WAMENA – Guna menekan laju Inflasi daerah Pemkab Jayawijaya kembali memperkuat lintas sektor bersama dengan Tim pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) dari Pemprov Papua Pegunungan dan Bank Indonesia, guna memperkuat stabilitas harga yang ada di Jayawijaya.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk memperdalam berbagai faktor yang memengaruhi inflasi sekaligus merumuskan langkah konkret untuk menekannya. salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi di daerah adalah pergerakan harga komoditas di pasar, khususnya kebutuhan pangan dan hasil holtikultura.
āFaktor-faktor yang mennentukan meningkatnya inflasi daerah itu banyak, tentunya dari pasar, harga-harga pasar baik itu sembako maupun komoditas pertanian, sebab selama ini harga di Wamena memang naik turun,ā ungkapnya Selasa (1/9).
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di wilayah Papua Pegunungan sebelumnya berada pada angka 7 persen lebih. Namun, pada periode berikutnya angka tersebut mengalami penurunan menjadi sekitar 4 persen lebih, namun ini masih tergolong tinggi jika dibandikan dengan daerah lain.
WAMENA – Guna menekan laju Inflasi daerah Pemkab Jayawijaya kembali memperkuat lintas sektor bersama dengan Tim pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) dari Pemprov Papua Pegunungan dan Bank Indonesia, guna memperkuat stabilitas harga yang ada di Jayawijaya.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk memperdalam berbagai faktor yang memengaruhi inflasi sekaligus merumuskan langkah konkret untuk menekannya. salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi di daerah adalah pergerakan harga komoditas di pasar, khususnya kebutuhan pangan dan hasil holtikultura.
āFaktor-faktor yang mennentukan meningkatnya inflasi daerah itu banyak, tentunya dari pasar, harga-harga pasar baik itu sembako maupun komoditas pertanian, sebab selama ini harga di Wamena memang naik turun,ā ungkapnya Selasa (1/9).
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di wilayah Papua Pegunungan sebelumnya berada pada angka 7 persen lebih. Namun, pada periode berikutnya angka tersebut mengalami penurunan menjadi sekitar 4 persen lebih, namun ini masih tergolong tinggi jika dibandikan dengan daerah lain.