2.190 Personel Gabungan Siaga

Untuk mendukung penanganan Karhutla, pihaknya juga telah melakukan inventarisasi sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing instansi. Di antaranya 21 unit kendaraan pemadam kebakaran, tangki air, kendaraan truk, ambulans, Alkon, peralatan komunikasi, hingga perlengkapan kesehatan.

Meski demikian, Febriel mengakui pihaknya saat ini belum memiliki dukungan pemadaman melalui udara maupun kegiatan modifikasi cuaca. Dukungan tersebut, kata dia, akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. “Sampai minggu ini, di aplikasi Sipongi maupun BMKG belum ada yang terdeteksi cukup besar. Di Sipongi masih berwarna kuning dan hijau, jumlahnya juga sangat sedikit dibandingkan provinsi-provinsi lain,” katanya.

Kendati kondisi hotspot di Papua masih relatif terkendali, Pangdam menegaskan seluruh personel tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca dapat memicu meluasnya kebakaran. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembukaan lahan melalui pembakaran maupun membakar sampah tanpa pengawasan.

Baca Juga :  Sebaiknya Untuk Papua Rapid Tes Tetap Digratiskan

“Memang ada beberapa kejadian, contohnya di Nabire, yang berawal dari pembakaran ataupun pembukaan lahan, namun menjadi meluas karena kondisi cuaca,” ungkapnya. Febriel mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing. Informasi yang cepat dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan langkah antisipasi sebelum api meluas. “Mari kita sama-sama menjaga dan memberikan informasi apabila terdapat titik api, supaya kita di wilayah bisa segera melakukan langkah-langkah antisipasi,” pungkasnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Untuk mendukung penanganan Karhutla, pihaknya juga telah melakukan inventarisasi sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing instansi. Di antaranya 21 unit kendaraan pemadam kebakaran, tangki air, kendaraan truk, ambulans, Alkon, peralatan komunikasi, hingga perlengkapan kesehatan.

Meski demikian, Febriel mengakui pihaknya saat ini belum memiliki dukungan pemadaman melalui udara maupun kegiatan modifikasi cuaca. Dukungan tersebut, kata dia, akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. “Sampai minggu ini, di aplikasi Sipongi maupun BMKG belum ada yang terdeteksi cukup besar. Di Sipongi masih berwarna kuning dan hijau, jumlahnya juga sangat sedikit dibandingkan provinsi-provinsi lain,” katanya.

Kendati kondisi hotspot di Papua masih relatif terkendali, Pangdam menegaskan seluruh personel tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca dapat memicu meluasnya kebakaran. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembukaan lahan melalui pembakaran maupun membakar sampah tanpa pengawasan.

Baca Juga :  Untuk Sementara Jangan Dulu Berenang di Pantai Holtekamp

“Memang ada beberapa kejadian, contohnya di Nabire, yang berawal dari pembakaran ataupun pembukaan lahan, namun menjadi meluas karena kondisi cuaca,” ungkapnya. Febriel mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing. Informasi yang cepat dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan langkah antisipasi sebelum api meluas. “Mari kita sama-sama menjaga dan memberikan informasi apabila terdapat titik api, supaya kita di wilayah bisa segera melakukan langkah-langkah antisipasi,” pungkasnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya