Isu Aksi Demo Beasiswa Dipastikan Hoaks, Beasiswa Keerom Selama ini Aman Saja

KEEROM – Sejumlah koordinator mahasiswa distrik dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Keerom membantah keras isu rencana aksi demonstrasi terkait keterlambatan pencairan bantuan biaya studi.

Narasi aksi unjuk rasa yang beredar melalui pamflet (flayer) di media sosial dan grup WhatsApp tersebut dipastikan merupakan informasi bohong (hoaks). Keterlambatan penyaluran bantuan studi bagi beberapa mahasiswa saat ini disebabkan oleh proses verifikasi serta sinkronisasi data penerima di dinas terkait, bukan lantaran penghentian program.

Koordinator Mahasiswa Distrik Senggi-Kaesenar, Robi Apnawas, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan selama ini berjalan tanpa kendala. Keterlambatan penyaluran bantuan studi bagai beberapa mahasiswa kali ini murni dipicu oleh penataan data penerima.

“Selama ini proses realisasi baik-baik saja. Saat ini ada kekeliruan data saja sehingga hal ini sedikit terlambat. Kami para koordinator sedang berjuang agar proses realisasi tetap berjalan dan meminta rekan-rekan mahasiswa untuk bersabar,” ujar alumni FISIP Universitas Cenderawasih (Uncen) tersebut kepada Cepos, Kamis (17/9) malam.

Baca Juga :  310 Pelamar Ikuti Seleksi Kompetensi P3K Tahap II

Hal senada disampaikan Koordinator Distrik Yaffi, Web, dan Towe, Titus Watae. Menurut mahasiswa FKIP Uncen semester 7 ini, keterlambatan administratif juga dipengaruhi oleh transisi kepemimpinan di dinas teknis.

“Informasi dari dinas, data masih diverifikasi. Kami tegaskan isu demo itu hoaks dari oknum tidak bertanggung jawab. Kami tidak ada niat demo, mahasiswa fokus belajar,” tegas Titus.

Ia juga menyebutkan bahwa realisasi beasiswa selama ini tidak pernah terkendala. Sehingga ia yakin mahasiswa yang belum mendapatkan segera direalisasikan.

Menurutnya, ada oknum-oknum yang iri sehingga sengaja untuk menyebarkan berita hoaks dengan mengadu domba mahasiswa dengan pemerintah Kabupaten Keerom dan menggiring mahasiswa untuk melakukan aksi demo.

Baca Juga :  Rapat Pleno, Panpel dan Panwas Tetapkan 12 Nama Balon anggota MRP

Dari wilayah lain, Koordinator Distrik Arso, Arso Timur, dan Mannem, Anita Bogor, mengimbau seluruh mahasiswa dan orang tua agar tidak terprovokasi oleh narasi yang beredar di media sosial.

“Alasan belum terealisasi karena data mahasiswa sementara kami sinkronkan agar dinas menyalurkan bantuan sesuai data yang akurat. Kami pastikan tidak ada mahasiswa dari wilayah kami yang ikut aksi,” kata mahasiswa STPK semester 3 tersebut.

“Beasiswa selama ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, baik-baik saja. Saya pastikan tidak ada mahasiswa dari Distrik Mannem-Arso Timur ikut demo. Karena saya tidak ingin ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi kepada mahasiswa,” sambungnya.

KEEROM – Sejumlah koordinator mahasiswa distrik dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Keerom membantah keras isu rencana aksi demonstrasi terkait keterlambatan pencairan bantuan biaya studi.

Narasi aksi unjuk rasa yang beredar melalui pamflet (flayer) di media sosial dan grup WhatsApp tersebut dipastikan merupakan informasi bohong (hoaks). Keterlambatan penyaluran bantuan studi bagi beberapa mahasiswa saat ini disebabkan oleh proses verifikasi serta sinkronisasi data penerima di dinas terkait, bukan lantaran penghentian program.

Koordinator Mahasiswa Distrik Senggi-Kaesenar, Robi Apnawas, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan selama ini berjalan tanpa kendala. Keterlambatan penyaluran bantuan studi bagai beberapa mahasiswa kali ini murni dipicu oleh penataan data penerima.

“Selama ini proses realisasi baik-baik saja. Saat ini ada kekeliruan data saja sehingga hal ini sedikit terlambat. Kami para koordinator sedang berjuang agar proses realisasi tetap berjalan dan meminta rekan-rekan mahasiswa untuk bersabar,” ujar alumni FISIP Universitas Cenderawasih (Uncen) tersebut kepada Cepos, Kamis (17/9) malam.

Baca Juga :  HKGB ke-71, Bhayangkari Keerom Berbagi Kasih

Hal senada disampaikan Koordinator Distrik Yaffi, Web, dan Towe, Titus Watae. Menurut mahasiswa FKIP Uncen semester 7 ini, keterlambatan administratif juga dipengaruhi oleh transisi kepemimpinan di dinas teknis.

“Informasi dari dinas, data masih diverifikasi. Kami tegaskan isu demo itu hoaks dari oknum tidak bertanggung jawab. Kami tidak ada niat demo, mahasiswa fokus belajar,” tegas Titus.

Ia juga menyebutkan bahwa realisasi beasiswa selama ini tidak pernah terkendala. Sehingga ia yakin mahasiswa yang belum mendapatkan segera direalisasikan.

Menurutnya, ada oknum-oknum yang iri sehingga sengaja untuk menyebarkan berita hoaks dengan mengadu domba mahasiswa dengan pemerintah Kabupaten Keerom dan menggiring mahasiswa untuk melakukan aksi demo.

Baca Juga :  Warga Keerom yang Hilang di Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

Dari wilayah lain, Koordinator Distrik Arso, Arso Timur, dan Mannem, Anita Bogor, mengimbau seluruh mahasiswa dan orang tua agar tidak terprovokasi oleh narasi yang beredar di media sosial.

“Alasan belum terealisasi karena data mahasiswa sementara kami sinkronkan agar dinas menyalurkan bantuan sesuai data yang akurat. Kami pastikan tidak ada mahasiswa dari wilayah kami yang ikut aksi,” kata mahasiswa STPK semester 3 tersebut.

“Beasiswa selama ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, baik-baik saja. Saya pastikan tidak ada mahasiswa dari Distrik Mannem-Arso Timur ikut demo. Karena saya tidak ingin ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi kepada mahasiswa,” sambungnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya