Dikatakan, selain personel yang terbatas, ancaman yang dilakukan kelompok TPNPB bukan lagi menggunakan alat tajam, namun sudah menggunakan senjata api, sehingga diambil keputusan bersama dengan Pemerintah Daerah menarik dulu petugas Nakes, Guru dan staf ASN di Distrik non AOP ke Kota Wamena.
“Memang dampak dari penarikan ini pelayanan kesehatan dan pendidikan terganggu, namun bukan berarti fasilitas -fasilitas dasar dari pemerintah tak berjalan, fasilitas tersebut tetap berjalan seperti biasa walaupun dengan keterbatasan namun tetap difungsikan oleh petugas OAP,” kata Ilham
Ia juga menekankan jika Kodim 1702/ Jayawijaya dan Polres Jayawijaya aktif melakukan patroli di dalam maupun pinggiran kota Wamena bahkan dirinya harus terlibat langsung dalam patroli tersebut karena kekurangan personel, kalaupun pelibatan satgas itu tak bisa karena sudah memiliki sektor sendiri, apalagi untuk distrik yang jauh ini sulit untuk di jangkau.
“Kalau dilihat Koramil hanya 3 di wilayah Kabupaten Jayawijaya dan harus mengcaver 40 Distrik, dan juga masih kekurangan personel di sana, oleh karena itu belum ada batas kapan nakes dan guru non OAP akan kembali melakukan tugas seperti semua,”beber Dandim 1702/ Jayawijaya.
Ilham juga mengharapkan situasi seperti ini bisa segera berlalu dan kembali normal, Kodim 1702/ Jayawijaya tak mau lagi ada kejadian seperti beberapa waktu lalu karena pastinya akan menambah traumatis masyarakat di Kota Wamena, saat ini untuk keamanan dalam kota Wamena masih berjalan normal, hanya saja di pinggiran ini yang perlu di waspadai.
“Target dari TNPB tak hanya semua non OAP saja, OAP yang dianggap sebagai mata -mata dan lain sebagainya juga dijadikan target tidak ada yang bersifat khusus, sehingga ini perlu diantisipasi bersama,”tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q