Tiga Tokoh OPM Diamankan

Terlihat pula perempuan dan anak-anak, namun tidak ditemukan adanya senjata yang terlihat. Tim kemudian bergerak mendekati lokasi dengan membagi peran sebagai pengamanan depan dan pengamanan belakang. Pada 25 Oktober sekitar pukul 12.30 WIT, tim kembali melakukan pemantauan dari jarak sekitar 100 meter. Terlihat sejumlah OTK sedang melakukan aktivitas memasak dan kegiatan administrasi. Saat itu belum terlihat adanya senjata.

Sekitar pukul 16.00 WIT, tim melihat sosok yang diidentifikasi sebagai Matius Aisasior berada di pinggiran anak sungai tanpa membawa senjata. Pemantauan dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIT. Tim melihat tiga orang berjalan menuju poros jalan dengan membawa senter ke arah salah satu rumah di Kampung Franeway. Ketiganya disebut tidak membawa senjata tajam maupun senjata api.

Baca Juga :  Putra-Putra Papua Pegunungan Siap Mengabdi Menjadi Prajurit TNI

Sekitar pukul 18.30 WIT, dua tim melakukan penyergapan di rumah tersebut. Dalam operasi itu, tiga orang yang disebut sebagai anggota OPM menyerah tanpa perlawanan. Selanjutnya, pada pukul 19.00 WIT, komandan tim melaporkan hasil operasi kepada Dansatgas Yonif 9 Marinir. Tim QRF dari TK Aisa kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan taktis.

Pada pukul 19.15 WIT, ketiga orang tersebut telah diamankan di Pos TK Aisa dalam keadaan aman. Komandan Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto kepada wartawan di Merauke membenarkan penangkapan tersebut. Lucky Avianto mengatakan, keberhasilan TNI mengamankan sejumlah tokoh kelompok bersenjata OPM, termasuk anggota yang menyerahkan diri, menunjukkan bahwa pendekatan persuasif tetap dikedepankan dalam pelaksanaan tugas pengamanan di Papua.

Baca Juga :  Satu Jenazah Korban KKB Berhasil Dievakuasi

Terlihat pula perempuan dan anak-anak, namun tidak ditemukan adanya senjata yang terlihat. Tim kemudian bergerak mendekati lokasi dengan membagi peran sebagai pengamanan depan dan pengamanan belakang. Pada 25 Oktober sekitar pukul 12.30 WIT, tim kembali melakukan pemantauan dari jarak sekitar 100 meter. Terlihat sejumlah OTK sedang melakukan aktivitas memasak dan kegiatan administrasi. Saat itu belum terlihat adanya senjata.

Sekitar pukul 16.00 WIT, tim melihat sosok yang diidentifikasi sebagai Matius Aisasior berada di pinggiran anak sungai tanpa membawa senjata. Pemantauan dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIT. Tim melihat tiga orang berjalan menuju poros jalan dengan membawa senter ke arah salah satu rumah di Kampung Franeway. Ketiganya disebut tidak membawa senjata tajam maupun senjata api.

Baca Juga :  Satgas ODC Waspadai Ancaman TPNPB

Sekitar pukul 18.30 WIT, dua tim melakukan penyergapan di rumah tersebut. Dalam operasi itu, tiga orang yang disebut sebagai anggota OPM menyerah tanpa perlawanan. Selanjutnya, pada pukul 19.00 WIT, komandan tim melaporkan hasil operasi kepada Dansatgas Yonif 9 Marinir. Tim QRF dari TK Aisa kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan taktis.

Pada pukul 19.15 WIT, ketiga orang tersebut telah diamankan di Pos TK Aisa dalam keadaan aman. Komandan Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto kepada wartawan di Merauke membenarkan penangkapan tersebut. Lucky Avianto mengatakan, keberhasilan TNI mengamankan sejumlah tokoh kelompok bersenjata OPM, termasuk anggota yang menyerahkan diri, menunjukkan bahwa pendekatan persuasif tetap dikedepankan dalam pelaksanaan tugas pengamanan di Papua.

Baca Juga :  Pergeseran Bukan Penambahan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya