukungan peralatan pemadam yang lebih memadai.

Baca Juga :  Puluhan ASN Terima Penghargaan dari Presiden RI   

   Tidak hanya armada pemadam yang beroperasi melalui jalur darat, pemerintah juga melihat pentingnya memiliki fasilitas pemadam kebakaran dari sektor perairan. Hal ini dinilai relevan mengingat dua musibah kebakaran besar yang terjadi di wilayah Jayapura Utara berada di kawasan pesisir.

   “Perlu ada penambahan unit pemadam kebakaran. Salah satunya kita juga perlu memikirkan alat pemadam dari sektor perairan,” kata Abisai kepada Cenderawasih Pos,  Sabtu (12/9).

   Menurutnya, keberadaan fasilitas pemadam dari sektor perairan akan sangat membantu apabila kebakaran terjadi di kawasan pesisir yang sulit dijangkau kendaraan pemadam melalui jalur darat.

   Selain persoalan fasilitas pemadam, Abisai menyoroti kondisi permukiman warga yang semakin padat di sejumlah kawasan Kota Jayapura. Kepadatan permukiman dinilai menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan dan evakuasi ketika terjadi bencana. Kondisi tersebut juga dapat menyulitkan petugas pemadam untuk menjangkau titik lokasi kebakaran.

Baca Juga :  Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

Berita Terbaru

Artikel Lainnya