Papua Dibagi Tiga Zona Pembangunan

JAYAPURA-Arah pembangunan wilayah Papua berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Papua, disusun berbasis Satuan Wilayah Pembangunan (SWP), untuk memastikan setiap kawasan berkembang sesuai potensi dan perannya. Gubernur Papua, Matius D Fakhiri menerangkan, SWP 1 mencakup Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi, yang diarahkan sebagai pusat pertumbuhan utama, dengan peran sebagai simpul perdagangan barang dan jasa, serta gerbang ekspor komoditas unggulan Provinsi Papua.

Wilayah ini juga diarahkan pada pengembangan sektor kelautan dan perikanan, sektor pariwisata, serta sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura, dimana Kabupaten Keerom menjadi lumbung pangan di Provinsi Papua.

“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun secara masif. Kami berharap dia menjadi lumbung pangan untuk Provinsi Papua, di satu sisi juga dia bisa membantu kami sehingga kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi,” terang Fakhiri, usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otonomi Khusus Provinsi Papua Tahun 2027, yang diselenggarakan di Kota Jayapura, Kamis (30/4).

Baca Juga :  Belum Ada Aduan Keterlibatan ASN di Pemilu

Sambungnya, sub sektor perkebunan juga menjadi fokus utama khususnya komoditas kelapa dan kakao. Selain itu juga diarahkan pada pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan.
Untuk SWP 2, meliputi Kabupaten Waropen dan Mamberamo Raya, yang diarahkan pada penguatan produksi berbasis sumber daya alam, khususnya pengolahan hasil hutan, perikanan, pertanian, pariwisata, potensi pertambangan dan pengembangan kawasan strategis sebagai lumbung pangan wilayah Saereri.

JAYAPURA-Arah pembangunan wilayah Papua berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Papua, disusun berbasis Satuan Wilayah Pembangunan (SWP), untuk memastikan setiap kawasan berkembang sesuai potensi dan perannya. Gubernur Papua, Matius D Fakhiri menerangkan, SWP 1 mencakup Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi, yang diarahkan sebagai pusat pertumbuhan utama, dengan peran sebagai simpul perdagangan barang dan jasa, serta gerbang ekspor komoditas unggulan Provinsi Papua.

Wilayah ini juga diarahkan pada pengembangan sektor kelautan dan perikanan, sektor pariwisata, serta sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura, dimana Kabupaten Keerom menjadi lumbung pangan di Provinsi Papua.

“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun secara masif. Kami berharap dia menjadi lumbung pangan untuk Provinsi Papua, di satu sisi juga dia bisa membantu kami sehingga kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi,” terang Fakhiri, usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otonomi Khusus Provinsi Papua Tahun 2027, yang diselenggarakan di Kota Jayapura, Kamis (30/4).

Baca Juga :  Hari ini, Paulus Waterpauw Dilantik sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat

Sambungnya, sub sektor perkebunan juga menjadi fokus utama khususnya komoditas kelapa dan kakao. Selain itu juga diarahkan pada pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan.
Untuk SWP 2, meliputi Kabupaten Waropen dan Mamberamo Raya, yang diarahkan pada penguatan produksi berbasis sumber daya alam, khususnya pengolahan hasil hutan, perikanan, pertanian, pariwisata, potensi pertambangan dan pengembangan kawasan strategis sebagai lumbung pangan wilayah Saereri.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya