Menurutnya, TNI menjalankan tugas sesuai aturan pelibatan atau rule of engagement serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Sebagaimana kita ketahui bersama, beberapa waktu yang lalu kita berhasil menangkap beberapa tokoh, OPM dan sebagian juga ada yang menyerahkan diri kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” kata Lucky Avianto, di Merauke, Sabtu (31/10).
Ia menegaskan, pendekatan persuasif menjadi langkah utama yang dilakukan TNI. Namun, tindakan tegas dan terukur tetap dapat dilakukan apabila pihak yang diajak untuk menyerahkan diri justru melakukan serangan.
“Kita kedepankan upaya persuasif, namun juga kita bisa melaksanakan tindakan tegas yang terukur sesuai dengan rule of engagement dan peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila saudara-saudara kita ini setelah diajak, ternyata malah menyerang balik kepada kita,” jelasnya.
Pangdam XXIV/Mandala Trikora pertama juga mengimbau kepada anggota TPNPB-OPM yang masih berada di hutan maupun wilayah lainnya agar segera mendatangi pos-pos TNI, meletakkan senjata, dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berharap, anggota kelompok tersebut dapat bersama-sama membangun Papua agar menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera.
“Saya juga mengimbau kepada saudara-saudaraku anggota TPNPB-OPM, di manapun kalian berada untuk segera menyambangi pos-pos TNI, letakkan senjata dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi bersama kami untuk bersama-sama membangun, membentuk Papua yang aman, damai dan sejahtera,” tutupnya.(ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q