Sementara itu, Ketua KNPI Keerom, Yan Christian May, menegaskan pihaknya siap mendampingi mahasiswa dan memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah.
Ia mengingatkan bahwa penyaluran dana daerah harus bertumpu pada validitas data, termasuk verifikasi melalui pangkalan data Pendidikan Tinggi (Dikti).
“Di Dinas nanti mereka melihat portal di Dikti, karena banyak pengalaman ada mahasiswa punya kartu mahasiswa, KRS dan lain-lain tapi kalo di Dikti tidak ada ini harus butuh pembuktian juga,” ucapn Yan.
Yan juga memastikan bahwa tidak ada aksi demo dari mahasiswa Keerom sesuai yang beredar. Menurutnya, isu tersebut hanya dibangun oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab lewat akun palsu di media sosial.
“Pada kesempatan ini perwakilan dari Distrik, Arso, Arso Timur, Senggi, Waris, Senggi, Web semua sudah ada. Dan mereka pastikan tidak ada rencana demo,”
Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Keerom periode 2011–2014 ini menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan hoaks dan berpotensi mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Kami menilai informasi ini sarat hoaks dan disebarkan akun palsu. Kami siap melaporkan dan mengusut pihak-pihak tersebut ke unit Siber Polda Papua. Cara-cara kekerasan bukan budaya mahasiswa Keerom,” pungkas Yan. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q