MIMIKA — Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengungkapkan bahwa fenomena tersebut dipicu oleh maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Papua Selatan, terutama Kabupaten Merauke.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin, Stevan, menjelaskan bahwa hasil pantauan satelit menunjukkan lonjakan signifikan titik panas (hotspot) di wilayah Papua Selatan. “Titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang mencapai 3.000 titik, sedangkan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 200 titik,” ujar Stevan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9).Â
Ia memaparkan, pergerakan angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara membawa sebaran asap karhutla dari Merauke menuju kawasan pesisir selatan Papua.
Dampak sebaran asap ini tidak hanya dirasakan warga Timika, tetapi juga meluas hingga ke Agats di Kabupaten Asmat serta Kabupaten Kaimana di Papua Barat. Kepekatan asap turut memengaruhi jarak pandang (visibility) dan berpotensi mengganggu operasional penerbangan di Bandara Mozes Kilangin, terutama pada pagi hari.
“Jarak pandang berada di bawah 2.000 meter (2 km). Untuk pesawat berbadan besar, kondisi ini dapat memicu penundaan penerbangan (delay) atau pengalihan pendaratan (divert) ke bandara lain sambil menunggu visual membaik,” kata Stevan.
Meski demikian, BMKG menegaskan batas aman penerbangan tetap mengacu pada regulasi maskapai dan koordinasi navigasi udara (Air Traffic Control/ATC). Informasi kondisi cuaca dan jarak pandang dari BMKG disalurkan secara berkala ke pemandu lalu lintas udara sebagai acuan keselamatan pendaratan maupun lepas landas.
MIMIKA — Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengungkapkan bahwa fenomena tersebut dipicu oleh maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Papua Selatan, terutama Kabupaten Merauke.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin, Stevan, menjelaskan bahwa hasil pantauan satelit menunjukkan lonjakan signifikan titik panas (hotspot) di wilayah Papua Selatan. “Titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang mencapai 3.000 titik, sedangkan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 200 titik,” ujar Stevan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9).Â
Ia memaparkan, pergerakan angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara membawa sebaran asap karhutla dari Merauke menuju kawasan pesisir selatan Papua.
Dampak sebaran asap ini tidak hanya dirasakan warga Timika, tetapi juga meluas hingga ke Agats di Kabupaten Asmat serta Kabupaten Kaimana di Papua Barat. Kepekatan asap turut memengaruhi jarak pandang (visibility) dan berpotensi mengganggu operasional penerbangan di Bandara Mozes Kilangin, terutama pada pagi hari.
“Jarak pandang berada di bawah 2.000 meter (2 km). Untuk pesawat berbadan besar, kondisi ini dapat memicu penundaan penerbangan (delay) atau pengalihan pendaratan (divert) ke bandara lain sambil menunggu visual membaik,” kata Stevan.
Meski demikian, BMKG menegaskan batas aman penerbangan tetap mengacu pada regulasi maskapai dan koordinasi navigasi udara (Air Traffic Control/ATC). Informasi kondisi cuaca dan jarak pandang dari BMKG disalurkan secara berkala ke pemandu lalu lintas udara sebagai acuan keselamatan pendaratan maupun lepas landas.