Pemkot Dorong Pemulihan Kehidupan dan Ekonomi Korban Kebakaran 

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Sosial memastikan seluruh bantuan yang tersedia di Posko pengungsian korban kebakaran Dok 5, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, telah disalurkan kepada warga terdampak.

Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penutupan posko bukan berarti penanganan terhadap korban kebakaran telah berakhir.  Pemerintah kini mulai mendorong pemulihan kehidupan dan perekonomian warga yang terdampak bencana.

   Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut berkaitan dengan mata pencaharian sebagian besar korban kebakaran yang bekerja sebagai nelayan.

  “Posko sudah ditutup dan seluruh bantuan yang ada sudah dibagikan. Sekarang kita berupaya membantu masyarakat untuk perlahan memulihkan perekonomian mereka,” kata Mathius.

Baca Juga :  Pencairan Tahap Dua Dana Kampung  Wajib Serahkan LPJ

  Ia menjelaskan, sekitar 80 hingga 90 persen korban kebakaran merupakan nelayan, sehingga BBM menjadi kebutuhan penting agar mereka dapat kembali melaut dan menjalankan aktivitas ekonomi.

  “Yang paling urgent saat ini adalah BBM. Karena 80 sampai 90 persen korban kebakaran ini bermata pencaharian sebagai nelayan. Mereka membutuhkan BBM untuk bisa kembali ke laut,” ujarnya.

  Karena itu, Mathius berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak terkait dan Pertamina, untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM bagi warga terdampak kebakaran.

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Sosial memastikan seluruh bantuan yang tersedia di Posko pengungsian korban kebakaran Dok 5, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, telah disalurkan kepada warga terdampak.

Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penutupan posko bukan berarti penanganan terhadap korban kebakaran telah berakhir.  Pemerintah kini mulai mendorong pemulihan kehidupan dan perekonomian warga yang terdampak bencana.

   Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut berkaitan dengan mata pencaharian sebagian besar korban kebakaran yang bekerja sebagai nelayan.

  “Posko sudah ditutup dan seluruh bantuan yang ada sudah dibagikan. Sekarang kita berupaya membantu masyarakat untuk perlahan memulihkan perekonomian mereka,” kata Mathius.

Baca Juga :  Dewan Terima Keputusan Mendagri

  Ia menjelaskan, sekitar 80 hingga 90 persen korban kebakaran merupakan nelayan, sehingga BBM menjadi kebutuhan penting agar mereka dapat kembali melaut dan menjalankan aktivitas ekonomi.

  “Yang paling urgent saat ini adalah BBM. Karena 80 sampai 90 persen korban kebakaran ini bermata pencaharian sebagai nelayan. Mereka membutuhkan BBM untuk bisa kembali ke laut,” ujarnya.

  Karena itu, Mathius berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak terkait dan Pertamina, untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM bagi warga terdampak kebakaran.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya