Bupati Keerom, Piter Gusbager, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar euforia perhelatan Piala Dunia 2026 tidak mengganggu pelayanan publik dan ketertiban umum. Piter menegaskan bahwa ajang sepak bola internasional tersebut harus disikap
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan operasional yang dinilai kurang efektif. Kepala Puskesmas Tapormai, Reimundus Kotouki, mengungkapkan bahwa sistem ke
Barto sapaan akrab politisi PKB itu menegaskan bahwa setiap aspirasi atau keberatan terhadap kebijakan pimpinan seharusnya disampaikan melalui mekanisme yang tepat, tanpa harus mengorbankan kepentingan publik.
Bila tak ada aral melintang, puncak HUT Keerom dilaksanakan di Halaman Kantor Distrik Arso Timur pada 12 April 2026 mendatang. Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menyebutkan, beberapa program strategis yang nantiny
Sebagai langkah pembenahan, Bupati memastikan akan melakukan sistem rotasi atau rolling tenaga kesehatan, khususnya perawat. Ia telah meminta data perawat yang bertugas di distrik-distrik di wilayah Kabupaten Jayapura.
Ia berharap RSUD Jayapura dapat menjadi rumah sakit pendidikan utama di Provinsi Papua yang melayani berbagai pusat pendidikan tenaga kesehatan, baik kedokteran, perawat, bidan, maupun tenaga penunjang medis lainnya.
Proyek strategis yang sempat tertunda, yakni Puskesmas Perintis, dipastikan segera memasuki tahap konstruksi fisik. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan administratif
Rombongan diberangkatkan dari Boven Digoel dan tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, sekitar pukul 15.29 WIT. Enam tenaga pengajar yang ikut dalam evakuasi tersebut yakni Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, dan Non
Menurut Edy, status kepegawaian yang diberikan kepada pegawai SPPG saat ini justru mencerminkan kondisi ketenagakerjaan yang ideal. Ia menilai pola tersebut seharusnya bisa menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan nas
 Dalam aksi tersebut para Nakes dan ASN membawa spanduk dengan sejumlah tuntutan. Pertama, masa menuntut segera non aktifkan/berhentikan dr. Daisy C. Urbinas dari jabatan Direktur RSUD Abepura sesuai dengan pernyataan