Karhutla di Papsel Ganggu Penerbangan di Mimika

Stevan memproyeksikan potensi gangguan kabut asap ini masih dapat bertahan hingga akhir Oktober 2026. Hal tersebut disebabkan oleh konsistensi tiupan angin monsun timur, serta kebakaran lahan yang belum sepenuhnya padam di kawasan sumber api. “Peralihan dari monsun timur ke monsun barat diprakirakan baru terjadi pada November hingga Desember. Selama angin masih bertiup dari timur dan karhutla terus berlangsung, asap diprakirakan tetap bertahan,” tuturnya.

Selain ancaman asap, keterpaparan fenomena El Nino yang melanda wilayah Papua diperkirakan memperpanjang masa kekeringan hingga tahun depan. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan badai petir diprediksi baru berpotensi muncul pada masa peralihan musim sekitar Oktober akhir hingga November.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Tegaskan Kejar Para Pelaku

Di sektor perairan, BMKG mencatat ketinggian gelombang di Laut Arafuru wilayah luar muara berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, kondisi perairan di area dermaga dan pelabuhan relatif tenang dengan tinggi gelombang 0,1 hingga 0,5 meter. Stevan menambahkan, tingkat kepekatan asap di wilayah pesisir seperti Poumako cenderung lebih tinggi dibandingkan kawasan perkotaan. Rimbunnya vegetasi hutan pesisir menahan partikel asap sehingga mengendap lebih lama di permukaan.

Mengantisipasi dampak kesehatan, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker saat beraktivitas di ruang terbuka, serta menghemat penggunaan air bersih selama periode kekeringan berlangsung. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Awali Pengawasan, Bawaslu Jaring Masukan dari Stakeholder 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Stevan memproyeksikan potensi gangguan kabut asap ini masih dapat bertahan hingga akhir Oktober 2026. Hal tersebut disebabkan oleh konsistensi tiupan angin monsun timur, serta kebakaran lahan yang belum sepenuhnya padam di kawasan sumber api. “Peralihan dari monsun timur ke monsun barat diprakirakan baru terjadi pada November hingga Desember. Selama angin masih bertiup dari timur dan karhutla terus berlangsung, asap diprakirakan tetap bertahan,” tuturnya.

Selain ancaman asap, keterpaparan fenomena El Nino yang melanda wilayah Papua diperkirakan memperpanjang masa kekeringan hingga tahun depan. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan badai petir diprediksi baru berpotensi muncul pada masa peralihan musim sekitar Oktober akhir hingga November.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Tegaskan Kejar Para Pelaku

Di sektor perairan, BMKG mencatat ketinggian gelombang di Laut Arafuru wilayah luar muara berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, kondisi perairan di area dermaga dan pelabuhan relatif tenang dengan tinggi gelombang 0,1 hingga 0,5 meter. Stevan menambahkan, tingkat kepekatan asap di wilayah pesisir seperti Poumako cenderung lebih tinggi dibandingkan kawasan perkotaan. Rimbunnya vegetasi hutan pesisir menahan partikel asap sehingga mengendap lebih lama di permukaan.

Mengantisipasi dampak kesehatan, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker saat beraktivitas di ruang terbuka, serta menghemat penggunaan air bersih selama periode kekeringan berlangsung. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Bupati Mimika Evaluasi Program OPD

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya