Letkol Inf. Ilham Datu Ramang Benarkan Personel dari Kodim 1702/Jayawijaya Terbatas
WAMENA – Situasi keamanan di luar Kota Wamena atau di distrik-distrik yang jauh dari ibu kota Jayawijaya akhir-akhir sedang tak menentu. Apalagi peristiwa penembakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) pendatang alias non orang asli Papua (OAP) membuat situasi di luar Kota Wamena ngeri-ngeri sedap.
Tak heran pemerintah kabupaten Jayawijaya dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan menarik pegawainya yang bukan OAP untuk bertugas sementara di dalam Kota Wamena. Apakah hal ini menjadi indikasi bahwa situasi di luar kota Wamena tak lagi kondusif?
Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang menyatakan, menyatakan penarikan nakes dan tenaga guru yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui dinas teknis menjadi kesepakatan yang dilakukan dalam rapat sebab dari penembakan yang terjadi memang menyasar pada warga non OAP.
“Jadi memang dari beberapa penembakan yang terjadi memang menyasar kepada warga non OAP sehingga untuk nakes dan guru memang sengaja ditarik ke dalam kota dulu mengisi sekolah dan Fasyankes dan sekolah yang ada dalam kota Wamena,”ungkapnya Sabtu (3/10) di Wamena.
Menurutnya, untuk melakukan aktifitas di wilayah distrik -distrik belum bisa ada jaminan keamanan untuu nakes maupun guru, hal ini disebabkan karena khusus di daerah tertentu belum bisa dipastikan aman dan aparat keamanan juga belum bisa menjamin keamanan di wilayah itu sebab sampai saat ini personel yang dimiliki masih terbatas.
“Kita belum bisa memberikan jaminan keamanan sampai ke distrik -distrik karena personel kita masih terbatas, tak mungkin setiap distrik kita menjaga keamanannya dengan menempatkan personel yang ada. Kami dari Kodim juga terbatas dan idealnya memang harus ada koramil di setiap distrik,”jelas Dandim 1702/ Jayawijaya.
Letkol Inf. Ilham Datu Ramang Benarkan Personel dari Kodim 1702/Jayawijaya Terbatas
WAMENA – Situasi keamanan di luar Kota Wamena atau di distrik-distrik yang jauh dari ibu kota Jayawijaya akhir-akhir sedang tak menentu. Apalagi peristiwa penembakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) pendatang alias non orang asli Papua (OAP) membuat situasi di luar Kota Wamena ngeri-ngeri sedap.
Tak heran pemerintah kabupaten Jayawijaya dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan menarik pegawainya yang bukan OAP untuk bertugas sementara di dalam Kota Wamena. Apakah hal ini menjadi indikasi bahwa situasi di luar kota Wamena tak lagi kondusif?
Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang menyatakan, menyatakan penarikan nakes dan tenaga guru yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui dinas teknis menjadi kesepakatan yang dilakukan dalam rapat sebab dari penembakan yang terjadi memang menyasar pada warga non OAP.
“Jadi memang dari beberapa penembakan yang terjadi memang menyasar kepada warga non OAP sehingga untuk nakes dan guru memang sengaja ditarik ke dalam kota dulu mengisi sekolah dan Fasyankes dan sekolah yang ada dalam kota Wamena,”ungkapnya Sabtu (3/10) di Wamena.
Menurutnya, untuk melakukan aktifitas di wilayah distrik -distrik belum bisa ada jaminan keamanan untuu nakes maupun guru, hal ini disebabkan karena khusus di daerah tertentu belum bisa dipastikan aman dan aparat keamanan juga belum bisa menjamin keamanan di wilayah itu sebab sampai saat ini personel yang dimiliki masih terbatas.
“Kita belum bisa memberikan jaminan keamanan sampai ke distrik -distrik karena personel kita masih terbatas, tak mungkin setiap distrik kita menjaga keamanannya dengan menempatkan personel yang ada. Kami dari Kodim juga terbatas dan idealnya memang harus ada koramil di setiap distrik,”jelas Dandim 1702/ Jayawijaya.