Korban diketahui bernama Abdul Rozas (29). Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke, korban diduga terjatuh sekira pukul 01.30 WIT saat hendak menuju kamar kecil (toilet) untuk buang air kecil
Kasi Humas Polres Merauke Ipda Andre menjelaskan, setelah mendapat laporan adanya warga yang tersesat, Satuan Polairud Polres Merauke melalui personel Pos Pintu Air segera merespon cepat. Tim yang terdiri dari Aipda Ahma
Saat berada ditepi sungai korban tiba-tiba di terkam buaya dan terseret ke dalam sungai, rekan korban yang juga ikut mancing saat itu pun tak berdaya memberikan pertolongan. David Prawar saksi mata yang melihat langsung
”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” imbuhnya.
Pencarian yang dimulai pukul 06.00 WIT tersebut sempat terhambat oleh cuaca buruk, sehingga kapal KN.SAR Merauke 223 hanya mampu mencapai 6,56 mill pada posisi 08⁰31'67“S - 140⁰24’47“ E. Kapal kemudian bertolak kembali k
Sebanyak 13 anak buah kapal ditemukan di laut dan selamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di titik temuan dengan jarak sekira 115 kilometer dari dermaga Merauke kearah tenggara atau mendekati perbatasan RI - PNG. Jik
Nur Aulya dilaporkan hilang dari kediaman orang tuanya pada Minggu, 30 Maret 2025. Upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan aparat kepolisian akhirnya berujung duka. Empat hari kemudian, tepatnya 2 April 2025, tubuh b
Hilman mengaku selama di Makassar mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi-informasi yang akurat. Dia juga mengaku telah memberanikan diri untuk datang dengan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan perjalanan satu jam me
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengkonfirmasi identitas korban. Jenazah berusia 43 tahun itu ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Evakuasi jenazah Deden
Humas SAR Jayapura, Silvia Yoku, menyampaikan bahwa operasi pencarian resmi telah dihentikan. Ia menjelaskan, keputusan penutupan dilakukan setelah seluruh prosedur pencarian maksimal dilaksanakan sesuai standar operasi
Agus Salim dan Sa’di berangkat dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi menggunakan satu unit perahu fiber bermesin ganda. Bekal yang mereka bawa pun sederhana beras, mi instan, dan telur. Bekal itu, menurut Nurul, me
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan timika, I Wayan Suyatna melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto, mengatakan bahwa peristiwa tersebut dilaporkan terjadi saat perahu tersebut dalam pelayar
Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua Nugini (PNG), namun belum membuahkan hasil.
"Kami sudah melakukan pencarian hingga ke perbatasan PN
Kapolsek Muara Tami, AKP H. Zakarudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memastikan keberadaan Petrus. Namun, yang bersangkutan diketahui enggan kembali ke rumah orang tua kandungnya di Koya Barat, Distrik Muara Tami.
Kapolsek Muara Tami AKP H. Zakarudin menjelaskan bahwa pihaknya belum melakukan langkah pengambilan keterangan kepada pihak keluarga dalam hal ini orang tua dari Petrus. Lantaran saat membuat laporan atas kehilangan di M
‘’Saat ditemukan tim SAR gabungan, korban selamat namun dalam kondisi lemas dan terdapat luka-luka lecet di kakinya. Oleh karena itu korban akhirnya di tandu keluar dari hutan menuju ke jalan raya untuk selanjutnya di ev
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi melalui Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Darmawan, saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya mengatakan, pencarina terhadap warga Sota yang dinyat
Korban pertama kalinya ditemukan oleh para nelayan yang sedang memancing di sekitar lokasi penemuan dalam keadaan mengapng terombang ambing dengan jarak sekitar 9,3 kilo dari Muara Sungai Kumbe.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto, menyebut dalam peristiwa itu enam orang berhasil selamat, namun satu orang lainnya dinyat
Namun, daerah itu termasuk kawasan yang sudah dilarang untuk ditangkap ikan oleh pemilik hak ulayat setempat. Nelayan kemudian sempat diamankan warga kampung, hingga akhirnya Saldin melompat ke laut dan tak muncul kembal
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, MM melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MS, mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Polsek Naukenjerai Ipda C. C. Fernandez, pencarian hari pertama dilakukan pada 2 September 2025 de
‘’Dalam laporannya di Pos Polisi Jair, pelapor menceritakan kronologi kejadian dimana pada awalnya pada hari Jumat tanggal 1 Agustus 2025 sekira pukul 09.30 WIT, korban berniat untuk mengambil jaring dan busur yang berad
Sugarda juga mengaku jika pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada kedua pelaku NS dan MW yang mengaku jika awal kejadian mereka saling kejar dari lokasi awal Korban duduk dan mengonsumsi miras dan masuk ke dalam air
Katanya, saat itu perahu tersebut berlayar dari Kampung Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh menuju ke Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah. Namun, akibat kehabisan bahan bakar, perahu itu terombang-ambing
Tak tanggung-tanggung, ada pasal pembunuhan berencana yang dikenakan atas perbuatannya yang keji ini. Mu juga dipastikan tak bisa lagi mendengar deru ombak laut yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya. Pria 40 tahun
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan adalah ayah tiri korban berinisial Mu (40). Aksi keji tersebut dilakukan di korban di kawasan Dox IX, Kelurahan Tanjung R
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, menyatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan penyelidikan kasus tersebut setelah hasil tes DNA menunjukkan identitas jasad yang cocok dengan orang tua kandung
Biasanya, tes ini sering digunakan untuk mencocokan hubungan keluarga dan garis keturunannya. Dan otopsi dan tes DNA, mayat tersebut dipastikan adalah Nurmila Nainin, bocah perempuan berusia 9 tahun yang akrab disapa Tap
Nur Aulya, bocah mungil berusia 3,5 tahun, terakhir terlihat di depan ruko kecil tempat kedua orang tuanya mencari nafkah di Koya Barat, Distrik Muara Tami pada 30 Maret 2025 sore. Bermula tak ada firasat buruk, namun ha
Namun, keluarga kesulitan memastikan identitas jenazah tersebut karena kondisi korban yang tidak utuh dimana sejumlah organ tubuhnya hilang. Selain itu, pakaian mayat itu berwarna hitam, sedangkan Tapasya terakhir terlih
Dua kasus tersebut, yakni Nur Alihas Aulya yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah empat hari hilang. Sedangkan, satu kasus lainnnya menimpa Nur Mila Nainin 9 tahun yang tinggal di Tanjung Ria Dok X yang
Jelasnya, anak-anak adalah aset masa depan bangsa yang seharusnya mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan hak tumbuh kembang yang layak. Sebagai Wakil rakyat, Max mendorong instansi terkait, mulai dari Dinas Pemberda
Iapun berharap Kapolresta yang baru, Fredrickus Maclarimboen mengusut tuntas kasus ini. "Harapan saya kepada Kapolresta yang baru agar 2 kasus ini ditangani baik dan segera ungkap siapa pelakunya,"ucap Abisai Rollo ket
Mantan Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan kuat mengarah kepada ayah
Berbagai upaya telah dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar untuk menemukan Tapasya. Pencarian dilakukan di sekitar rumah, kawasan Deplat, Pasir Dua, hingga ke pusat Kota Jayapura. Namun, upaya tersebut belum membu
Balita ini ditemukan di kolam di belakang rumahnya. Wargapun berbondong-bondong mengawal penemuan jenasah balita tersebut hingga ke dalam sebuah rumah. Tak lama polisi datang ke lokasi untuk melakukan penyidikan. Tak s