Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap semakin pekat di sejumlah wilayah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahangiar, mengatakan pihaknya telah menerima laporan peningkatan kasus ISPA dari empat kabupaten di Papua Selatan.
Laporan terakhir berasal dari Kabupaten Mappi yang membutuhkan tambahan masker dan obat-obatan untuk penanganan gangguan pernapasan.
“Sejak karhutla terjadi, ada peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas. Kami sudah mendapatkan informasi dari empat kabupaten, terutama yang terakhir dari Mappi, bahwa mereka membutuhkan banyak masker dan obat-obatan untuk ISPA,” kata Benedicta menjawab pertanyaan media ini, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Kesehatan telah menyalurkan persediaan penyangga (buffer stock) berupa masker dan obat-obatan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di kabupaten terdampak. Menurutnya, persediaan di masing-masing kabupaten saat ini dinilai masih mencukupi untuk menangani kasus yang ada. Meski demikian, pemerintah provinsi telah mengajukan permohonan bantuan tambahan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Permohonan tersebut telah disampaikan sekitar dua minggu lalu, dengan harapan pemerintah pusat dapat segera membantu menambah persediaan masker dan obat-obatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang semakin meluas. “Kami sudah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Kesehatan untuk membantu menambah stok masker dan obat-obatan ISPA. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” katanya.
Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap semakin pekat di sejumlah wilayah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahangiar, mengatakan pihaknya telah menerima laporan peningkatan kasus ISPA dari empat kabupaten di Papua Selatan.
Laporan terakhir berasal dari Kabupaten Mappi yang membutuhkan tambahan masker dan obat-obatan untuk penanganan gangguan pernapasan.
“Sejak karhutla terjadi, ada peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas. Kami sudah mendapatkan informasi dari empat kabupaten, terutama yang terakhir dari Mappi, bahwa mereka membutuhkan banyak masker dan obat-obatan untuk ISPA,” kata Benedicta menjawab pertanyaan media ini, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Kesehatan telah menyalurkan persediaan penyangga (buffer stock) berupa masker dan obat-obatan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di kabupaten terdampak. Menurutnya, persediaan di masing-masing kabupaten saat ini dinilai masih mencukupi untuk menangani kasus yang ada. Meski demikian, pemerintah provinsi telah mengajukan permohonan bantuan tambahan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Permohonan tersebut telah disampaikan sekitar dua minggu lalu, dengan harapan pemerintah pusat dapat segera membantu menambah persediaan masker dan obat-obatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang semakin meluas. “Kami sudah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Kesehatan untuk membantu menambah stok masker dan obat-obatan ISPA. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” katanya.