Seorang Warga Dilaporkan  Hilang di Sungai Maro

MERAUUKE – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap seorang warga  yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke aliran Sungai Maro di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (6/7).

Korban diketahui bernama Abdul Rozas (29). Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke, korban diduga terjatuh sekira pukul 01.30 WIT saat hendak menuju kamar kecil (toilet) untuk buang air kecil (BAK) di dermaga milik Hengki yang berada di pinggiran Sungai Maro.

Rekan korban, Supendi, yang melaporkan kejadian tersebut menyebutkan bahwa sejak saat itu korban tidak lagi terlihat di sekitar lokasi. Saat kejadian, korban diketahui mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dan celana pendek.

‘’Laporan resmi kami terima hari ini, Senin (6/7) sekira  pukul 10.00 WIT.  Selang 20 menit,  sebanyak dua tim rescue dengan kekuatan 10 personel langsung kami diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian,’’ kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Rencana Peredaran 3.056 Butir Pil Sapi di Jayapura

Dikatakan, lokasi pencarian berada di koordinat 8°27’49.45″ LS dan 140°25’14.94″ BT atau sekitar 6,3 kilometer di sebelah utara Kantor SAR Merauke, dengan waktu tempuh sekitar 25 menit.

Rudi menjelaskan, pihaknya  mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan guna mempercepat proses pencarian korban. Operasi tersebut juga melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kodaeral XI Merauke, Satrol Merauke, Polair Merauke, serta dibantu Anak Buah Kapal (ABK) KM Lyly 03.

Dalam operasi pencarian, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya tiga unit rescue car, satu unit Rigid Buoyant Boat (RBB), satu unit perahu bermesin 40 PK, drone thermal untuk pencarian udara, telepon satelit, Handy Talky (HT), serta GPS handheld.

Baca Juga :  Tak Menyala, Lampu Jalan Dikeluhkan

  Selama proses pencarian, kondisi cuaca di wilayah Sungai Maro dilaporkan cerah berawan dan sempat terjadi hujan lokal. Kecepatan angin berkisar 8 hingga 25 kilometer per jam dengan arah bertiup dari timur hingga tenggara.

Tim SAR juga mengimbau masyarakat maupun awak kapal yang melintas di sekitar Sungai Maro agar segera melaporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban, sehingga proses pencarian dapat berjalan lebih efektif. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

MERAUUKE – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap seorang warga  yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke aliran Sungai Maro di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (6/7).

Korban diketahui bernama Abdul Rozas (29). Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke, korban diduga terjatuh sekira pukul 01.30 WIT saat hendak menuju kamar kecil (toilet) untuk buang air kecil (BAK) di dermaga milik Hengki yang berada di pinggiran Sungai Maro.

Rekan korban, Supendi, yang melaporkan kejadian tersebut menyebutkan bahwa sejak saat itu korban tidak lagi terlihat di sekitar lokasi. Saat kejadian, korban diketahui mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dan celana pendek.

‘’Laporan resmi kami terima hari ini, Senin (6/7) sekira  pukul 10.00 WIT.  Selang 20 menit,  sebanyak dua tim rescue dengan kekuatan 10 personel langsung kami diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian,’’ kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi.

Baca Juga :  Bebas OPTK, 2.150 Ton Inti Kelapa Sawit Siap Dikirim ke Kaltim

Dikatakan, lokasi pencarian berada di koordinat 8°27’49.45″ LS dan 140°25’14.94″ BT atau sekitar 6,3 kilometer di sebelah utara Kantor SAR Merauke, dengan waktu tempuh sekitar 25 menit.

Rudi menjelaskan, pihaknya  mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan guna mempercepat proses pencarian korban. Operasi tersebut juga melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kodaeral XI Merauke, Satrol Merauke, Polair Merauke, serta dibantu Anak Buah Kapal (ABK) KM Lyly 03.

Dalam operasi pencarian, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya tiga unit rescue car, satu unit Rigid Buoyant Boat (RBB), satu unit perahu bermesin 40 PK, drone thermal untuk pencarian udara, telepon satelit, Handy Talky (HT), serta GPS handheld.

Baca Juga :  Pengungsi Pilih Tinggal di Keluarga dan Panguyuban

  Selama proses pencarian, kondisi cuaca di wilayah Sungai Maro dilaporkan cerah berawan dan sempat terjadi hujan lokal. Kecepatan angin berkisar 8 hingga 25 kilometer per jam dengan arah bertiup dari timur hingga tenggara.

Tim SAR juga mengimbau masyarakat maupun awak kapal yang melintas di sekitar Sungai Maro agar segera melaporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban, sehingga proses pencarian dapat berjalan lebih efektif. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya