Kabupaten Puncak tercatat 45 titik, terdiri dari sembilan titik rendah dan 36 titik sedang. Intan Jaya sebanyak 44 titik, terdiri dari delapan titik rendah, 35 titik sedang dan satu titik tinggi. Sementara Deiyai tercatat 11 titik, terdiri dari 10 titik sedang dan satu titik tinggi. Puncak Jaya sebanyak tujuh titik, terdiri dari satu titik rendah dan enam titik sedang. Sedangkan Mimika tidak terpantau adanya hotspot.
Eusebio menjelaskan, khusus di Kabupaten Nabire, hotspot tersebar di sejumlah distrik. Di antaranya Wanggar, Yaro, Yaur, Uwapa, Nabire Barat, Makimi, Menou, Teluk Kimi, Dipa, Siriwo, Teluk Umar, Nabire dan Wapoga. Data tersebut juga tergambar dalam peta sebaran hotspot BMKG. Pada pemantauan 20 Agustus 2026 pukul 00.23 WIB, terdeteksi 22 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 196 titik sedang dan enam titik tinggi.
Kemudian pada pemantauan 21 Agustus 2026 pukul 00.14 WIB, terdeteksi 72 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 213 titik sedang dan tiga titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Masyarakat juga diminta memperhatikan dampak asap terhadap kesehatan dan keselamatan transportasi udara. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker, terutama ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap. Eusebio juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api baru di lingkungan sekitar.
“Segera melaporkan kepada aparat, pihak berwenang atau petugas pemadam jika menemukan titik api baru di lingkungan sekitar,” imbaunya. BMKG meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi hotspot dan kondisi cuaca melalui informasi resmi BMKG. (txt/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q