Asap Karhutla Hentikan Penerbangan di Nabire

“Karena efek asap sangat membahayakan penerbangan, kami berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari, teman-teman AIRNAV di sini dan pihak terkait lainnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, terpaksa kami menutup bandara,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak UPBU menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kondisi tersebut hingga pukul 17.00 WIT, sesuai dengan jam operasional Bandara Douw Aturure. Allrido mengatakan, kondisi asap dan jarak pandang akan terus dipantau. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi kembali pada Sabtu (22/8) untuk menentukan apakah aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan normal.

“Kalau besok kondisinya masih sama, penundaan operasional penerbangan akan dilanjutkan. Namun, apabila asap sudah berpindah, operasional penerbangan dapat dibuka kembali,” ujarnya. Sementara itu, petugas bandara masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di sekitar kawasan bandara. Tim Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bersama petugas lainnya terus menjaga perimeter bandara untuk mencegah api kembali masuk ke kawasan bandara.

Baca Juga :  Pemkab akan Polisikan Puluhan Kontraktor Lokal

“Teman-teman dari bandara, unit PK dan pemadam kebakaran masih bolak-balik menjaga perimeter bandara agar api tidak masuk ke dalam,” jelas Allrido. Ia mengatakan, beberapa titik api sempat melewati batas lahan dan masuk ke kawasan bandara. Namun, titik api yang berada di dalam kawasan bandara telah berhasil dipadamkan.

“Beberapa yang sudah masuk dan terbakar melewati batas lahan. Tetapi titik-titik di dalam areal bandara sudah berhasil dipadamkan. Asap yang masuk sekarang berasal dari luar,” ujarnya. Dalam penanganan kebakaran tersebut, pihak bandara juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Allrido mengimbau masyarakat Nabire untuk tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya di sekitar kawasan bandara. Menurutnya, pembakaran lahan dapat berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan dan mengganggu akses transportasi udara masyarakat. “Kami sebagai pengelola bandara sangat berharap dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Nabire untuk sama-sama menjaga keselamatan penerbangan,” katanya.

Baca Juga :  Dinas Satpol PP Mimika Bentuk Tim Bahas Ranperda Trantibum dan Linmas 

“Karena efek asap sangat membahayakan penerbangan, kami berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari, teman-teman AIRNAV di sini dan pihak terkait lainnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, terpaksa kami menutup bandara,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak UPBU menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kondisi tersebut hingga pukul 17.00 WIT, sesuai dengan jam operasional Bandara Douw Aturure. Allrido mengatakan, kondisi asap dan jarak pandang akan terus dipantau. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi kembali pada Sabtu (22/8) untuk menentukan apakah aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan normal.

“Kalau besok kondisinya masih sama, penundaan operasional penerbangan akan dilanjutkan. Namun, apabila asap sudah berpindah, operasional penerbangan dapat dibuka kembali,” ujarnya. Sementara itu, petugas bandara masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di sekitar kawasan bandara. Tim Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bersama petugas lainnya terus menjaga perimeter bandara untuk mencegah api kembali masuk ke kawasan bandara.

Baca Juga :  Heboh, Pasangan Pria dan Wanita Berbuat Tak Senonoh di Taman Imbi

“Teman-teman dari bandara, unit PK dan pemadam kebakaran masih bolak-balik menjaga perimeter bandara agar api tidak masuk ke dalam,” jelas Allrido. Ia mengatakan, beberapa titik api sempat melewati batas lahan dan masuk ke kawasan bandara. Namun, titik api yang berada di dalam kawasan bandara telah berhasil dipadamkan.

“Beberapa yang sudah masuk dan terbakar melewati batas lahan. Tetapi titik-titik di dalam areal bandara sudah berhasil dipadamkan. Asap yang masuk sekarang berasal dari luar,” ujarnya. Dalam penanganan kebakaran tersebut, pihak bandara juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Allrido mengimbau masyarakat Nabire untuk tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya di sekitar kawasan bandara. Menurutnya, pembakaran lahan dapat berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan dan mengganggu akses transportasi udara masyarakat. “Kami sebagai pengelola bandara sangat berharap dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Nabire untuk sama-sama menjaga keselamatan penerbangan,” katanya.

Baca Juga :  Anggota yang Salah Tak Akan Dilindungi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya