Sekolah Rakyat di Merauke Tinggal 70 Anak

Sebagian Anak Perempuan Ketika Pulang Kampung Sudah Ada yang Meminang

MERAUKE- Kendati seluruhnya dibiayai oleh pemerintah dan tinggal di asrama, namun ternyata belum membuat anak-anak dimasukan di sekolah rakyat di Merauke merasa nyaman. Buktinya, dari 100 anak yang ditampung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke ini tersisa 70 orang. Sedangkan 30 anak lainnya sudah keluar.  Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke Budi Sutomo ditemui media ini disela-sela pameran inovasi SMK di halaman Kantor Bupati Merauke mengungkapkan, dari 100 anak yang masuk Sekol;ah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke dimana 50 adalah SD dan 50 SMP, saat ini tersisa 70 anak.

‘’Sekarang tinggal 70 anak. Sebelum libur Idul Fitri kemarin, jumlah siswa masih 84 orang. Tapi sekarang tinggal 70 orang,’’ kata Budi Sutomo., Senin (27/4).

Baca Juga :  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Danrem Tanam Jagung Bersama Gapoktan

Menurutnya, sebagian yang keluar tersebut adalah anak-anak perempuan yang berada di tingkat SMP. Anak-anak perempuan tersebut rata-rata sudah berumur antara 17-18 tahun. ‘’Ketika pulang saat libur, ternyata sudah tidak kembali dengan alasan orang tuanya sudah ada laki-laki yang meminangnya,’’ kata Budi.
Bahkan pada bulan Desember 2025, lanjutnya, sebanyak 14 anak laki-laki dari salah satu kampung di Merauke saat libur Natal tersebut diantar pulang ke kampung mereka.

Tapi, saat bulan Januari 2026, bukan hanya ke-14 anak tidak mau pulang ke sekolah tapi salah satu kepala seksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke yang melakukan penjemputan malah di sidang di balai kampung.

Baca Juga :  Minta Masyarakat Tunggu Hasil Resmi KPU

Sebagian Anak Perempuan Ketika Pulang Kampung Sudah Ada yang Meminang

MERAUKE- Kendati seluruhnya dibiayai oleh pemerintah dan tinggal di asrama, namun ternyata belum membuat anak-anak dimasukan di sekolah rakyat di Merauke merasa nyaman. Buktinya, dari 100 anak yang ditampung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke ini tersisa 70 orang. Sedangkan 30 anak lainnya sudah keluar.  Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke Budi Sutomo ditemui media ini disela-sela pameran inovasi SMK di halaman Kantor Bupati Merauke mengungkapkan, dari 100 anak yang masuk Sekol;ah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke dimana 50 adalah SD dan 50 SMP, saat ini tersisa 70 anak.

‘’Sekarang tinggal 70 anak. Sebelum libur Idul Fitri kemarin, jumlah siswa masih 84 orang. Tapi sekarang tinggal 70 orang,’’ kata Budi Sutomo., Senin (27/4).

Baca Juga :  Semarak DBL Dimulai di SMASIS

Menurutnya, sebagian yang keluar tersebut adalah anak-anak perempuan yang berada di tingkat SMP. Anak-anak perempuan tersebut rata-rata sudah berumur antara 17-18 tahun. ‘’Ketika pulang saat libur, ternyata sudah tidak kembali dengan alasan orang tuanya sudah ada laki-laki yang meminangnya,’’ kata Budi.
Bahkan pada bulan Desember 2025, lanjutnya, sebanyak 14 anak laki-laki dari salah satu kampung di Merauke saat libur Natal tersebut diantar pulang ke kampung mereka.

Tapi, saat bulan Januari 2026, bukan hanya ke-14 anak tidak mau pulang ke sekolah tapi salah satu kepala seksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke yang melakukan penjemputan malah di sidang di balai kampung.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Papua Gagas Sekolah Berpola Asrama 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya