Masyarakat Dilarang Pawai
KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar euforia perhelatan Piala Dunia 2026 tidak mengganggu pelayanan publik dan ketertiban umum. Piter menegaskan bahwa ajang sepak bola internasional tersebut harus disikapi secara bijak sebagai hiburan rakyat semata.
Secara khusus, Bupati Gusbager menyoroti kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kesehatan (nakes), dan tenaga pendidik atau guru. Ia meminta agar jam tayang pertandingan tidak dijadikan alasan untuk melalaikan kewajiban pekerjaan.
“Jangan sampai ASN yang berdinas tidak pergi ke kantor karena menonton sepak bola. Begitu juga dengan nakes yang harus melayani di rumah sakit, serta guru yang harus mengajar di sekolah, jangan sampai absen karena kesiangan,” tegas Piter Gusbager.
Bupati dua periode itu juga memberikan peringatan keras agar tidak melalaikan jam kerja kantor. Apalagi beberapa pertandingan digelar hingga pagi hari. Ia mengingatkan bahwa kelancaran pelayanan publik dan proses penyerapan anggaran yang kini memasuki triwulan kedua tidak boleh terhambat.
Selain masalah kedisiplinan pegawai, Bupati Keerom juga memberikan perhatian penuh pada keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Bupati yang menjagokan Belanda dan Prancis itu melarang keras masyarakat melakukan pawai atau arak-arakan di jalan raya.