Keamanan Masih Kurang Kondusif,  Lapak UMKM Sepi Peminat?

BIAK– Suasana malam yang biasanya ramai dan penuh aktivitas di sejumlah sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Biak kini tampak memprihatinkan. Para pedagang mengeluhkan penurunan drastis omzet akibat sepinya pengunjung, yang diduga kuat dipicu oleh maraknya aksi pencurian dan penjambretan yang meresahkan warga dalam beberapa waktu terakhir.

Pantauan di Komplek UMKM Hanggar MNA, Jumat (16/5) yang biasanya menjadi primadona aktivitas malam hari, kini terlihat lengang. Padahal, jam operasional para pedagang di lokasi ini memang difokuskan pada sore hingga malam hari. Kondisi serupa juga dialami oleh para pedagang di jalur dua Samofa, yang mulai terlihat sepi saat malam menjelang.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Cartenz 2025 untuk Tertibkan Masyarakat Berkendara

“Biasanya laris hingga 20 porsi semalam. Kali ini sulit. Apalagi di tengah ekonomi yang sulit makin sulit lagi,” keluh Putri, salah seorang pedagang UMKM, menggambarkan betapa drastisnya penurunan pendapatan mereka.

Warga kini diliputi rasa waswas dan takut untuk keluar rumah di malam hari jika tidak ada keperluan mendesak, khawatir menjadi korban jambret atau tindak kejahatan lainnya.

Dampak ketakutan ini juga merambah ke lapak-lapak penjual pinang, yang biasanya masih ramai hingga pukul 9 malam, kini sudah mulai sepi lebih awal. Masyarakat berharap adanya tindakan nyata dan jaminan keamanan dari aparat kepolisian maupun pemerintah daerah agar warga dapat kembali beraktivitas normal di malam hari.

Baca Juga :  Loth Yensenem: Biaya Pendidikan Mahal, Manfaatkan Program Nasional dan Daerah

BIAK– Suasana malam yang biasanya ramai dan penuh aktivitas di sejumlah sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Biak kini tampak memprihatinkan. Para pedagang mengeluhkan penurunan drastis omzet akibat sepinya pengunjung, yang diduga kuat dipicu oleh maraknya aksi pencurian dan penjambretan yang meresahkan warga dalam beberapa waktu terakhir.

Pantauan di Komplek UMKM Hanggar MNA, Jumat (16/5) yang biasanya menjadi primadona aktivitas malam hari, kini terlihat lengang. Padahal, jam operasional para pedagang di lokasi ini memang difokuskan pada sore hingga malam hari. Kondisi serupa juga dialami oleh para pedagang di jalur dua Samofa, yang mulai terlihat sepi saat malam menjelang.

Baca Juga :  KONI Papua Minta Bulan Maret-April 2021

“Biasanya laris hingga 20 porsi semalam. Kali ini sulit. Apalagi di tengah ekonomi yang sulit makin sulit lagi,” keluh Putri, salah seorang pedagang UMKM, menggambarkan betapa drastisnya penurunan pendapatan mereka.

Warga kini diliputi rasa waswas dan takut untuk keluar rumah di malam hari jika tidak ada keperluan mendesak, khawatir menjadi korban jambret atau tindak kejahatan lainnya.

Dampak ketakutan ini juga merambah ke lapak-lapak penjual pinang, yang biasanya masih ramai hingga pukul 9 malam, kini sudah mulai sepi lebih awal. Masyarakat berharap adanya tindakan nyata dan jaminan keamanan dari aparat kepolisian maupun pemerintah daerah agar warga dapat kembali beraktivitas normal di malam hari.

Baca Juga :  Peresmian Bangunan Monumental Dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur

Berita Terbaru

Artikel Lainnya