Membuka Jendela Informasi Hingga Kampung Perbatasan
KEEROM – Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver Station (BTS) dipastikan telah berdiri dan beroperasi penuh (on air) di seluruh Distrik. Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Keerom, Wawan Hidayat Wanma, mengungkapkan dari puluhan BTS tersebut, 24 unit di antaranya telah mendapatkan sokongan pembiayaan langsung dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
“Saat ini sudah ada 24 BTS untuk perawatan ditanggung langsung oleh kementerian pusat. Kami di daerah bertugas melakukan pemantauan,” ungkap Wawan kepada awak media, Senin (21/9).
Meski 74 BTS sudah aktif, termasuk yang berada di wilayah paling jauh, di Kampung Niliti, Distrik Towe, Dinas Kominfo Keerom masih terus memetakan kawasan blank spot tersisa agar dapat diusulkan kembali ke pemerintah pusat.
Kehadiran puluhan pemancar sinyal 4G ini dinilai membawa dampak signifikan bagi masyarakat di pelosok Keerom, terutama dalam menjamin kelancaran arus informasi, perekonomian, hingga keselamatan warga.
“Manfaatnya sangat besar, terutama untuk membuka akses komunikasi. Dengan sinyal yang memadai, warga bisa mengantisipasi berbagai kendala di lapangan. Contohnya informasi cuaca atau bencana longsor di jalan, sehingga warga yang hendak bepergian bisa bersiap lebih awal,” jelas Wawan.
Membuka Jendela Informasi Hingga Kampung Perbatasan
KEEROM – Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver Station (BTS) dipastikan telah berdiri dan beroperasi penuh (on air) di seluruh Distrik. Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Keerom, Wawan Hidayat Wanma, mengungkapkan dari puluhan BTS tersebut, 24 unit di antaranya telah mendapatkan sokongan pembiayaan langsung dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
“Saat ini sudah ada 24 BTS untuk perawatan ditanggung langsung oleh kementerian pusat. Kami di daerah bertugas melakukan pemantauan,” ungkap Wawan kepada awak media, Senin (21/9).
Meski 74 BTS sudah aktif, termasuk yang berada di wilayah paling jauh, di Kampung Niliti, Distrik Towe, Dinas Kominfo Keerom masih terus memetakan kawasan blank spot tersisa agar dapat diusulkan kembali ke pemerintah pusat.
Kehadiran puluhan pemancar sinyal 4G ini dinilai membawa dampak signifikan bagi masyarakat di pelosok Keerom, terutama dalam menjamin kelancaran arus informasi, perekonomian, hingga keselamatan warga.
“Manfaatnya sangat besar, terutama untuk membuka akses komunikasi. Dengan sinyal yang memadai, warga bisa mengantisipasi berbagai kendala di lapangan. Contohnya informasi cuaca atau bencana longsor di jalan, sehingga warga yang hendak bepergian bisa bersiap lebih awal,” jelas Wawan.