Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi menegaskan terkait dengan izin pengoperasian pesawat Cargo dari PT. Rivin Avia Trans sampai saat ini tidak ada permohonan yang masuk ke Pemkab Jayawijaya bahkan ia sudah memerintahkan bagian umum untuk mencari surat yang ditujukan kepada Bupati Jayawijaya tersebut.
Ironisnya dalam upaya penyelamatan korban tersebut, dipelintir dengan adanya informasi hoax yang menyatakan jika anggota kepolisian sengaja melakukan pemadaman lampu di wilayah RSUD Wamena saat mengantar korban, padahal kebetulan pada saat itu memang ada pemadaman listrik dari PLN di dalam Kota hingga ke Distrik Wesaput.
Kasat Reskrim Polres Jayawijaya AKP Ibnu Rudihartono. STr.K SIK membenarkan aksi tersebut, ironisnya dalam percobaan bunuh diri itu, CM sengaja membuat cerita fiktif seolah -olah ia diculik dan di suruh meminum cairan Prostex, dan ini dari informasi awal yang berkembang dalam masyarakat.
Satgas yang dinahkodai Kombes Dr Faizal Ramadhani menyatakan tidak ada ampun bagi pengacau keamanan. Satu persatu akan diberi tindakan tegas. Empat orang ini tewas pada Sabtu (30/9) dini hari. Keempatnya yang kerap melakukan kerusuhan di Pegubin.
Kapolres Jayawijaya melalui Plt. Kasi Propam Aiptu Frans Risamasu menyatakan guna melaksanakan kegiatan Penegakkan, Penertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap kendaraan anggota Polri dan ASN yang menggunakan kendaraan pribadi maupun dinas yang memasuki Mapolres Jayawijaya dilakukan razia khusus untuk anggota.
Ya, sebab masalah tersebut sangat mempengaruhi terhadap Pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pajak, oleh karena itu ditekankan kepada ASN agar tak terlibat dengan penjualan miras.
Patroli yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jayawijaya AKP Ibnu Rudihartono, S.IK dan Kapolsek Wamena Kota AKP Najamuddin, SH tersebut menyasar terhadap masyarakat yang dipengaruhi minuman keras dan sering mengganggu ketertiban di tengah aktifitas masyarakat.
“Melihat hal ini kami apresiasi untuk masyarakat Nusantara yang ada di Jayawijaya yang begitu kompak dalam menyikapi masalah keamanan dalam Kota Wamena,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Selasa (26/9) kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan Jayawijaya, Natalis Mumpu, AMd. Sos mengatakan, sebagian tanah lokasi fasilitas pendidikan di Jayawijaya disediakan oleh masyarakat atau orang-orang tua terdahulu, terutama lokasi pembangunan SD yang ada di luar kota, oleh karena itu pihanya bakal melakukan penataan Aset yang menjadi milik sekolah.