Ungkap Fakta yang Terjadi dan Berbagai Peristiwa yang Pengaruhi Orang Papua

Victor mengatakan pihaknya akan terus memproduksi film dokumenter tentang Papua di masa mendatang. Ia juga menegaskan pesan utama film tersebut bahwa Papua bukan tanah kosong dan banyak peristiwa yang dialami orang Papua belum diketahui masyarakat luas di luar Papua.

Selain itu, Victor mengingatkan pentingnya peran jurnalis dalam menyampaikan fakta secara jujur mengenai situasi di Papua. “Wartawan harus menulis dengan kebenaran dan jujur tentang apa yang terjadi di atas tanah Papua,” katanya.

Di bagian sudut lapangan, Gustav Fonataba duduk bersandar sambil memperhatikan layar hingga film selesai diputar. Warga Angkasa itu menilai film tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat adat sering kali tidak dilibatkan dalam kebijakan yang menyangkut tanah ulayat mereka sendiri.

Menurutnya, pembangunan seharusnya dibicarakan bersama masyarakat adat, bukan diputuskan sepihak. “Film ini memberi gambaran bagi masyarakat Papua untuk melihat sejauh mana kebijakan pemerintah terhadap orang asli Papua,” katanya.

Baca Juga :  Banyak Pengabdian di Bidang Lain, Siap Bantu Pemkot bila Diminta Pendapat

Ia berharap masyarakat tidak buru-buru memandang film itu secara negatif. “Harus dilihat sisi positifnya. Ada pesan tentang keadilan dan bagaimana membangun Papua secara bersama-sama,” ujarnya.

“Film ini menjadi gambaran dan bahan refleksi bagi masyarakat Papua untuk melihat sejauh mana kebijakan pemerintah terhadap orang asli Papua,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat melihat sisi positif dari film tersebut dan menjadikannya bahan pembelajaran bersama demi terciptanya keadilan dan pembangunan Papua yang melibatkan masyarakat adat.

“Pemerintah seharusnya mendukung film seperti ini dan melihat nilai positifnya, bukan hanya sisi negatif,” katanya.

Di antara kerumunan penonton malam itu, duduk pula Mince, pelajar kelas VIII di Kota Jayapura. Wajahnya terlihat serius sepanjang film diputar. Usai pemutaran, ia mengaku sedih melihat perjuangan mama-mama dan bapak-bapak Papua mempertahankan tanah mereka.

Baca Juga :  Seluruh Tahapan Harus Jalan Baik, Hilangkan Konflik Kepentingan

“Tapi saya juga bangga karena masyarakat Papua terus berjuang,” katanya dengan nada terbata-bata.

Tak jauh dari situ, Rosita, pelajar SMA kelas II mengaku terharu melihat adegan-adegan dalam film yang menurutnya dekat dengan kehidupan masyarakat Papua. “Kita ini bagian dari Indonesia juga,” ujarnya pelan. “Tapi kadang masyarakat Papua masih merasa tidak dihargai.” tegasnya.

Sekadar diketahui, film Pesta Babi merupakan film dokumenter yang diproduksi oleh Ekspedisi Indonesia Baru. Film ini menceritakan tentang perjuangan masyarakat adat di selatan Papua yang menghadapi masifnya ekspansi industri dan proyek negara di tanah leluhur mereka. Kisahnya bermula dari kedatangan kapal-kapal yang membawa ratusan alat berat ke Papua untuk mendukung proyek strategis nasional di bidang pangan dan energi, seperti biodiesel sawit serta bioetanol tebu.

Victor mengatakan pihaknya akan terus memproduksi film dokumenter tentang Papua di masa mendatang. Ia juga menegaskan pesan utama film tersebut bahwa Papua bukan tanah kosong dan banyak peristiwa yang dialami orang Papua belum diketahui masyarakat luas di luar Papua.

Selain itu, Victor mengingatkan pentingnya peran jurnalis dalam menyampaikan fakta secara jujur mengenai situasi di Papua. “Wartawan harus menulis dengan kebenaran dan jujur tentang apa yang terjadi di atas tanah Papua,” katanya.

Di bagian sudut lapangan, Gustav Fonataba duduk bersandar sambil memperhatikan layar hingga film selesai diputar. Warga Angkasa itu menilai film tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat adat sering kali tidak dilibatkan dalam kebijakan yang menyangkut tanah ulayat mereka sendiri.

Menurutnya, pembangunan seharusnya dibicarakan bersama masyarakat adat, bukan diputuskan sepihak. “Film ini memberi gambaran bagi masyarakat Papua untuk melihat sejauh mana kebijakan pemerintah terhadap orang asli Papua,” katanya.

Baca Juga :  Bisa Sisihkan Uang, Biayai Pendidikan Anak Sampai Sarjana

Ia berharap masyarakat tidak buru-buru memandang film itu secara negatif. “Harus dilihat sisi positifnya. Ada pesan tentang keadilan dan bagaimana membangun Papua secara bersama-sama,” ujarnya.

“Film ini menjadi gambaran dan bahan refleksi bagi masyarakat Papua untuk melihat sejauh mana kebijakan pemerintah terhadap orang asli Papua,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat melihat sisi positif dari film tersebut dan menjadikannya bahan pembelajaran bersama demi terciptanya keadilan dan pembangunan Papua yang melibatkan masyarakat adat.

“Pemerintah seharusnya mendukung film seperti ini dan melihat nilai positifnya, bukan hanya sisi negatif,” katanya.

Di antara kerumunan penonton malam itu, duduk pula Mince, pelajar kelas VIII di Kota Jayapura. Wajahnya terlihat serius sepanjang film diputar. Usai pemutaran, ia mengaku sedih melihat perjuangan mama-mama dan bapak-bapak Papua mempertahankan tanah mereka.

Baca Juga :  Ditemukan Oleh Seekor Anjing dengan Nama Aslinya yang Berarti Seorang Nenek

“Tapi saya juga bangga karena masyarakat Papua terus berjuang,” katanya dengan nada terbata-bata.

Tak jauh dari situ, Rosita, pelajar SMA kelas II mengaku terharu melihat adegan-adegan dalam film yang menurutnya dekat dengan kehidupan masyarakat Papua. “Kita ini bagian dari Indonesia juga,” ujarnya pelan. “Tapi kadang masyarakat Papua masih merasa tidak dihargai.” tegasnya.

Sekadar diketahui, film Pesta Babi merupakan film dokumenter yang diproduksi oleh Ekspedisi Indonesia Baru. Film ini menceritakan tentang perjuangan masyarakat adat di selatan Papua yang menghadapi masifnya ekspansi industri dan proyek negara di tanah leluhur mereka. Kisahnya bermula dari kedatangan kapal-kapal yang membawa ratusan alat berat ke Papua untuk mendukung proyek strategis nasional di bidang pangan dan energi, seperti biodiesel sawit serta bioetanol tebu.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya