Monday, March 16, 2026
30.3 C
Jayapura

Kapolresta: Jangan Beranalisa Terlalu Jauh!

Masyarakat Diminta Percayakan Polisi Ungkap Misteri Hilangnya Dua Bocah

JAYAPURA  – Masyarakat Kota Jayapura saat ini masih bertanya-tanya atas misteri hilangnya dua anak di dua minggu terakhir. Dari dua kasus tersebut menjadi topik hangat pembicaraan masyarakat khususnya di media sosial. Berawal dari rasa penasaran tersebut, akhirnya pembicaraan masyarakat semakin meluas, hingga mencoba menganalisa motif yang menimpa kedua korban.

  Dua kasus tersebut, yakni  Nur Alihas Aulya yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah empat hari hilang. Sedangkan, satu kasus lainnnya menimpa Nur Mila Nainin 9 tahun  yang tinggal di Tanjung Ria Dok X yang dinyatakan hilang satu minggu lalu, namun  hingga saat ini belum ditemukan.

Baca Juga :  Atasi Masalah PPDB, Pemkot Harus Tambah SMA Negeri di Japsel

   Berkembangnya analisa masyarakat ini berujung pada tudingan yang beranggapan orang tua korban perlu dipertanyakan dalam hal ini kasus yang menimpa Nur Alihas Aulya di Muaratami.

Menanggapi biasnya analisa masyarakat, Kapolresta Jayapura, AKBP Fredrickus Williamson Agusthinus Maclarimboen menyampaikan harus bisa menahan diri.

   “Dua kasus ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk itu masyarakat perlu bersabar,” ujar Kapolresta di sela lepas sambut di Aula Sian Soor walikota, Selasa (15/4).

   Terkait kasus Nur Alihas Aulya, banyak tudingan yang mengarah kepada orang tua korban.

“Masyarakat tidak boleh beranalisa terlalu jauh, percayakan  proses ini kepada kami,” ungkapnya.

  AKBP Fredrickus Williamson Agusthinus Maclarimboen menegaskan, masyarakat tidak boleh mengeluarkan penafsiran yang tidak punya dasar atau bukti yang jelas. “Terimakasih banyak masyarakat sudah punya perhatian terhadap kasus ini, tapi l orang tua korban sedang dalam kondisi berduka, jangan karena analisa liar seperti ini justru menyudutkan keluarga korban,” tuturnya.

Baca Juga :  BTM-CK Ajak Insan Pers Tetap Menjadi Pengawal Kebijakan Publik

   “Untuk kasus adek Nur Aulya, kita sudah periksa belasan saksi dan sedang proses, kami minta untuk tahan diri,” lanjutnya.

Masyarakat Diminta Percayakan Polisi Ungkap Misteri Hilangnya Dua Bocah

JAYAPURA  – Masyarakat Kota Jayapura saat ini masih bertanya-tanya atas misteri hilangnya dua anak di dua minggu terakhir. Dari dua kasus tersebut menjadi topik hangat pembicaraan masyarakat khususnya di media sosial. Berawal dari rasa penasaran tersebut, akhirnya pembicaraan masyarakat semakin meluas, hingga mencoba menganalisa motif yang menimpa kedua korban.

  Dua kasus tersebut, yakni  Nur Alihas Aulya yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah empat hari hilang. Sedangkan, satu kasus lainnnya menimpa Nur Mila Nainin 9 tahun  yang tinggal di Tanjung Ria Dok X yang dinyatakan hilang satu minggu lalu, namun  hingga saat ini belum ditemukan.

Baca Juga :  Demi Formulir PPDB, Sejumlah Anak Rela Antri Depan Gerbang SMPN 2 Sejak Subuh 

   Berkembangnya analisa masyarakat ini berujung pada tudingan yang beranggapan orang tua korban perlu dipertanyakan dalam hal ini kasus yang menimpa Nur Alihas Aulya di Muaratami.

Menanggapi biasnya analisa masyarakat, Kapolresta Jayapura, AKBP Fredrickus Williamson Agusthinus Maclarimboen menyampaikan harus bisa menahan diri.

   “Dua kasus ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk itu masyarakat perlu bersabar,” ujar Kapolresta di sela lepas sambut di Aula Sian Soor walikota, Selasa (15/4).

   Terkait kasus Nur Alihas Aulya, banyak tudingan yang mengarah kepada orang tua korban.

“Masyarakat tidak boleh beranalisa terlalu jauh, percayakan  proses ini kepada kami,” ungkapnya.

  AKBP Fredrickus Williamson Agusthinus Maclarimboen menegaskan, masyarakat tidak boleh mengeluarkan penafsiran yang tidak punya dasar atau bukti yang jelas. “Terimakasih banyak masyarakat sudah punya perhatian terhadap kasus ini, tapi l orang tua korban sedang dalam kondisi berduka, jangan karena analisa liar seperti ini justru menyudutkan keluarga korban,” tuturnya.

Baca Juga :  DPRP Rampungkan Pembahasan Evaluasi APBD dan Tatib

   “Untuk kasus adek Nur Aulya, kita sudah periksa belasan saksi dan sedang proses, kami minta untuk tahan diri,” lanjutnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya