DPR Papua Singgung Soal CCTV

Komisi IV Anggap Pemerintah Punya Tanggungjawab Soal Sarana Prasarana

JAYAPURA–Merespons insiden terbakarnya mobil pikap setelah diduga menabrak median jalan di kawasan Ring Road Jayapura, Minggu (30/8), Anggota Komisi IV DPR Papua bidang Infrastruktur, Alberth Merauje, mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Papua segera memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik.

Menurut Alberth, pemasangan CCTV tidak hanya dibutuhkan di kawasan Ring Road, tetapi juga di seluruh jalan utama di Provinsi Papua, khususnya Kota Jayapura. Keberadaan CCTV dinilai penting untuk membantu mengungkap secara objektif kejadian apa saja yang terjadi di jalan raya.

Ia mengatakan, sesuai amanat undang-undang, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan infrastruktur jalan yang berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan, baik pada jalan nasional, provinsi maupun kabupaten/kota. “Kalau kita bicara undang-undang, jalan itu harus berkeselamatan bagi pengguna jalan. Ada tiga faktor penyebab kecelakaan, yaitu manusia, kendaraan dan infrastruktur. Saya pikir CCTV akan sangat membantu,” kata Alberth, di ruangan kerjanya Senin (31/8)

Baca Juga :  KM Dobonsolo Masuk Galangan, Persiapan Layani Angkutan Lebaran

Ia menjelaskan, faktor manusia dapat berupa kurangnya konsentrasi, mengantuk hingga berkendara dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Sementara faktor kendaraan berkaitan dengan kondisi teknis kendaraan yang tidak laik jalan, seperti kerusakan sistem pengereman maupun lampu kendaraan.

Sedangkan dari sisi infrastruktur, kecelakaan dapat dipengaruhi minimnya fasilitas keselamatan, seperti marka jalan, rambu lalu lintas dan penerangan jalan yang belum memadai.

Dengan pemasangan CCTV, kata Alberth, setiap kecelakaan yang terjadi dapat dievaluasi berdasarkan rekaman kejadian. Hal tersebut juga dapat menjadi bahan pemerintah dalam menentukan langkah perbaikan, baik terhadap perilaku pengguna jalan, kondisi kendaraan maupun infrastruktur.

Selain meminta pemasangan CCTV, Alberth juga menyoroti kondisi infrastruktur di kawasan Ring Road yang menurutnya membutuhkan pemeliharaan secara rutin dan mendesak. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua segera melakukan penanganan terhadap sejumlah titik jalan yang berlubang dan kerap menimbulkan genangan air ketika hujan.

Baca Juga :  Pendaftaran HAKI di Kemenkum Lampaui Target

Material berupa pasir atau tanah yang terbawa ke badan jalan juga dinilai perlu rutin dibersihkan karena dapat membahayakan pengendara. “Selain itu, kami harapkan Dinas Pekerjaan Umum berkolaborasi bersama Pemerintah Kota dan Balai Jalan untuk pemeliharaan rutin. Di Ring Road, air tergenang saat hujan, material jalan berserakan, dan cat pembatas jalan sudah hitam. Itu semua harus segera dibersihkan dan diperbaiki,” ujarnya.

Komisi IV Anggap Pemerintah Punya Tanggungjawab Soal Sarana Prasarana

JAYAPURA–Merespons insiden terbakarnya mobil pikap setelah diduga menabrak median jalan di kawasan Ring Road Jayapura, Minggu (30/8), Anggota Komisi IV DPR Papua bidang Infrastruktur, Alberth Merauje, mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Papua segera memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik.

Menurut Alberth, pemasangan CCTV tidak hanya dibutuhkan di kawasan Ring Road, tetapi juga di seluruh jalan utama di Provinsi Papua, khususnya Kota Jayapura. Keberadaan CCTV dinilai penting untuk membantu mengungkap secara objektif kejadian apa saja yang terjadi di jalan raya.

Ia mengatakan, sesuai amanat undang-undang, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan infrastruktur jalan yang berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan, baik pada jalan nasional, provinsi maupun kabupaten/kota. “Kalau kita bicara undang-undang, jalan itu harus berkeselamatan bagi pengguna jalan. Ada tiga faktor penyebab kecelakaan, yaitu manusia, kendaraan dan infrastruktur. Saya pikir CCTV akan sangat membantu,” kata Alberth, di ruangan kerjanya Senin (31/8)

Baca Juga :  Ada 21 Komoditas yang Bisa Dihilirisasi, Namun Belum Dimaksimalkan

Ia menjelaskan, faktor manusia dapat berupa kurangnya konsentrasi, mengantuk hingga berkendara dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Sementara faktor kendaraan berkaitan dengan kondisi teknis kendaraan yang tidak laik jalan, seperti kerusakan sistem pengereman maupun lampu kendaraan.

Sedangkan dari sisi infrastruktur, kecelakaan dapat dipengaruhi minimnya fasilitas keselamatan, seperti marka jalan, rambu lalu lintas dan penerangan jalan yang belum memadai.

Dengan pemasangan CCTV, kata Alberth, setiap kecelakaan yang terjadi dapat dievaluasi berdasarkan rekaman kejadian. Hal tersebut juga dapat menjadi bahan pemerintah dalam menentukan langkah perbaikan, baik terhadap perilaku pengguna jalan, kondisi kendaraan maupun infrastruktur.

Selain meminta pemasangan CCTV, Alberth juga menyoroti kondisi infrastruktur di kawasan Ring Road yang menurutnya membutuhkan pemeliharaan secara rutin dan mendesak. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua segera melakukan penanganan terhadap sejumlah titik jalan yang berlubang dan kerap menimbulkan genangan air ketika hujan.

Baca Juga :  Empat Tersangka Korupsi Beras Bulog di Wamena Ditahan

Material berupa pasir atau tanah yang terbawa ke badan jalan juga dinilai perlu rutin dibersihkan karena dapat membahayakan pengendara. “Selain itu, kami harapkan Dinas Pekerjaan Umum berkolaborasi bersama Pemerintah Kota dan Balai Jalan untuk pemeliharaan rutin. Di Ring Road, air tergenang saat hujan, material jalan berserakan, dan cat pembatas jalan sudah hitam. Itu semua harus segera dibersihkan dan diperbaiki,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya