Tiga Polisi Hilang di Perairan Wapoga

Karena itu, kondisi angin, arus, dan gelombang menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pelayaran maupun operasi pencarian di kawasan tersebut. Data prakiraan maritim BMKG pada 24 Agustus 2026 menunjukkan kondisi perairan di sekitar kawasan Serui dan Waropen perlu tetap diwaspadai. Pada Perairan Selatan Serui, BMKG mencatat angin sekitar 5 knot dengan hembusan hingga 15–16 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,5 meter pada dini hari 24 Agustus. Kondisi tersebut masuk kategori gelombang rendah.

Sementara itu, data BMKG Biak pada 23 Agustus 2026, menunjukkan Perairan Selatan Serui diprakirakan mengalami gelombang sekitar 1,3 meter dengan angin dari barat laut sekitar 9 knot. Gelombang tersebut berada dalam kategori sedang. Adapun prakiraan di Pelabuhan Waren pada 24 Agustus menunjukkan angin dari utara sekitar 4 knot dengan hembusan hingga 8 knot dan gelombang sekitar 0,3 meter atau kategori tenang.

Data tersebut menggambarkan bahwa kondisi laut dapat berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Karena itu, kondisi cuaca dan gelombang di titik terakhir speed boat terlihat tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan data satu lokasi pengamatan. Belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian maupun BMKG yang menyatakan bahwa kondisi angin atau gelombang menjadi penyebab speed boat tersebut hanyut.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Ketersediaan Uang Rupiah  Harus Cukup

Penyebab pasti kejadian masih perlu menunggu hasil informasi dari para penumpang, pemeriksaan kapal, serta perkembangan pencarian. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan speed boat atau melihat tanda-tanda keberadaan kelima penumpang agar segera melaporkannya kepada petugas.

Sementara Direktur Polairud Polda Papua Tengah Kombes Pol. Mas Anton Widyodigdo mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel dan terus berkoordinasi dengan berbagai unsur. “Ini hari ketiga kita ikut melakukan pencarian. Personel terus bergerak menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya perahu. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat pesisir untuk mendapatkan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu menemukan lima orang yang berada di dalam perahu,” kata Mas Anton.

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi perahu pertama kali diketahui setelah salah satu penumpang, Bripda Lamek Abon, menyampaikan informasi melalui grup komunikasi bahwa rombongan hanyut di tengah laut. “Berdasarkan informasi terakhir yang diterima tim, perahu tersebut diduga hanyut ke arah barat menuju perairan wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah,” jelasnya.

Pada hari pertama pencarian, tim menyisir sejumlah wilayah perairan, di antaranya Mor, Mambor dan Wapoga. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan unsur SAR menuju perairan Nabire Timur. Tim melakukan penyisiran permukaan laut sekaligus menyusuri sejumlah pesisir pantai yang diperkirakan menjadi lokasi yang memungkinkan perahu terbawa arus.

Baca Juga :  TNI -Polri Harus Peka Deteksi Antara Sipil dan OPM

Sejumlah sektor menjadi sasaran pencarian, yakni Sektor A di sekitar perairan Kampung Napan, Distrik Napan; Sektor B di sekitar perairan Pulau Moor, Distrik Kepulauan Mora; serta Sektor C di sekitar Pulau Babi, Distrik Kepulauan Mora.

Dari wilayah tersebut, tim kemudian melanjutkan penyisiran menuju Wapoga, Kampung Hariti, Mambor dan sejumlah pulau di sekitarnya untuk memperluas wilayah pencarian. Pencarian terhadap kelima orang tersebut juga menghadapi kendala berupa kabut asap dan kondisi udara yang kabur sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di laut sangat terbatas, yakni hanya sekitar 300 meter. Situasi ini menyulitkan personel melakukan penyisiran secara visual sekaligus meningkatkan risiko keselamatan dalam pelayaran. (il/rel/tft/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Karena itu, kondisi angin, arus, dan gelombang menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pelayaran maupun operasi pencarian di kawasan tersebut. Data prakiraan maritim BMKG pada 24 Agustus 2026 menunjukkan kondisi perairan di sekitar kawasan Serui dan Waropen perlu tetap diwaspadai. Pada Perairan Selatan Serui, BMKG mencatat angin sekitar 5 knot dengan hembusan hingga 15–16 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,5 meter pada dini hari 24 Agustus. Kondisi tersebut masuk kategori gelombang rendah.

Sementara itu, data BMKG Biak pada 23 Agustus 2026, menunjukkan Perairan Selatan Serui diprakirakan mengalami gelombang sekitar 1,3 meter dengan angin dari barat laut sekitar 9 knot. Gelombang tersebut berada dalam kategori sedang. Adapun prakiraan di Pelabuhan Waren pada 24 Agustus menunjukkan angin dari utara sekitar 4 knot dengan hembusan hingga 8 knot dan gelombang sekitar 0,3 meter atau kategori tenang.

Data tersebut menggambarkan bahwa kondisi laut dapat berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Karena itu, kondisi cuaca dan gelombang di titik terakhir speed boat terlihat tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan data satu lokasi pengamatan. Belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian maupun BMKG yang menyatakan bahwa kondisi angin atau gelombang menjadi penyebab speed boat tersebut hanyut.

Baca Juga :  Pleno Memanas, Dua Kelompok Massa Pendukung Cawalkot Bentrok

Penyebab pasti kejadian masih perlu menunggu hasil informasi dari para penumpang, pemeriksaan kapal, serta perkembangan pencarian. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan speed boat atau melihat tanda-tanda keberadaan kelima penumpang agar segera melaporkannya kepada petugas.

Sementara Direktur Polairud Polda Papua Tengah Kombes Pol. Mas Anton Widyodigdo mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel dan terus berkoordinasi dengan berbagai unsur. “Ini hari ketiga kita ikut melakukan pencarian. Personel terus bergerak menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya perahu. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat pesisir untuk mendapatkan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu menemukan lima orang yang berada di dalam perahu,” kata Mas Anton.

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi perahu pertama kali diketahui setelah salah satu penumpang, Bripda Lamek Abon, menyampaikan informasi melalui grup komunikasi bahwa rombongan hanyut di tengah laut. “Berdasarkan informasi terakhir yang diterima tim, perahu tersebut diduga hanyut ke arah barat menuju perairan wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah,” jelasnya.

Pada hari pertama pencarian, tim menyisir sejumlah wilayah perairan, di antaranya Mor, Mambor dan Wapoga. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan unsur SAR menuju perairan Nabire Timur. Tim melakukan penyisiran permukaan laut sekaligus menyusuri sejumlah pesisir pantai yang diperkirakan menjadi lokasi yang memungkinkan perahu terbawa arus.

Baca Juga :  Disambut Pelukan Hangat Keluarga

Sejumlah sektor menjadi sasaran pencarian, yakni Sektor A di sekitar perairan Kampung Napan, Distrik Napan; Sektor B di sekitar perairan Pulau Moor, Distrik Kepulauan Mora; serta Sektor C di sekitar Pulau Babi, Distrik Kepulauan Mora.

Dari wilayah tersebut, tim kemudian melanjutkan penyisiran menuju Wapoga, Kampung Hariti, Mambor dan sejumlah pulau di sekitarnya untuk memperluas wilayah pencarian. Pencarian terhadap kelima orang tersebut juga menghadapi kendala berupa kabut asap dan kondisi udara yang kabur sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di laut sangat terbatas, yakni hanya sekitar 300 meter. Situasi ini menyulitkan personel melakukan penyisiran secara visual sekaligus meningkatkan risiko keselamatan dalam pelayaran. (il/rel/tft/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya