KEEROM – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro melakukan Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas Penguatan Basis Data Spasial Infrastruktur Dasar Rawan Bencana di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom. FGD yang berlangsung di Kantor Bupati Keerom pada Selasa (22/9/2026) itu dihadiri lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Linus Pasarang, yang membuka kegiatan menegaskan pentingnya penguatan data spasial sebagai pondasi perencanaan pembangunan di wilayah perbatasan.
Menurutnya, kawasan transmigrasi Senggi memiliki peran penting sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus ruang hidup bagi masyarakat transmigran dan warga lokal yang hidup berdampingan.
Namun, di balik potensi tersebut, Senggi juga berhadapan dengan berbagai tantangan kerawanan bencana hidrometeorologis.
“Kita akui kawasan transmigrasi Senggi berhadapan dengan berbagai tantangan kerawanan bencana hidrometeorologis, seperti banjir lokal, genangan, kekeringan dan tanah longsor yang kerap mengganggu jaringan infrastruktur jalan, drainase, serta mobilitas warga,” ungkap Sekda Linus.
Oleh karena itu, Pemkab Keerom menyambut baik kerjasama strategis antara Kementerian Transmigrasi RI dan Universitas Diponegoro melalui program Ekspedisi Patriot.
Melalui paparan dari BPBD Keerom, Universitas Cenderawasih, serta Tim TEP 19 Universitas Diponegoro, Plt. Sekda berharap seluruh OPD dapat memberikan masukan yang komprehensif, dukungan teknis, serta sinergi kebijakan.
“Kita ingin basis data spasial yang dihasilkan nantinya benar-benar presisi dan dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RTRW,” katanya.