KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang kekurangan tenaga pengajar. Pemerintah Kabupaten Keerom segera menata penempatan tenaga pendidik dengan mendistribusikan guru-guru yang saat ini menumpuk di sekolah tertentu agar merata ke seluruh wilayah.
Menurut Bupati Gusbager, ketersediaan guru seharusnya sudah bukan lagi menjadi masalah utama. Pasalnya, pemerintah daerah telah melakukan rekrutmen tenaga pendidik secara masif dalam beberapa tahun terakhir.
“Pemerintah Kabupaten Keerom sudah tiga tahun berturut-turut mengangkat ratusan tenaga guru P3K dan guru PNS. Tidak ada alasan bagi kepala sekolah tidak melaporkan kondisi sekolahnya apabila terjadi kekurangan guru,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di SMPN 1 Senggi, Senin (31/8).
Bupati dua periode itu menginstruksikan agar setiap sekolah memiliki jumlah guru yang memadai dan meminta kepala sekolah proaktif dalam melaporkan kebutuhan tenaga pengajar di lapangan.
“Saya tidak ingin ada sekolah yang kekurangan guru karena alasan apa pun. Guru-guru yang ada menumpuk di sekolah-sekolah yang ada di Keerom akan kita distribusikan merata ke seluruh sekolah,” ujarnya.
KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang kekurangan tenaga pengajar. Pemerintah Kabupaten Keerom segera menata penempatan tenaga pendidik dengan mendistribusikan guru-guru yang saat ini menumpuk di sekolah tertentu agar merata ke seluruh wilayah.
Menurut Bupati Gusbager, ketersediaan guru seharusnya sudah bukan lagi menjadi masalah utama. Pasalnya, pemerintah daerah telah melakukan rekrutmen tenaga pendidik secara masif dalam beberapa tahun terakhir.
“Pemerintah Kabupaten Keerom sudah tiga tahun berturut-turut mengangkat ratusan tenaga guru P3K dan guru PNS. Tidak ada alasan bagi kepala sekolah tidak melaporkan kondisi sekolahnya apabila terjadi kekurangan guru,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di SMPN 1 Senggi, Senin (31/8).
Bupati dua periode itu menginstruksikan agar setiap sekolah memiliki jumlah guru yang memadai dan meminta kepala sekolah proaktif dalam melaporkan kebutuhan tenaga pengajar di lapangan.
“Saya tidak ingin ada sekolah yang kekurangan guru karena alasan apa pun. Guru-guru yang ada menumpuk di sekolah-sekolah yang ada di Keerom akan kita distribusikan merata ke seluruh sekolah,” ujarnya.