Pengurus Harian YLBHI Papua, Emanuel Gobay, mengungkapkan bahwa dalam rapat penanganan karhutla di Kantor Bupati Merauke, Jumat (9/10), BMKG memaparkan sekitar 5.543 titik api di Kabupaten Merauke, 1.855 titik panas di Kabupaten Mappi, dan 1.754 titik panas di Kabupaten Boven Digoel.
Asap kebakaran dilaporkan mencapai Kabupaten Asmat, kawasan Taman Nasional Lorentz, hingga Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Selatan mencatat 25.838 hektare hutan dan lahan terbakar sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Dampak kemarau juga terjadi di wilayah lain. Sekitar 500 hektare kebun warga di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, dilaporkan gagal panen akibat hujan es dan embun beku. Di Kabupaten Asmat, layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut terhenti karena krisis air bersih. Adapun kabut asap dilaporkan menyelimuti sedikitnya 17 distrik di Kabupaten Fakfak.
Kualitas udara di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus memburuk akibat paparan kabut asap yang kian pekat. Menanggapi kondisi darurat lingkungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan pembagian masker secara masif, utamanya ke sekolah-sekolah dan pusat keramaian warga.
Langkah preventif ini diambil guna menekan risiko lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak. “Untuk sikapi masalah kabut asap—Saya sudah minta Puskesmas dan bidang di Dinas Kesehatan bagikan masker ke anak-anak sekolah dan masyarakat,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marcelino Mameyau, saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (12/10).
Selain menyasar institusi pendidikan, Marcelino menegaskan bahwa seluruh Puskesmas di wilayah Mimika telah diperintahkan untuk turun langsung ke masyarakat di wilayah kerja masing-masing guna membagikan masker dan memantau kondisi kesehatan warga. Terkait dengan rencana pembentukan posko kesehatan khusus penanganan dampak kabut asap, otoritas kesehatan daerah masih menanti keputusan dari pimpinan daerah.