Karena itu, penataan kawasan permukiman padat menjadi salah satu pekerjaan rumah besar Pemerintah Kota Jayapura ke depan. Menurut Abisai, salah satu hal yang harus diprioritaskan adalah penyediaan akses jalan yang memadai di kawasan permukiman.
Akses jalan bukan hanya dibutuhkan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga sangat penting dalam kondisi darurat, terutama ketika petugas harus melakukan evakuasi warga maupun mengerahkan kendaraan pemadam kebakaran.
“Kawasan-kawasan yang padat penduduk harus menjadi perhatian. Salah satunya akses jalan harus dipikirkan, sehingga ketika terjadi bencana, proses evakuasi tidak mengalami kesulitan seperti yang terjadi di Dok V,” ujarnya.
Abisai menilai, penataan kawasan tidak dapat dilakukan hanya setelah terjadi bencana. Pemerintah harus mulai memetakan kawasan rawan dan padat penduduk, kemudian mencari solusi agar tersedia akses yang memungkinkan kendaraan darurat masuk dengan cepat.
Persoalan akses juga berkaitan dengan kondisi jaringan jalan utama di Kota Jayapura. Abisai menyebut sejumlah ruas jalan menjadi akses penting yang menopang mobilitas masyarakat.
Di antaranya ruas Ring Road, jalur Skyline, serta akses jalur luar yang menjadi bagian penting dari jaringan transportasi Kota Jayapura. Ketergantungan pada sejumlah ruas utama tersebut menjadi persoalan tersendiri ketika terjadi bencana seperti tanah longsor atau gangguan lainnya.
Apabila salah satu ruas mengalami gangguan, maka arus lalu lintas akan terdampak dan masyarakat terpaksa menggunakan jalur alternatif yang tersedia. Dalam kondisi seperti itu, kepolisian melalui jajaran lalu lintas biasanya melakukan rekayasa dan pembagian jalur guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Namun, menurut Abisai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kota Jayapura perlu memiliki strategi jangka panjang untuk menghadapi gangguan pada akses utama. Terkait wacana pembukaan akses jalan baru, Abisai mengakui hal tersebut bukan perkara mudah.
Kondisi geografis Kota Jayapura yang memiliki karakter wilayah pegunungan sekaligus pesisir membuat pembangunan jaringan jalan baru membutuhkan kajian dan perencanaan yang matang.
“Kalau untuk membuka akses atau jalan baru memang agak sulit. Kondisi geografis Kota Jayapura ini terdiri dari wilayah pegunungan dan pesisir,” jelasnya.