JAYAPURA–Salah satu korban penembakan yang terjadi saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura. Sejumlah serpihan proyektil yang sempat bersarang di tubuh korban Salbiah, saat ini sudah berhasil dioperasi dan diangkat.
Salbiah sebelumnya dievakuasi dari RSUD Wamena ke RS Marthen Indey untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Wamena karena kondisinya dinilai membaik sehingga belum memerlukan evakuasi ke Jayapura.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi pengangkatan serpihan proyektil sudah jauh membaik. Tim medis juga memastikan tidak terdapat cedera yang berpotensi mengganggu fungsi kaki maupun otot korban.
“Puji Tuhan tadi dari dokter sudah berhasil melakukan tindakan operasi, pengangkatan serpihan proyektil dan kondisinya sudah jauh membaik. Secara umum tidak ada yang bisa menyebabkan berkurangnya fungsi kaki maupun otot korban,” kata Febriel usai menjenguk Salbiah di Rumah Sakit (RS) Marthen Indey Jayapura, Rabu (12/8)..
Terkait upaya mengejar pelaku penembakan, Febriel menyebut TNI-Polri telah mengambil langkah-langkah setelah kejadian tersebut. “Kalau itu sudah dilakukan. Kemarin juga dari TNI-Polri sudah melakukan langkah-langkah yang harus dilakukan,” katanya.
Kepala RS Marthen Indey Kolonel CKM dr. Faisal Rosadi mengatakan pihak rumah sakit langsung menyiapkan fasilitas medis setelah menerima informasi adanya korban penembakan dari Wamena.
“Korban dievakuasi dari RS Wamena ke RS Marthen Indey Senin sore. Malamnya kita operasi untuk pengambilan proyektil yang ada di kaki,” jelas Faisal.
JAYAPURA–Salah satu korban penembakan yang terjadi saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura. Sejumlah serpihan proyektil yang sempat bersarang di tubuh korban Salbiah, saat ini sudah berhasil dioperasi dan diangkat.
Salbiah sebelumnya dievakuasi dari RSUD Wamena ke RS Marthen Indey untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Wamena karena kondisinya dinilai membaik sehingga belum memerlukan evakuasi ke Jayapura.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi pengangkatan serpihan proyektil sudah jauh membaik. Tim medis juga memastikan tidak terdapat cedera yang berpotensi mengganggu fungsi kaki maupun otot korban.
“Puji Tuhan tadi dari dokter sudah berhasil melakukan tindakan operasi, pengangkatan serpihan proyektil dan kondisinya sudah jauh membaik. Secara umum tidak ada yang bisa menyebabkan berkurangnya fungsi kaki maupun otot korban,” kata Febriel usai menjenguk Salbiah di Rumah Sakit (RS) Marthen Indey Jayapura, Rabu (12/8)..
Terkait upaya mengejar pelaku penembakan, Febriel menyebut TNI-Polri telah mengambil langkah-langkah setelah kejadian tersebut. “Kalau itu sudah dilakukan. Kemarin juga dari TNI-Polri sudah melakukan langkah-langkah yang harus dilakukan,” katanya.
Kepala RS Marthen Indey Kolonel CKM dr. Faisal Rosadi mengatakan pihak rumah sakit langsung menyiapkan fasilitas medis setelah menerima informasi adanya korban penembakan dari Wamena.
“Korban dievakuasi dari RS Wamena ke RS Marthen Indey Senin sore. Malamnya kita operasi untuk pengambilan proyektil yang ada di kaki,” jelas Faisal.