ODC: Hati-hati Propaganda KKB

JAYAPURA–Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengingatkan publik untuk lebih cermat dan berhati-hati atas poraganda yang terus dimainkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Biasa yang dilakukan adalah bentuk provokasi, penebar ketakutan dan menyudutkan aparat keamanan seolah-olah ada tindakan yang overlap dan mengakibatkan korban jiwa. Ini juga terlihat dari dua video kekerasan terhadap warga sipil yang belakangan beredar di media sosial dan diklaim sebagai peristiwa terbaru oleh kelompok bersenjata merupakan rekaman lama.

Video-video itu disebut disebarkan kembali dengan narasi berbeda dan sempat dikirimkan pula ke sejumlah media arus utama. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat lebih cermat menerima dan menyebarkan informasi, terutama konten terkait situasi keamanan di Papua. Menurutnya, penyebaran rekaman itu berpotensi menimbulkan keresahan dan memengaruhi keamanan serta ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Dobrak Pintu, 19 Napi Kabur dari Lapas Nabire

“Kedua video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB,” tegas Yusuf, Sabtu (31/10). Video pertama berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan penganiayaan terhadap tiga perempuan. Rekaman itu diklaim terjadi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat 30 oktober 2026. Kelompok TPNPB-OPM menyebutnya sebagai hukuman bagi orang yang dituduh sebagai intelijen militer sekaligus balas dendam atas kematian anggota mereka.

Berdasarkan penelusuran tim Satgas, video tersebut sudah lebih dulu diunggah di Facebook pada Maret 2025. Polisi menyatakan klaim bahwa peristiwa itu terjadi pada akhir Oktober 2026 tidak sesuai dengan hasil penelusuran. Video kedua berdurasi 31 detik disebarkan kelompok Kodap III Ndugama Derakma. Dalam narasinya, kelompok itu mengklaim membunuh seorang sopir lintas Wamena–Nduga yang dituduh membawa logistik TNI, dan menyebut peristiwa itu terjadi pada akhir Maret.

Baca Juga :  Setelah Dianiaya, Motor Seorang Pemuda Dirampas OTK

Rekaman tersebut juga disertai ancaman agar aparatur sipil negara (ASN), tenaga medis, dan warga pendatang meninggalkan wilayah tertentu. Menurut Yusuf, pembunuhan dalam video itu terjadi pada 20 April 2026. Korbannya bernama Robert Terry alias Sula, bukan Regeny Jems Patty seperti yang disebut dalam narasi kelompok tersebut.

JAYAPURA–Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengingatkan publik untuk lebih cermat dan berhati-hati atas poraganda yang terus dimainkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Biasa yang dilakukan adalah bentuk provokasi, penebar ketakutan dan menyudutkan aparat keamanan seolah-olah ada tindakan yang overlap dan mengakibatkan korban jiwa. Ini juga terlihat dari dua video kekerasan terhadap warga sipil yang belakangan beredar di media sosial dan diklaim sebagai peristiwa terbaru oleh kelompok bersenjata merupakan rekaman lama.

Video-video itu disebut disebarkan kembali dengan narasi berbeda dan sempat dikirimkan pula ke sejumlah media arus utama. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat lebih cermat menerima dan menyebarkan informasi, terutama konten terkait situasi keamanan di Papua. Menurutnya, penyebaran rekaman itu berpotensi menimbulkan keresahan dan memengaruhi keamanan serta ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Daerah Rawan Konflik Tanpa Letupan di 17 Agustus.

“Kedua video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB,” tegas Yusuf, Sabtu (31/10). Video pertama berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan penganiayaan terhadap tiga perempuan. Rekaman itu diklaim terjadi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat 30 oktober 2026. Kelompok TPNPB-OPM menyebutnya sebagai hukuman bagi orang yang dituduh sebagai intelijen militer sekaligus balas dendam atas kematian anggota mereka.

Berdasarkan penelusuran tim Satgas, video tersebut sudah lebih dulu diunggah di Facebook pada Maret 2025. Polisi menyatakan klaim bahwa peristiwa itu terjadi pada akhir Oktober 2026 tidak sesuai dengan hasil penelusuran. Video kedua berdurasi 31 detik disebarkan kelompok Kodap III Ndugama Derakma. Dalam narasinya, kelompok itu mengklaim membunuh seorang sopir lintas Wamena–Nduga yang dituduh membawa logistik TNI, dan menyebut peristiwa itu terjadi pada akhir Maret.

Baca Juga :  Pengacaranya Lukas Enembe Ditetapkan Tersangka

Rekaman tersebut juga disertai ancaman agar aparatur sipil negara (ASN), tenaga medis, dan warga pendatang meninggalkan wilayah tertentu. Menurut Yusuf, pembunuhan dalam video itu terjadi pada 20 April 2026. Korbannya bernama Robert Terry alias Sula, bukan Regeny Jems Patty seperti yang disebut dalam narasi kelompok tersebut.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya